Ilmu dan Gelar Sarjana

SABTU 26 dan senin 28 Februari 2011.Hari-hari tersebut mungkin merupakan salah satu hari yang tidak terlupakan bagi 1.000 lebih wisudawan asal Universitas Nusa Cendana Kupang. Setelah sekian lama menjalani waktu bergelut dengan berbagai macam tantangan dalam menimba ilmu,mereka (para wisudawan)akhirnya berhasil mengakhiri jenjang pendidikan strata 1(S1) san strata 2(S2) ditempat ini.Namun,timbul sebuah pertanyaan dalam benak kita,apakah setelah diwisuda,proses menimba ilmu tersebut berakhir?

Bagi orang yang selalu puas dengan apa yang telah dicapai,mungkin akan bernafas lega dan dengan bangga hati mangatakan,"akhirnya saya diwisuda juga." Namun bagi orang yang cinta terhadap apa yang dipelajarinya,akan dengan tegar mengatakan."perjalanan dan usaha ini belum berakhir".

 

Sekarang mari kita perjelas apa maksud dari kutipan kalimat"perjalanan dan usaha ini belum berakhir". Pada hakikatnya mempelajari sebuah ilmu pengetahuan tidak terbatas oleh suatu kurun waktu tertentu atau suatu jenjang tertentu.Mempelajari sebuah ilmu tidak hanya terbatas pada jenjang S1, S2,atau bahkan S3.seorang yang mencintai suatu ilmu,akan mendedikasikan diri sepenuhnya untuk ilmu yang di pelajarinya.Bahkan hal itu dapat dilaksanakan tanpa melalui suatu jenjang pendidikan formal. Ambil contoh,Bob Sadino,seorang pengusaha kaya asal Sumatera yang sangat mencintai dunia bisnis ini,mampu mengaplikasikan pengalaman-pengalaman yang didapat untuk menjalani bisnis-bisnisnya.Atau Andy Noya,seorang yang belum lulus sarjana ini,mampu mengaplikasikan kecintaanya pada dunia jurnalistik sehingga membawanya menjadi pimpinan redaksi metrotv dan sekaligus pembawa talk show Kick Andy.

Lebih lanjut mengenai topik ini,ada tiga prinsip penting yang dimiliki oleh orang-orang yang mencintai sebuah ilmu pengetahuan.Pertama,seorang yang mencintai sebuah ilmu,tidak akan berhenti untuk belajar.Thomas Alfa Edison berhasil menemukan lampu dengan melewati ratusan kali percobaan.Tidak sampai disitu,dia juga berhasil menemukan beberapa alat lain seperti mesin telegraf,proyektor mini,gramofon,dsb. Kedua,seorang yang mencintai sebuah ilmu akan mengaplikasikan ilmunya secara tulus dan murni untuk membantu sesama,dan tidak mengambil keuntungan  semata dari apa yang telah dipelajari.

Ketiga,seorang yang mencintai sebuah ilmu tidak akan pernah merasa hebat dan angkuh akan apa yang telah dicapai.Sebaliknya,dia akan bersikap rendah hati dan menghormati segala usahanya dalam mendalami sebuah ilmu pengetahuan.Hal ini dapat diibaratkan seperti sebuah ungkapan"semakin berisi padi, semakin merunduk".

Saya yakin bahwa apabila setiap orang mau mencintai apa yang dipelajari dan mampu menerapkan 3 prinsip tersebut,maka negara ini tidak akan pernah masuk dalam kemiskinan. Selain itu,setiap rakyat akan memiliki mental pekerja keras dan bukan mental pemalas.Akan muncul banyak inovasi dan terobosan pada segala aspek pembangunan bangsa ini.Dari hal-hal tersebut diatas,diharapkan mampu menjadi refleksi bagi para wisudawan dan juga para calon wisudawan yang masih bergelut dengan dunia kuliahnya masing-masing.

 

Add comment


Security code
Refresh


bagikan artikel di

FacebookLinkedinTwitter