Tingkatkan Kekayaan Intelektual, Dosen Harus Rajin Meneliti
11/10/2017
article thumbnail

Untuk meningkatkan jumlah kekayaan intelektual (KI), para dosen di perguruan tinggi se-Indonesia harus rajin meneliti. Pasalnya, KI menjadi kunci ketahanan ekonomi sebuah negara maju maupun negera yan [ ... ]


Tingkatkan Daya Saing Bangsa
11/10/2017
article thumbnail

© Mahasiswa Harus Miliki Modal IntelektualGUNA meningkatkan daya saing bangsa, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) harus miliki modal intelektual, baik itu yang dapat dilihat maupun yang tida [ ... ]


Artikel Lainnya

Dokter Baru Diminta Berkorban Demi Kemanusiaan

Sebanyak 18 dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nusa Cendana (Undana) dilantik dan diambil sumpah oleh Dekan FK, dr. Bobby M. Koamesah. Para dokter tersebut adalah Adilhara A. Akal, S. Ked, dr. Andres Rizaldy Kehi, S.Ked, dr. Calvin V. Y. Anang, S.Ked, dr. Cahatarina L. S. Dengi Dando, dr. Eirene O. R. I. Kondi, S.Ked, dr. Irianty A. Patola, S.Ked, dr. Jeani A. R. Sedu, S.Ked, dr. Kartika R. Leki, S.Ked, dr. Kristina Molo, S.Ked, dr. Leonita V. Homalessy, S. Ked, dr. Lina M. F.F. Naitkakin, S.Ked, dr. Maria F. Itu, S.Ked, dr. Nurmalinda K. Mappapa, S.Ked, dr. Rexi R. Nunuhitu, S.Ked, dr. Rises C. Banggut, S.Ked, dr. Rizky M. Mooy, S.Ked, dr. Sri Hartati, S.Ked dan dr. Kieta A. P. Kerihi, S.Ked.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D dalam sambutannya meminta agar 18 dokter baru tersebut bisa melayani masyarakat dengan baik. Bahkan, berkorban demi kemanusiaan. “Jadi peristiwa bermartabat hari ini, tak hanya menjadi momen bahagia dan suka cita, disamping itu para dokter baru pun menyadari tanggungjwab untuk memberi diri dan berkorban demi kemanusiaan,” tegas Rektor, Prof. Fred saat memberikan sambutan pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah 18 dokter baru di Aula Undana, Selasa (18/07).

Ia mengatakan, keberhasilan dokter baru tersebut tidak terlepas dari upaya dan konsistensi dalam menjaga kualitas belajar selama menempuh pendidikan kedokteran di Undana. Seiring berjalannya waktu, jelas Prof.Benu, Undana semakin menunjukkan konsistensi dan kualitas melalui para lulusan. Hal ini ditandai dengan lulusan pendidikan dokter secara nasional selalu lulus dengan presentase 80-100 persen. Berkaitan dengan itu, kata Benu, kini banyak peminat yang hendak masuk Undana. Namun, Undana tidak pernah menerima calon mahasiswa kedokteran dengan upaya nepotisme. Apalagi, kini Undana telah beralih status menjadi Badan Layanan Umum, dimana Undana berupaya meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) setiap tahunnya.

“Target Undana, ingin agar PNBP bisa mencapai Rp 200 miliar. Angka ini mungkin lebih tinggi dari pendapatan asli daerah salah satu kabupaten di NTT,” tandasnya. Meski demikian, ia menegaskan, Undana tak pernah mengorbankan kualitas dalam penerimaan mahasiswa baru, khsusnya di FK “Salah satunya di setiap tahun kita mendapat nota titipan anak-anak pejabat untuk masuk Undana. Namun, Undana tak ingin mengorbankan kualitas untuk mendapat mahasiswa. Kelulusan calon mahasiswa baru semata-mata ditentukan dari hasil tes,” tegasnya. Untuk diketahui, FK Undana menjadi satu-satunya fakultas yang menerima mahasiswa dengan nilai paling tinggi degnan passing grade (batasan minimum) dari kisaran 75-100. Dihadapan para orangtua ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Undana untuk menghasilkan dokter baru.


Dokter, dipandang sebagai sebuah profesi kemanusiaan

Dekan FK Undana, dr. Bobby Koamesah, MMR, MPK dalam sambutannya mengatakan, dokter tah hanya dipandang sebagai sebuah profesi belaka. Namun, dokter harus dipandang sebagai sebuah profesi kemanusiaan. Dengan demikian, para dokter baru tak selamanya melayani dengan mengedepankan nama profesi kedokteran, namun profesi kemanusiaan. Dalam mencapai hasil tersebut, katanya, dokter baru, sebelumnya giat dan tekun belajar. Tak jarang mengeluarkan keringat bahkan darah. Karena itu ia meminta para dokter agar mematuhi sumpah dokter yang telah diucapkan. Menariknya, dr. Bobby menajak para dokter agar tetap menjaga komitmen sesuai dengan moto yang disampaikan para dokter baru. Beberapa moto yang ia sebutkan, memiliki makna melakukan pelayanan dengan baik seolah-olah hal tersebut merupakan momen terakhir dalam hidup. Dengan demikian, kata dia, para dokter bisa melakukan pelayanan dengan baik. Bahkan, berkorban demi kesehatan masyarakat. Ia mengajak, agar para dokter baru dapat melakukan pelayanan dengan sungguh-sungguh karena profesi kemanusiaan tak selalu mendapat imbalan, namun sebaliknya, berkorban demi kebaikan dan kemaslahatan masyarakat.

Sementara orangtua wali dokter baru. Drs. Aloysius D. Dando,MM dalam sambutannya, mengatakan apa yang diraih merupakan bukti dari kuasa Tuhan semata. Ia mengaku, orangtua merasa bangga dengan capaian putra-putri mereka yang telah menyandang status sebagai dokter. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan beberapa pihak diantaranya, Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan jajaranya, Dekan FK Undana, dr. Bobby dan jajarannya serta para staf pegawai di FK Undana. Dalam kesempatan tersebut ia meminta agar mahasiswa dapat menjaga citra dan nama baik Undana ketika berada di tengah masyarakat. Ia mengisahkan, beberapa keberhasilannya meningkatkan citra Undana di tengah masyarakat harus menjadi contoh bagi para dkter baru.

Salah satunya, adalah ketika ia dipercayakan untuk memberikan penyuluhan pada tahun 1960-an, di Amfoang tentang kesehatan. Ia mengaku, telah berhasil merubah pola pikir dan karakter masyarakat dalam menajga kesehatan, khsusnya kesehatan ibu menggunakan pil Keluarga Berencana (KB). Acara pelantikan dan pengambilan tersebut dihadiri beberapa undangan diantaranya, Direktur Rumah Sakit (RS) Internasional Siloam, Dr Hans Lie, Ketua Forum Komunikasi Orangtua Alumni FK, Ir. Ans Takalapeta, Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie, Mantan Dekan FK Undana, dr.A.A Heru Tjahyono, Sp.OG, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dra. Angelina Nabuasa, M.Si beserta para undangan lainnya. [refl/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh