PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK
19/09/2017
article thumbnail

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Raky [ ... ]


MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan
15/09/2017
article thumbnail

Makalah Dosen Undana akan DibukukanDalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja [ ... ]


Artikel Lainnya

Pius Bumi Kellen-Arnoldus Manu Mendaftar Hari Terakhir

  • Sebagai Balon Rektor Undana

Jadwal pendaftaran Bakal Calon (balon) rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Periode 2017-2021 dibuka sejak 1 hingga 4 Agustus 2017, hingga hari terakhir Jumat (4/8), sekitar pukul 14.30 telah mendaftar dua balon rektor Undana pada hari yang sama. Mereka adalah Dr.Drs.Pius Bumi Kellen,MM dan Dr. Arnoldus E. Manu, M.Si. Meski demikian dua balon tak mendaftar bersamaan. Dr. Pius sebagai pendaftar ke tiga datang di sekretariat pendaftaran sekitar pukul 14.30 Wita ditemani dua orang dosen yakni, Drs. Theo da Cunha,M.Si dosen FST dan Satunya lagi dosen Fisip Undana. Sementara, Dr. Arnoldus Manu sebagai pendaftar ke empat datang sekira pukul 15.15 ditemani Dekan Fapet, Ir. Gustaf Oematan, M.Si sejumlah pegawai dan dosen Fakultas Peternakan.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana Periode 2017-2021, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum saat menerima Dr. Pius maupun Dr. Arnoldus mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan, setiap orang berhak mencalonkan diri menjadi rektor Undana. “Terima kasih karena telah menggunakan hak dan memberi warna pada pesta demokrasi di Undana,” ujarnya. Ia meminta agar para balon rektor Undana dapat memasukan Laporan Hasil Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHK ASN) kepada panitia sebelum proses ferivikasi. Ia mengimbau kepada balon rektor yang belum melengkapi persayaratannya agar segera dilengkapi sebelum tanggal 10 Agustus mendatang. Pasalnya, kata dia, panitia akan melakukan verifikasi berkas pada tanggal 11 Agustus.

Ia menyebut, jika dalam verifikasi, ternyata ada balon yang tidak memenuhi syarat, maka pendaftaran akan tetap dibuka untuk mendapatkan minimal empat orang balon. Hal tersebut sesuai aturan senat dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pemilihan Pimpinan PT Negeri. Ia menegaskan, dengan terdaftarnya balon rektor Undana, Dr. Arnoldus Manu, maka total pendaftar telah berjumlah empat orang. Sebelumnya, Dr. Melkisedek Noh Bernabas Cervesius Neolaka, M.Si telah mendaftar di hari kedua sebagai pendaftar pertama dan Petahana Prof. Ir Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D mendaftar di hari ketiga sebagai pendaftar ke dua, sehingga pendaftaran telah resmi ditutup pukul 16.30 Wita sesuai dengan jam kerja di Undana pada hari Jumad, 4 Agustus 2017.

Usai mendaftar, Dr. Pius yang dimintai komentarnya mengaku sebagai warga Undana dirinya memiliki hak untuk mendaftarkan diri. “Saya sangat bangga dan berterima kasih, Sebagai warga Undana, saya juga punya hak dan memenuhi syarat untuk mendaftar. Buat saya kesempatan bisa mendaftar sebagai balon rektor saja adalah sebuah kebahagiaan dan rachmad Tuhan, karena tidak semua orang punya kesempatan yang baik untuk mendaftarkan diri menjadi calon rector Undana dalam pesta demokrasi mencari pemimpin Undana,” ujarnya. Ia mengaku, menjadi rektor bukan menjadi tujuannya, namum ia bersyukur kepada Tuhan, karena telah menggunakan kesempatan untuk mendaftar dan siap mengikuti proses suksesi rektor Undana selanjutnya. “Jadi saya merasa sangat bahagia karena turut berpartisipasi. Sebagai ASN, semua kesempatan sebagai apa saja, saya harus jawab. Bagi saya, tidak ada alasan untuk menolak karena saya memenuhi syarat,” tandasnya.

Ia menegaskan, dirinya tidak memiliki perasaan untuk bersaing merebut kursi nomor satu di Undana. Pasalnya, yang bersaing adalah orang-orang di dalam Undana sendiri. “Sebagai manusia normal, maka niat untuk menjadi rektor itu ada. Bukan bersaing seperti demokrasi di luar. Saya kira tidak, ini sangat persaudaraan,” jelasnya. Ia menambahkan, untuk terpilih semuanya tergantung kehendak Tuhan. “Jika Tuhan berkenan, maka moto sederhana yang saya bawa adalah, memberdayakan mahasiswa, majukan Undana, sejahterakan mahasiswa,” kata Pius Bumi Kellen mengakhiri percakapan dengan wartawan media ini. [rfl/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh