PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK
19/09/2017
article thumbnail

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Raky [ ... ]


MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan
15/09/2017
article thumbnail

Makalah Dosen Undana akan DibukukanDalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja [ ... ]


Artikel Lainnya

Anggaran Minim, Riset Dosen Menurun

Minimnya anggaran untuk riset dan penelitian menjadi alasan utama masih sedikitnya produk penelitian yang dihasilkan para dosen Universitas Nusa Cendana (Undana). Selain itu, tahun 2016 lalu, status Lembaga Penelitian (Lemlit) Undana turun status dari Utama menjadi Madya, karena kurangnya hasil penelitian dosen yang dipublikasikan melalui jurnal nasional maupun internasional, ungkap Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D saat menyampaikan materi di Workshop Metodologi Penelitian dan Review Proposal Tahun 2017 di ruang lantai dua Lembaga Penelitian Undana Penfui, Senin (14/8).

“Jadi keterlibatan para dosen Undana dalam penelitian dalam kurun waktu 2017 ini minim berdasarkan proposal yang disetujui untuk didanai dan dosen yang terlibat penelitian turun, disebabkan minimnya anggaran penelitian,” katanya.

Prof. Fred Benu menambahkan, penguatan penelitian merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh perguruan tinggi untuk menggeser kecenderungan kebijakan peningkatan akses ke peningkatan mutu. Pelaksanaan penelitian harus bermutu dan dapat diukur, karena penelitian itu adalah jantung perguruan tinggi.

Rektor, Fred Benu pada kesempatan itu sangat menyayangkan hasil penelitian dosen Undana di berbagai bidang sedikit saja yang terpublikasikan ke masyarakat luas. Karena itu ia meminta pada dosen Undana harus berpikir lebih jauh lagi dalam melakukan penelitian yakni hasil karyanya agar dapat digunakan oleh masyarakat banyak.

Di awal Januari 2017, Kemenristek, Prof.Mohammad Nasir telah mengeluarkan regulasi, agar para guru besar wajib setiap tahun satu kali saja mengeluarkan publikasi. Para Lektor Kepala dua tahun sekali. Jadi tahun 2017, diharapkan bisa ada 18.000 publikasi. Dengan terbitnya regulasi ini, diharapkan guru besar/professor lebih konsentrasi meneliti, begitu juga dengan para Lektor Kepala. [ds/rfl/ovan]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh