Unmus-Undana Jalin Kerjasama
07/04/2017
article thumbnail

DALAM rangka memajukan Universitas Musamus (Unmus) maupun Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, maka Unmus dan Undana menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut ditan [ ... ]


Undana Seleksi Lima Bank Umum
07/04/2017
article thumbnail


Kamis, (6/4), Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengadakan seleksi terhadap lima Bank umum di wilayah NTT yang nantinya akan menjadi Bank mitra dalam  [ ... ]


Artikel Lainnya

71 Mahasiswa PPG Undana Ikut Orientasi Awal

  • Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Guru

 

SEBANYAK 71 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Sarjana Mengajar di daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan (SM-3T),  mengikuti kuliah umum dan orientasi awal PPG SM-3T angkatan V tahun 2017 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana (Undana) di ruang aula lantai tiga Gedung Rektorat Undana Penfui, Selasa (14/2).

Pembantu Rektor Undana, Dr. David B. W. Pandie dalam paparan materinya tentang Kebijakan Pendidikan Karakter dalam perguruan tinggi menyoroti degradasi pendidikan karakter yang kini melanda Indonesia. Ia mengaku, sejak kemerdakaan hingga saat ini, Indonesia masih dililit masalah pendidikan karakter. Padahal, katanya, Indonesia dikagumi pada tataran internasional. “Hanya satu kata buat Indonesia yaitu, amazing (ajaib), karena memiliki ribuan pulau dengan aneka suku, agama, ras, golongan maupun keunggulan sumber daya alam yang melimpah,” cetusnya.

Karena itu, lanjutnya, tak heran bila Indonesia ingin dikuasai bangsa lain. Kendati demikian, orang Indonesia sendiri belum mampu mengakui dan menghargai keunggulan yang dimiliki Indonesia. “Kita justru tidak bangga dengan Indonesia, tetapi kita habiskan energi untuk berkelahi dengan hal-hal yang

tidak masuk akal,” ungkapnya. Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menginstruksikan tentang pentingnya revolusi mental. “Gerakan revolusioner sangat dibutuhkan karena Indonesia saat ini sedang berada pada ambang berbahaya,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak 71 mahasiswa PPG untuk menjadi garda terdepan dalam memajukan masa depan Indonesia, karena masa depan Indonesia ada di tangan guru. “Kepada saudara-saudara masa depan Indonesia  dipertaruhkan. Karena saudara memiliki spirit untuk mengubah Indonesia melalui revolusi mental,” tandas Dr. David Pandie. Ia mengatakan, Indonesia hari ini memiliki catatan buruk dalam hal korupsi, pengangguran kemiskinan, tingkat literasi yang rendah dan masalah lainnya. Hal itu, katanya, sebagai bagian dari lemahnya pendidikan karakter. Untuk itu, ia meminta agar para guru dapat memperbaiki sistim pendidikan guna mengembalikan pendidikan karakter. “Karena melalui pendidikan, kita bisa mengatasi masalah pendidikan karakter dan bsia mengubah Indonesia kearah yang lebih baik” tuturnya.

Sebelumnya Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D dalam sambutan sekaligus membuka kuliah umum dan orientasi tersebut mengapresiasi panitia PPG yang telah menyelenggarakan PPG selama ini, pun kepada para mahasiswa PPG Undana angkatan V. Ia berkomitmen untuk tetap menyelenggarakan PPG di Undana, meskipun pemerintah pusat melalui Kementerian Ristek Dikti telah menginstruksikan bahwa peserta PPG tahun ini merupakan yang terakhir mendapatkan beasiswa afirmasi pendanaan PPG dari DIPA Ditjen Belmawa Kementerian Ristek Dikti. Ia mengaku, bila tak ada pendanaan dari pemerintah, maka jumlah biaya yang harus ditanggung selama setahun menempuh PPG sebanyak Rp. 50 juta. Untuk itu, ia meminta agar para mahasiswa PPG dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengikuti PPG dengan baik. Terkait dengan prestasi mahasiswa PPG, kata Benu, pernah mendapat 100 persen hasil kelulusan.

Untuk itu, ia meminta kepada ke-71 mahasiswa PPG yang beru agar tetap mempertahankan prestasi yang telah ada. “Anak-anak harus komitmen, bagaimana menyiapkan materi hingga mengikuti ujian dan dinyatakan lulus 100 persen,” katanya.  Ia mengaku, dalam waktu dekat ini akan menyurati Gubernur dan walikota/bupati di NTT agar kedepan bisa mengakomodir mahasiswa alumni PPG. Pasalnya, kata dia, alumni PPG memiliki pengalaman dan kualitas mengajar yang baik.

Ketua Panitia Penyelenggara PPG, Drs.Fredik Bolang,M.Si dalam laporannya mengatakan 23 Perguruan Tinggi sebagai Lembaga Penyedia Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditugaskan PPG teramsuk FKIP Undana yang sudah menamatkan 3 angkatan. Tahun 2017 ini, katanya, adalah angkatan ke 4 Undana dan secara nasional angkatan ke 5. PPG dilaksanakan untuk memenuhi UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Dalam pelaksanaan PPG, jelasnya, terdapat kurikulum dan sistem pembelajaran yang terdiri dari cakupan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 7, sistem pembelajaran yang mencakup lokakarya atau workshop pengembangan pembelajaran, Program Pengalaman Lapangan (PPL), pengembangan perangkat pembelajaran mulai dari silabus, bahan ajar, media pembelajaran, perangkat evaluasi, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ke 71 peserta PPG tahun ini terdiri Pendidikan Bahasa Inggris 28 orang, Pendidikan Ekonomi 12 orang, Pendidikan Fisika 15 orang, Pendidikan Geografi 16 orang dan ditambah dengan 4 orang dari Unim, 3 orang dari UNM dan 3 orang dari Undiksa. PPG ini pun direncanakan akan dimulai pada Februari 2017 dan akan berakhir pada Desember 2017. Pantauan media ini, hadir pula Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Simon S. Ola, M.Hum, Penanggungjawab PPG Undana, Prof. I Gusti B. Arjana dan beberapa dosen FKIP Undana [refl/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh