Pesan Perjuangan 3 Pahlawan Nasional Warnai Upacara Bendera 10 November di Undana
10/11/2017
article thumbnail

Jumat 10 November 2017 pukul 07.30, Universitas Nusa Cendana (Undana) memperingati 10 November sebagai hari pahlawan nasional yang ke-72 melalui upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Rektor, Pro [ ... ]


Bahas Pembangunan Daerah Tertinggal
01/11/2017
article thumbnail

Bappenas Gelar Seminar Akhir EKPDBadan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia menggelar seminar akhir Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) “Pembangunan Daerah Tertingga [ ... ]


Artikel Lainnya

Perangi Malaria, FK Undana Gelar Kuliah Tamu

GUNA memerangi penyakit menular malaria, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kuliah tamu dengan tema ‘Natural Immunity to Malaria the Role of B-Cels’ atau kekebalan alami terhadap peran sel b dasar malaria di Aula Undana, Senin (7/8). Pembicara tamu, Dr. Diana Hansen BMedSc, (Hons) Ph.D dari Walter dan Eliza Hall Institute of Medical Research dalam penjelasannya, mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi sejumlah penyakit menular termasuk hepatitis, tuberculosis (TB), demam berdarah maupun malaria.

Dalam invesitigasi tersebut, pihaknya fokus pada biologi molekular, yaitu cabang ilmu biologi yang berkecimpung dalam biomolekul seperti DNA, RNA, dan protein. Tujuan mereka melakukan investigasi adalah membangun vaksin dan obat-obatan baru untuk mengontrol penyakit seperti pengobatan terapi untuk mengatasi sejumlah penyakit termasuk malaria. Diana Hansen selama pemarapan materi kuliah dengan Bahasa Inggris mengatakan, penyakit malaria disebabkan oleh sengatan nyamuk demam berdarah yang berpindah dari satu orang ke orang lain. Selain itu, tumbuhnya jentik nyamuk juga diakibatkan oleh rendahnya masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Akibatnya, kini terdapat lebih dari 2.400 juta penduduk di dunia yang terjangkit penyakit malaria. Setiap tahun terdapat 215 juta pengidap penyakit malaria, dan kematian akibat penyakit malaria secara bertahap adalah 500 ribu jiwa per tahun.

Karena itu, tegasnya, manusia harus memahami sistim kekebalan alami tubuh agar dapat merespon parasit malaria. Sebab, manifestasi klinis malaria dapat menyebabkan, sebutnya, antara lain penyakit fever, anemia, respiratory distress (gangguan pernapasan), renal failure (gagal ginjal) dan malaria selebral. Upaya yang dilakukan untuk menekan parasit malaria, jelasnya, antara lain memiliki kekebalan tubuh alami yang steril, menyediakan respon antibody terhadap penyakit serta melakukan pengobatan anti malaria dengan rutin di klinik-klinik kesehatan maupun rumah sakit.

Sementara Rektor Undana, Prof.Ir Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D ketika membuka kuliah tamu tersebut menyambut baik kehadiran pembicara tunggal Dr. Diana. Ia mengatakan, kehadiran Dr. Diana sebagai bukti kerjasama Undana dengan Walter dan Eliza Hall Institute of Medical Research. Dengan pengetahuan dan pengalaman pembicara, ungkap Prof. Fred, kuliah tamu tersebut merupakan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen FK Undana untuk meningkatkan pemahaman terhadap penularan dan pencegahan penyakit malaria.

Sebab, penyakit malaria adalah salah satu penyakit yang selalu menjangkit masyarakat yang tinggal di daerah lahan kering seperti NTT. Ia mengaku, tak hanya isu kesehatan di wilayah lahan kering, namun di NTT juga terdapat isu-isu lain, seperti pendidikan, pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya. Ia meminta, mahasiswa dan dosen dapat mengikuti kuliah tamu tersebut dengan baik. Pantauan media ini, mahasiswa dan dosen FK Undana antusias mengikuti kuliah tamu tersebut. [rfl/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh