Undana Gelar Rakor Bidang Perencanaan dan Keuangan
23/03/2017
article thumbnail

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana), kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan Bidang Perencanaan dan Keuangan selama tiga hari yakni dari tanggal 17 hingga 19 Maret 2017 di Hotel Silvia Maumer [ ... ]


Undana Berorientasi Entrepreunership University
16/03/2017
article thumbnail

MENJELANG usianya yang ke-55, status Universitas Nusa Cendana (Undana) yang sebelumnya sebagai Riset University, sekarang berorientasi sebagai Entrepreunership University. Sebelumnya Undana menerapkan [ ... ]


Artikel Lainnya

Rektor Undana : Jangan Remehkan Generasi Muda

REKTOR Universitas Nusa Cendana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D meminta kepada para orangtua, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat agar tidak meremehkan generasi muda. Khususnya, 1.279 lulusan Undana yang diwisuda tanggal 28 Februari 2017. Pasalnya, para lulusan Undana sebagai pemberi garansi, tetap eksisnya bangsa dan negara Indonesia lebih dari 1000 tahun. 
“Karena itu, jangan pernah meremehkan generasi muda, khsusnya anak-anakku yang diwisuda pada hari ini, karena merekalah sebagai pemberi garansi, tetap eksisnya bangsa dan negara ini lebih dari 1000 tahun,” tandas Rektor, Prof. Benu saat menyampaikan pidato pada prosesi Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Undana Periode Pertama Tahun 2017, Selasa (28/2) di Aula Undana Penfui,” katanya.

Meskipun para wisudawan Undana memiliki keragaman dalam latar belakang sosial, ekonomi, politik, dan agama. Namun Rektor,Prof.Fred Benu, meminta kepada orangtua, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk membuka ruang bagi generasi muda untuk mengoptimalkan potensi dan kelebihan yang dimiliki,agar para lulusan Undana mampu berekspresi mengisi sejumlah kekosongan dan kekurangan yang selama ini masih dialami dalam proses pembangunan bangsa.

“Kita tidak mungkin meniadakan sebagian dari mereka dalam perjalanan bangsa ini, hanya karena alasan sempit primordial. Hanya karena sebagian dari bangsa ini merasa diri paling berhak dalam menentukan perjalanan bangsa, sedangkan yang lain dianggap sebagai penonton,” tandasnya. Ia menegaska, bangsa Indonesia saat ini tidak sedang berdongeng untuk memajukan bangsa dengan kekuatan sekelompok orang seperti yang kini dilakukan Persiden Amerika, Donal Trump. Bangsa Indonesia, katanya, tidak boleh memberi ruang bagi lahir dan berkembangnya paham egosentris dengan mengabaikan keragaman.
“Bangsa ini hanya mungkin eksis jika kita mengakui adanya keberagaman. Bangsa ini hanya mungkin eksis lebih dari 1.000 tahun kalau masing-masing kita saling mengakui akan kelebihan dan kekurangan, untuk saling mengisi, melengkapi dan menggagas demi kemajuan bersama,” katanya. Ia mengataan, kesejahteraan suatu bangsa tidak tergantung pada kekayaan Sumber Daya Alam yang dimiliki, tetapi lebih ditentukan oleh kemauan para pemimpin untuk mengkonstruksi suatu kelembagaan sosial politik dan sosial ekonomi yang bersifat inklusif.
“Kita boleh belajar dari kondisi sosial politik dan ekonomi orang Nogale yang bermukim di Mexiko yang terpuruk dalam kemiskinan karena tipe kelembagaan extraktif yang dikembangkan. Dibanding dengan saudara orang Nogale yang bermukim di Negara Bagian Arizone-USA yang sangat sejahtera karena pemerintah Amerika yang menerapkan tipe kelembagaan sosial politik dan ekonomi yang inklusif,” jelasnya.
Ia mengatakan, paham keberagaman harus menjadi nilai penting dalam perjalanan bangsa Indonesuia. Dan ,paham tersebut, kata Prof. Fred Benu, baru dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui tampilan “Politik Sarungan” di awal tahun 2017. “Saat itu kita menyeksikan bagaimana Presiden Jokowi menaiki pesawat Kepresidenan Indonesia dengan memakai sarung dipadukan dengan jas dan peci,” ujarnya. Ia menambahkan, gaya politik Jokowi tersebut, kata Prof. Fred Benu, bisa dibaca sebagai simbol dalam merespon situasi sisial-politik, seperti isu intoleransi, ancaman kebhinekaan dan radikalisme yang akhir-akhir ini terjadi.
Dengan semangat keberagaman di Indonesia, para lulusan Undana yang memiliki latar belakang sosial-budaya dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disambut ditengah masyarakat dan dimanapun mereka berada. “Di tangan merekalah bangsa inui akan terus berjalan meraih prosperity (kesehahteraan, red) dan menmbangun peradaban sebagai sumbangsih yang berharga bagi kemanusiaan,” pungkas Prof. Benu.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada para wisuwawan dan orangtua/wali, jika selama dalam proses pendidikan di Undana, ada kebijakan dan pelayanan yang kurang memuaskan. Rektor beserta seluruh Civitas Akademika Undana pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat atas kepercayaan dan dukungan kepada Undana dalam memberikan pelayanan pendidikan tinggi.
Prosesi pelaksanaan wisuda kali ini sedikit berbeda karena baru pertama kali Undana mewisuda satu orang lulusan Program Doktor Ilmu Administrasi Undana atas nama, Dr.Drs.Acry Deodatus,MA. Pelaksanaan prosesi wisuda  dibagi menjadi dua sesi yaitu, sesi pertama dimulai Selasa, pukul 07.00 hingga 10.30 Wita, setelah itu akan dilanjutkan pada sesi kedua mulai pukul 13.00 hingga 16.30 Wita.
Wisuda sesi pertama sebanyak 640 orang wisudawan, dan sesi kedua 639 orang wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari Program Pascasarjana, sesi pertama 31 orang, dan sesi kedua 30 orang. Fakultas Kedokteran (Profesi), sesi pertama 14 orang, begitu juga sesi kedua 14 orang. Fakultas Kedokteran Hewan (Profesi), sesi pertama 8 orang, dan sesi kedua 8 orang. FKIP, sesi pertama 338 orang, sesi kedua 340 orang. Fapet, sesi pertama 16 orang, dan sesi kedua 16 orang. Fisip, sesi pertama 66 orang, dan sesi kedua sebanyak 67 orang. FH, sesi pertama 38 orang, dan sesi kedua 35 orang. Faperta, sesi pertama 21 orang, dan sesi kedua 24 orang. FKM, sesi pertama 23 orang, sesi kedua 24 orang. FST, sesi pertama 39 orang, dan sesi kedua 38 orang wisudawan.
Selanjutnya, Fakultas Kedokteran, sesi pertama 20 orang, sesi kedua 20 orang. Fakultas Kedokteran Hewan, sesi pertama 4 orang, sesi kedua 4 orang. Fakultas Keluatan dan Perikanan, sesi pertama 10 orang wisudawan, dan sesi kedua 9 orang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sesi pertama, 11 orang, dan  sesi kedua, sebanyak 10 orang wisudawan. 
Sementara lulusan terbaik yang diwisuda pada sesi pertama sebanyak 6 orang  yaitu SR.Angela Salome Tahan SSPS.,M.Kes (Ilmu Kesehatan Masyarakat PPS), lama studi 1,5/3 tahun IPK 4.00 lulus dengan predikat pujian. Domunikus R.Nama L, S.Pd (Pendidikan Fisika FKIP), dengan lama studi 4,5/9 tahun IPK 3,89 lulus dengan predikat pujian. Fatrisia A. Sapala,S.P (Agroteknologi Faperta), lama studi 4,5/9 tahun IPK 3,84 lulus dengan predikat pujian. Elisabeth M.M.Taga,S.Akun (Akuntansi FEB), lama studi 4,5/9 tahun IPK 3,81 lulus dengan predikat pujian. Ryanzha Putra Amalo, SH (Bagian Hukum Acara FH), lama studi 4,5/9 tahun IPK 3,70 lulus dengan pujian. Randy Meyanto Babys, S.Pi (Budidaya Perairan FKP), lama studi 4,5/9 IPK 3,51 lulus dengan pujian.
Selanjutnya, lulusan terbaik untuk sesi kedua, Novita Rosmianti H.Neolaka,S.Sos (Il.Adm.Negara FISIP), lama studi 3,5/7 tahun IPK 3,88, lulus dengan pujian. Renaldo A.Kasa,S.Si (Fisika FST), lama studi 3,5/7 tahun IPK 3,87 lulus dengan pujian. Ilham Revan Ananda, S.Ked (Pendidikan Dokter FK), lama studi 3,5/7 tahun IPK 3,84 lulus dengan pujian. Mega M.A.Bria Klau, S.KM (AKK FKM), lama studi 4,5/9, IPK 3,77 lulus dengan pujian. Lenstra T.R. Raing, S.Pt (Ilmu Peternakan Fapet), lama studi 4,5/9 IPK 3,65 lulus dengan pujian. Turut diwiduda dua orang sarjana asal Provinsi Papua yang menempuh pendidikan di Undana melalui Program Afirmasi Dikti (Adik). Pantauan media ini, turut hadir dalam acara wisuda Undana, Muspida NTT, Pimpinan TNI-Polri, Anggota Senat Undana, Rohaniawan dan orangtua wisudawan. [reff/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh