Undana Gelar Rakor Bidang Perencanaan dan Keuangan
23/03/2017
article thumbnail

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana), kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan Bidang Perencanaan dan Keuangan selama tiga hari yakni dari tanggal 17 hingga 19 Maret 2017 di Hotel Silvia Maumer [ ... ]


Undana Berorientasi Entrepreunership University
16/03/2017
article thumbnail

MENJELANG usianya yang ke-55, status Universitas Nusa Cendana (Undana) yang sebelumnya sebagai Riset University, sekarang berorientasi sebagai Entrepreunership University. Sebelumnya Undana menerapkan [ ... ]


Artikel Lainnya

Kemahasiswaan Undana Gelar FGD

Bagian Kemahasiswaan BAAKPSI Universitas Nusa Cendana (Undana),   menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang “ Percepatan Studi Mahasiswa Penerima Program Bantuan Bidikmisi”. Acara tersebut berlangusung di ruang CCTV lantai tiga Undana Penfui, Jumat, (4/11). Para Pembantu Dekan I dan III Fakultas di lingkungan Undana di undang sebagai peserta FGD dimaksud guna membahas hal-hal yang penting  agar bisa menunjang percepatan studi mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi. Tampil sebagai pembicara, selain Rektor, Prof. Fred Benu, Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B.W.Pandie, MS, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Prof.Drs. Mangadas Lumban Gaol, M.Si.,Ph.D, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof.Dr. Simon Sabon Ola,M.Hum dengan dipandu, Dr. Anthon S.Y. Kerihi,SE.,M.Si.

Rektor, Fred Benu, dalam pengantarnya mengatakan, salah satu kendala terbesar sebagai hambatan mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi dalam menyelesaikan studi tepat pada waktunya adalah keterlambatan dosen memasukan nilai ujian akhir semester mahasiswa pada jurusan/program studi. “Jadi selama ini saya menilai para dosen Undana tidak mentaati kalender akademik. Ketaatan asas kalender akademik

FH Undana Luncurkan Jurnal Internasional

  • Nusa Cendana Law Review

DALAM rangka memudahkan publikasi karya ilmiah maupun hasil penelitian para dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana) di jurnal ilmiah internasional, maka FH Undana menggelar Pelatihan dan Peluncuran Jurnal Internasional yang diberi nama Nusa Cendana Law Review. Pelatihan dan peluncuran jurnal internasional tersebut dilakukan di ruang video conference, lantai dua gedung FH Undana Penfui, Jumat (4/10). Dekan FH Undana, Yorhan Y. Nome, SH., M.Hum ketika membuka pelatihan dan peluncuran jurnal internasional tersebut mengaku, cita-cita untuk meluncurkan jurnal internasional tersebut adalah agar FH Undana bisa bersaing dengan fakultas hukum lain di wilayah Indonesia timur maupun Indonesia. Pasalnya, selama ini para dosen FH Undana hanya memublikasikan hasil penelitian di jurnal yang berstandar lokal maupun nasional.

Selain itu, kehadiran jurnal internasional  ini  pun, kata Yorhan, dapat dimanfaatkan oleh  11 Doktor yang ada di FH Undana  untuk mempublikasikan hasil penelitian, agar ke depan bisa didorong menjadi guru besar. “Jadi kehadiran jurnal internasional ini pun akan memberi kesempatan bagi 11 doktor yang ada

Bangun Sinergitas Pangan-Pariwisata Berwawasan One Health

 FKH Undana Gelar Seminar Nasional

DALAM rangka membangun sinergitas pangan dan pariwisata berwawasan one health di wilayah lahan kering kepulauan, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar seminar nasional ke-4 dengan tema “Sinergi Pembangunan Wilayah Lahan Kering Sebagai Kawasan Pendukung Pangan dan Pariwisata Berwawasan one Health” di Hotel Aston, Selasa (25/10). Perwakilan Indonesia one health University yang juga Guru Besar FKH Universitas Gajah Mada, Prof. drh. Wayan Artama, M.Sc., Ph.D dalam materinya tentang “Penerapan Konsep One Health” memaparkan one health bukan merupakan sebuah disiplin ilmu, tetapi merupakan sebuah konsep atau pendekatan untuk menangani penyakit, baik itu penyakit pada pangan, maupun penyakit yang ditimbulkan akibat pendekatan dan interaksi manusia dengan hewan di sebuah tempat wisata.

Ia mengatakan, industri pariwisata Indonesia telah menjadi bagian industri pariwisata dunia, sehingga kapanpun atau dimanapun, kesehatan pangan dan pencegahan serta pengobatan penyakit akibat kontak langsung manusia dengan hewan bisa dilakukan. Ia menjelaskan, dalam konsep one health, manusia

Sumba Jadi Pulau Ikonik

 Sebagai Motor Penggerak Pembangunan

SUMBA merupakan satu-satunya Pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang didukung pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai Pulau Ikonik pada tahun 2010. Pada saat yang sama, yayasan nonprofit Belanda, Hivos yang terinspirasi dari nilai-nilai kemanusiaan meluncurkan Pulau Ikonik Sumba (PIS). PIS bertujuan menyediakan akses terhadap energi terbarukan bagi penduduk Pulau Sumba guna mengakhiri ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta menjadi motor penggerak pembangunan. Demikian disampaikan Koordinator Global Program Energi Hivos Kantor Pusat Belanda, Eco Matser ketika memberikan kuliah umum dengan tema “Pulau Ikonik Sumba: Menuju 100 % Energi Terbarukan di Sumba” di ruang Aula lantai tiga gedung Rektorat Undana Penfui,  Kamis (20/10).

Eco yang saat itu didampingi oleh  Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam, Dr. Herry Kotta, MT memaparkan, sejak tahun 2010 semua Kabupaten di Pulau Sumba, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pemerintah Provinsi NTT bergabung menandatangani nota kesepahaman guna mewujudkan tujuan Pulau Ikonik Sumba. Pada bulan Nobember 2012, katanya, sebuah organisasi internasional besar, yaitu Bank Pembangunan Asia (ADB)

Dubes Teiseran Beri Kuliah Umum di Undana

DUTA Besar (Dubes) Indonesia untuk Republik Kuba, Drs. Teiseran Foun Cornelis memberi kuliah umum dengan tema “Kebijakan Penguatan Diplomasi Publik, Diplomasi Perbatasan dan Perlindungan WNI di Luar Negeri” di Aula lantai tiga Gedung Rektorat,  Undana Penfui, Rabu (20/10). Dalam pemaparan materi yang dipandu oleh Dekan Fisipol Undana, Dr.Frans Gana,M.Si, Teiseran mengungkapkan posisi NTT sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan dua negara, yaitu Australia dan Timor Leste. Ia menjelaskan, diplomasi merupakan instrumen dari politik luar negeri Republik Indonesia (RI). Sedangkan, politik luar negeri RI, kata Teiseran adalah bagian dari kebijakan nasional yang pelaksanaannya menggunakan prinsip bebas-aktif serta diabdikan bagi kepentingan nasional RI di segala bidang.

Selama menjalankan jabatan Dubes, ada lima tugas yang diplomat yang ia lakukan, yaitu: Pertama sebgai representatif, yaitu untuk mempresentasikan negara yang telah mengutusnya. Kedua, sebagai negosiator, memanajemen hubungan internasional yang ditempuh melalui jalur negosiasi. Ketiga, sebagai informan, sebagai sumber informasi tentang negara yang mengutusnya. Keempat, melindungi negara atau menjaga nama baik negara Indonesia sekaligus

Tiga Dokter Baru Undana Dilantik

FAKULTAS Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menambah lagi tiga orang dokter baru. Tiga dokter baru yang dilantik dan diambil sumpah tersebut adalah dr. Gerson Mangi, S.Ked, dr. Jeanyanty Y. Djarajoera, S.Ked dan dr. Angela Elsynot, S.Ked. Pengambilan sumpah dokter dihadapan rohaniawan disaksikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Dekan Fakultas Kedokteran (FK), dr. Bobby Koamesah, MMR, MMPK, para orang tua dokter baru serta tamu undangan lainnya di Aula FK Undana, Penfui, Jumat (14/10).

Rektor Undana, Prof. Fred Benu dalam sambutannya meminta agar para dokter didak hanya melayani masyarakat dengan kecerdasan intelektual saja, namun ketiga dokter pun diminta agar bisa menggunakan kecerdasan moral, spiritual, emosional dan sosial untuk berkarya di tengah masyarakat. “Tidak cukup hanya kecerdasan itelektual, namun kecerdasan lain pun diperlukan dalam pelayanan di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya. Benu pada kesempatan itu menyampaikan proficiat dan selamat kepada ketiga dokter yang dilantik dan diambil sumpah.  Ia mengatakan, capaian dr. Gerson, dr. Jean dan dr Angela merupakan prestasi baik bagi diri sendiri, dan juga bagi

Bangun Budaya Mutu, LPMPT Undana Gelar Bimtek

DALAM rangka membangun budaya mutu serta meningkatkan akreditasi program studi (Prodi) dan jurusan di Universitas Nusa Cendana (Undana), maka Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (LPMPT) Undana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI). Bimtek tersebut dilaksanakan di ruang teater lantai tiga gedung rektorat  Undana Penfui, selama dua hari, Rabu hingga Kamis (12-13/10/2016).

Anggota Tim Pengembang SPMI Kemenristekdikti,  Dr. Setyo Pratiwi dalam materinya tentang “Kebijakan Nasional SPMI” memaparkan pengembangan SPMI mengacu pada Undang-Undang (Undang-Undang) Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2014 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.  Namun, katanya, dalam perjalannya mengalami perkembangan yang dinamis. Sehigga, katanya, Permendikbud Nomor 50 Tahun 2014 diganti dengan Permendikti Nomor 62 Tahun 2016. Ia menjelaskan, dalam penjaminan mutu Pendidikan Tinggi (PT) terdapat sistem penjaminan mutu, standar pendidikan tinggi, akreditasi, Pengkalan Data Pendidikan Tinggi dan Lembaga Layanan PT. Mutu PT, ungkap Dr. Pratiwi, adalah

Kuliah Umum Antariksa di Undana

PUSAT Sains Antariksa (Pussainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menggelar kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana), Selasa (11/10) di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat, Undana Penfui. Peneliti Astronomi Antariksa, Pharam Priyatikanto dalam materinya tentang Matahari: Penggairah Cuaca Antariksa mengatakan, sains antariksa adalah cabang sains yang berurusan dengan daerah di luar atmosfer bumi, termasuk astronomi, astrofisika dan exobiologi. Kegiatan sains antariksa yang wajib dilakukan LAPAN meliputi cuaca antariksa, lingkugan antariksa dan strofisika. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Dengan mengutip United State Departemen of Defense, Pharam mengatakan kondisi dan fenomena lingkungan antariksa (dekat bumi) yang dapat mempengaruhi aset dan kegiatan antariksa. Cuaca antariksa, tambahnya, dipengaruhi aktivitas matahari, energetic particle event, variabilitas ionosfer, dan kejadian geofisika. Lingkungan antariksa, papar Pharam, merliputi bagian bawah ionosfer bumi (h-50 km) hingga luar angkasa yang didalamnya terdapat partikel pada asteroid dan meteoroid, pertikel bermuatan proton dan elektron, gelombang elektromagnet

Page 6 of 43