Lemhanas Studi Stretegis Dalam Negeri di Undana
24/07/2017
article thumbnail

Menjaring Aspirasi Untuk Atasi Persoalan DaerahGUNA menjaring aspirasi masyarakat dan para stakeholders di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi berbagai persoalan yang tengah meilit masy [ ... ]


Tingkatkan Persatuan dan Persaudaraan
24/07/2017
article thumbnail

Mahasiswa PPG Undana Ikut Halal BihalalDalam rangka meningkatkan persatuan dan mempererat persaudaraan, maka sebanyak 72 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Universitas Nusa Cendana (Undana) angaktan [ ... ]


Artikel Lainnya

Lemhanas Studi Stretegis Dalam Negeri di Undana

  • Menjaring Aspirasi Untuk Atasi Persoalan Daerah

GUNA menjaring aspirasi masyarakat dan para stakeholders di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi berbagai persoalan yang tengah meilit masyarakat NTT, diantaranya kemiskinan, pengangguran, human trafficking (perdagangan manusia), maka Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia melakukan studi strategis di Kota Kupang sejak tanggal 16 sampai 20 Juli 2017. Selain itu, rombongan Lemhanas melakukan dialog dengan Rektor Undana, Prof.Dr.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D bersama jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, pascasarjana untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat kampus Undana didampingi ketua tim, Prof.Dr. Sudaryono.

Dalam sambutannya Prof. Sudaryono, mengajak Undana agar menjelaskan program strategis Undana serta aspirasi civitas akademika Undana agar menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan di tingkat pusat dalam rangka mengatasi berbagai persoalan, baik di bidang sosial, politik, keamanan, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. “Kehadiran Lemhanas di sini untuk mendengar aspirasi serta mengetahui masalah yang dihadapi Undana maupun NTT karena para anggota Lemhanas ini merupakan calon-calon pemimpin masa depan Indonesia, sehingga masalah tersebut akan dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan,” papar Prof. Sudaryono ketika menyampaikan sambutannyan di ruang teater gedung rektorat Undana, Kamis (20/7).

Tingkatkan Persatuan dan Persaudaraan

  • Mahasiswa PPG Undana Ikut Halal Bihalal

Dalam rangka meningkatkan persatuan dan mempererat persaudaraan, maka sebanyak 72 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Universitas Nusa Cendana (Undana) angaktan ke lima mengikuti kegiatan halal bihalal yang digelar pengelola PPG di kampus tersebut. Hadir pada acara tersebut, jajaran pengelola PPG Undana diantaranya Prof. Dr. I Bagus Arjana, Drs. Fredrik Bolang,M.Si dan sejumlah dosen dan mahasiswa PPG Undana. Ketua Pengelola PPG Undana, Prof. Dr. I Bagus Arjana dalam sambutannya mengatakan kegiatan halal bilahal ini merupakan kegiatan positif sehingga perlu dilakukan. “Jarang ada lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan seperti ini, kita lakukan halal bihalal untuk meningkatkan persatuan dan mempererat persaudaraan antara mahasiswa dengan dosen serta dengan sesama manusia pada umumnya,” tandas Prof. Arjana. Kegiatan Halal Bihalal dengan tema ‘Satukan Hati dan Eratkan Persaudaraan tersebut digelar di ruang teater gedung rektorat Undana, Rabu (19/7).

Ia menjelaskan, kegiatan bernuansa religi selalu dilakukan melibatkan mahasiswa PPG Undana, karena akhir-akhir ini kondisi bangsa Indonesia dilanda krisis toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengatakan, mahasiswa PPG Undana perlu menjaga diri, terutama pada sisi kesehatan, psikologi maupun biologis. “Jadi tidak hanya kesehatan yang dijaga tetapi psikologis dan biologis juga perlu dijaga. Kalau orangtua tidak kirim uang maka itu akan mengganggu psikologi, kemudian hindari diri dari adanya gangguan biologis pun perlu, karena itu ada waktunya,” papar Prof. Arjana. Ia menambahkan, mahasiswa PPG harus siap mengabdi di daerah terdepan, melalui program Guru Garis Depan (GGD). “Jika mahasiswa PPG mundur, maka tak ada lagi guru yagn berada paling depan untuk mendidik anak-anak bangsa di daerah paling depan Indonesia, baik dari Sabang sampai Merauke atau dari Mianggas sampai ujung Pulau Rote,” tandasnya.

Dokter Baru Diminta Berkorban Demi Kemanusiaan

Sebanyak 18 dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nusa Cendana (Undana) dilantik dan diambil sumpah oleh Dekan FK, dr. Bobby M. Koamesah. Para dokter tersebut adalah Adilhara A. Akal, S. Ked, dr. Andres Rizaldy Kehi, S.Ked, dr. Calvin V. Y. Anang, S.Ked, dr. Cahatarina L. S. Dengi Dando, dr. Eirene O. R. I. Kondi, S.Ked, dr. Irianty A. Patola, S.Ked, dr. Jeani A. R. Sedu, S.Ked, dr. Kartika R. Leki, S.Ked, dr. Kristina Molo, S.Ked, dr. Leonita V. Homalessy, S. Ked, dr. Lina M. F.F. Naitkakin, S.Ked, dr. Maria F. Itu, S.Ked, dr. Nurmalinda K. Mappapa, S.Ked, dr. Rexi R. Nunuhitu, S.Ked, dr. Rises C. Banggut, S.Ked, dr. Rizky M. Mooy, S.Ked, dr. Sri Hartati, S.Ked dan dr. Kieta A. P. Kerihi, S.Ked.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D dalam sambutannya meminta agar 18 dokter baru tersebut bisa melayani masyarakat dengan baik. Bahkan, berkorban demi kemanusiaan. “Jadi peristiwa bermartabat hari ini, tak hanya menjadi momen bahagia dan suka cita, disamping itu para dokter baru pun menyadari tanggungjwab untuk memberi diri dan berkorban demi kemanusiaan,” tegas Rektor, Prof. Fred saat memberikan sambutan pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah 18 dokter baru di Aula Undana, Selasa (18/07).

Terobosan Undana Makin Diminati

TEROBOSAN Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk berkonsentrasi dalam bidang lahan kering kepulauan mulai menuai daya Tarik. Berbagai pihak kini kepincut untuk melakukan kerja sama. Salah satunya adalah kerja sama yang digagas oleh Dekan Faperta Undana, DR.Damianus Adar dengan berbagai pihak sekolah. Kerja sama dalam bentuk praktek kerja industry (prakerin) ini sudah dilakukan pada tahun kedua lalu. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan prakerin, sebut Adar.

Salah satu sekolah yang tetap mengirimkan mengirimkan pelajarnya tahun ini adalah SMK Negeri 1 Sambi Rampas sebanyak 31 orang. Dan untuk pertama kalinya SMK Negeri Elar Lampang, Flores Timur mengirim 18 pelajarnya mengikuti prakerin selama tiga di sekolah lapangan lahan kering kepulauan Undana.

Rektor, Profesor Fred L. Benu mengawali sambutannya pada acara pembukaan prakerin dan pelepasan mahasiswa magang di beberapa daerah di Jawa, Selasa (4/7) mengatakan, untuk mengembangkan ilmu pendidikan dan teknologi, khususnya di bidang lahan kering, antara teori dan praktik harus sejalan. Dalam menghadapi tantangan masa kini, tak hanya pada bidang vokasi saja, namun bidang-bidang lain pun harus terbiasa dengan melakukan praktik. Ia mengatakan, mahasiswa Undana patut bangga, karena kini tempat praktik sudah tersedia.

Kampus Harus Bersuara dan Melawan Radikalisme dan Intoleransi

KAPOLDA NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso meminta agar kampus dalam hal ini Civitas Akademika Universitas Nusa Cendana (Undana) harus bersuara dan melawan segala bentuk kegiatan intoleransi dan kelompok intoleransi yang ada di NTT, khususnya dan Indonesia umumnya. Permintaan tersebut disampaikan Kapolda di sela-sela saat acara silahturahmi dan buka puasa bersama dengan Rektor, Prof.Fred Benu bersama jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, pascasarjana, biro di lingkungan Undana, Rabu (21/6) lalu di ruang Teater lantai tiga Undana Penfui.

“Jadi radikalisme dan intoleransi menjadi ancaman serius bagi NKRI. Maraknya kultur intoleransi terus mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Masyarakat NTT, terutama di kampus jangan sampai terpancing. Kita mesti menjaga keberagaman di daerah ini. Kita masih merasa bangga, karena di kampus masih menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama. Sikap ini perlu dipertahankan oleh warga kampus Undana, agar keberlangsungan hidup umat beragama dapat saling menghargai dan memilihara hak dan kewajiban masing-masing. Secara khusus, saya meminta agar organisasi kemahasiswaan yang berada di dalam kampus Undana harus menciptakan kader-kader yang mempunyai tanggungjawab terhadap bangsa dan negara. Tugas dan tanggungjawab pimpinan Undana yang adalah dosen, agar supaya melahirkan para sarjana baru sebagai pemimpin bangsa masa depan yang peduli dalam usaha bersama merawat persaudaraan, persatuan dan kesatuan,” kata Kapolda, Sabar Santoso.

Undana Wisuda, 119 Lulus dengan Pujian

© Wisudawan: Penanda dan Penentu Kualitas Peradaban Manusia

Kamis, 22 Juni 2017, Universitas Nusa Cendana (Undana) telah mewisuda 992 orang lulusannya dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Periode Kedua, Tahun 2017 di Aula Undana Penfui, dipimpin langsung oleh Ketua Senat, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D Sebelumnya, pada wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Periode Pertama Tahun 2017, Undana juga telah mewisuda 1.223 orang. Pada kesempatan itu, turut diwisuda satu orang lulusan Afirmasi Papua jurusan Sosiologi Fisip Undana atas nama Yupiter Ondou,S.Sos

Wisuda sesi pertama sebanyak 496 orang wisudawan, dan sesi kedua 496 orang wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari Program Pascasarjana 46 orang sesi pertama 23 orang, dan sesi kedua 23 orang. Lulusan Profesi FK sebanyak 5 orang, sesi pertama 3 orang, begitu juga sesi kedua 2 orang. Lulusan Profesi FKH sebanyak 9 orang, sesi pertama 4 orang, dan sesi kedua 5 orang. FKIP 531, sesi pertama 265 orang, sesi kedua 266 orang. Fapet 26 orang, sesi pertama 13 orang, dan sesi kedua 13 orang. Fisip 115, sesi pertama 58 orang, dan sesi kedua sebanyak 57 orang. FH 71 orang, sesi pertama 36 orang, dan sesi kedua 35 orang. Faperta 34, sesi pertama 16 orang, dan sesi kedua 18 orang. FKM 35, sesi pertama 17 orang, sesi kedua 18 orang. FST 72, sesi pertama 37 orang, dan sesi kedua 35 orang wisudawan.

Sistem Online Masih Menjadi Masalah Bagi Calon Mahasiswa Baru Dari Daerah

Pendaftaran calon mahasiswa baru secara online melalui tiga jalur penerimaan mahasiswa baru Universitas Nusa Cendana (Undana) sudah selesai dilaksanakan. Walaupun pendaftaran mahasiswa baru secara online telah berjalan cukup lama, dengan pertimbangan untuk mempermudah dan menghemat biaya, baik bagi calon mahasiswa maupun perguruan tinggi penyelenggara. Demikian kata Wakil Rektor Bidang Akademik, DR. David B.W. Pandie, MS kepada wartawan media ini beberapa waktu lalu. Tetapi masih saja menjadi masalah bagi calon mahasiswa dari daerah.

Perubahan sistem pendaftaran dari cara manual ke sistem online hingga ini masih menjadi masalah tersendiri bagi calon mahasiswa. Berkaitan dengan itu, Buletin atau media kampus Undana mencoba turun untuk menemui pada pendaftar yang masih datang ke kampus Undana untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa. Beberapa orang yang berhasil ditemui media kampus Undana dilokasi pendaftaran di Puskom, rata-rata menyampaikan hal yang hampir sama dengan yang dikatakan Wellem I Pally,Siswa SMAN Pantar Kabupaten Alor, Ati Karolina, Siswi di salah satu SMA Swasta di Adonara, dan Meylinda Alberthus.

6.073 Calon Mahasiswa Ikut Ujian Jalur Mandiri

Sebanyak 6.073 lulusan SMA dan SMK lulusan tahun ini, maupun tahun-tahun sebelumnya, Jumat (7/7) telah mengikuti ujian tulis Seleksi Masuk Mandiri Undana tahun 2017. Para peserta terdiri dari 5.737 berasal Undana dan sisanya berasal kelas PDD Kabupaten Ngada dan Sumba Barat Daya. Demikian data peserta ujian Mandiri yang diperoleh dari Kabag. Pendidikan dan Kerjasama BAAKPSI Undana, Domu Natar, S.TP.

Menurutnya, jumlah peserta yang mengikuti ujian hari ini adalah sesuai data seksi pendaftaran penerimaan mahasiswa baru yang dibuka sejak tanggal 12 hingga 26 Juni pada pukul 08.00 hingga 14.00 Wita di gedung pusat komputer Undana. Jadi memang terlihat hari ini ada beberapa kursi yang kosong, berarti mereka tidak hadir, dan sampai pada akhir ujian status mereka dinyatakan gugur karena tidak hadir tanpa berita yang jelas.

Page 1 of 8

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  Next 
  •  End 
  • »