Lemhanas Studi Stretegis Dalam Negeri di Undana
24/07/2017
article thumbnail

Menjaring Aspirasi Untuk Atasi Persoalan DaerahGUNA menjaring aspirasi masyarakat dan para stakeholders di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi berbagai persoalan yang tengah meilit masy [ ... ]


Tingkatkan Persatuan dan Persaudaraan
24/07/2017
article thumbnail

Mahasiswa PPG Undana Ikut Halal BihalalDalam rangka meningkatkan persatuan dan mempererat persaudaraan, maka sebanyak 72 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Universitas Nusa Cendana (Undana) angaktan [ ... ]


Artikel Lainnya

PT Jadi Agen Pembangunan Ekonomi

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Mohamad Nasir mengatakan sudah saatnya perguruan tinggi (PT) harus melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi supaya lebih memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pembangunan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih memerankan dirinya sebagai agen pembangunan ekonomi (agent of economic development) di samping sebagai agen edukasi (agen of education) dan agen riset dan pembangunan (agent of research and development). “Jadi sesuai dengan tema Hardiknas pada 2 Mei 2017, “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi” sehingga perioritas kita meningkatkan tata kelola yang sudah jadi perhatian Kemenristekdikti sejak awal” kata Prof. Mohamad Nasir dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Rektor Undana, Prof. Fred Benu saat memimpin upacara peringatan Hardiknas di halaman depan kantor rektorat Undana Penfui, Selasa, (2/5).

Untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi, kata Menristekdikti, Prof. M Nasir, dapat dilakukan melalui beberapa cara; Pertama, dalam bidang pendidikan tinggi, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Perguruan tinggi telah lama mendapatkan kritikan dari dunia kerja dan industri bahwa lulusan perguruan tinggi tidak memiliki ketrampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Untuk itu, Kemenristekdikti telah mencanangkan program revitalisasi pendidikan vokasi. “Jadi pada tahap awal ada 12 politeknik negeri dan 1 politeknik kesehatan yang mengikuti program revitalisasi tersebut mencakup pembangunan kompetensi, restrukturisasi fasilitasi industri untuk praktek kerja atau pemagangan bagi mahasiswa dan dosen dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri,” kata Rektor Pred Benu dalam sambutan Menristekdikti.

Kedua, sebut Menristekdikti, dalam bidang penelitian, peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui hilirisasi penelitian di perguruan tinggi. “Jadi penelitian yang dilakukan oleh dosen di perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti setelah bisa menghasilkan publikasi, prototype atau paten. Penelitian perguruan tinggi harus dilanjutkan sampai mencapai technology readiness level Sembilan, kemudian dikerjasamakan dengan industri agar bisa diproduksi dan dipasarkan secara masal. Jadi, untuk dapat melakukan hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi, maka perguruan tinggi harus menetapkan kebijakan, strategi, dan program-program yang dapat mendukung hilirisasi penelitian di perguruan tinggi,” ujarnya.

Ketiga, dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kata Menristekdikti, peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui kerjasama yang lebih intensif lagi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan industry untuk menyelesaikan problem-problem rill yang dihadapi masyarakat sekitar perguruan tinggi, baik problem terkait produksi, distribusi maupun teknologi. Karena itu, Menristekdikti, Prof. M.Nasir meminta kepada pimpinan perguruan tinggi agar mampu membuat kebijakan yang menghargai bahkan memberikan insentif yang cukup bagi dosen-dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industry di daerah masing-masing.

Perlu Bangun Komitmen Yang Lebih Unggul

Pada kesempatan itu, Rektor, Prof. Fred Benu meminta kepada seluruh jajaran pimpinan Undana, tenaga pendidik (dosen) tenaga kependidikan (pegawai) dan mahasiswa untuk terus membangun satu komitmen yang lebih unggul dan tegas dalam menyiapkan generasi muda menyambut masa depan bangsa dan negara yang lebih baik. “Pada kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk mempersiapkan para mahasiswa sebagai generasi muda unggulan yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara, khususnya pembangunan di bidang pendidikan tinggi,” katanya.

Rektor, Prof. Fred Benu menuturkan, Undana saat ini sudah berubah status dari Satker menjadi PK-BLU, ini merupakan satu prestasi yang membanggakan, karena dengan adanya perubahan status baru tersebut, semata-mata untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan tinggi, sehingga kualitas lulusan Undana semakin baik untuk dapat bersaing baik ditingkat lokal, nasional bahkan internasional.

“Jadi salah satu prestasi yang membanggakan bagi Undana adalah pagi ini kita dapat menyaksikan tiga mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang berhasil mengharumkan nama Undana dan mendapat juara pada lomba Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) Wilayah VIII di Denpasar Bali atas nama Arga Y.Rihi Leo (Semester VIII FKIP Juara I Matematika). Siprianus S. Andreas dan Rafli Fafo (Semester VIII FKIP Juara I dan II Bidang Studi Kimia). Selain itu dua staf dosen pegawai Undana berkesempatan menerima piagam penghargaan dan Satyalancana 20 dan 30 tahun dari Presiden RI, Joko Widodo,” kata Benu. [ds/ovan/relf]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh