Pesan Perjuangan 3 Pahlawan Nasional Warnai Upacara Bendera 10 November di Undana
10/11/2017
article thumbnail

Jumat 10 November 2017 pukul 07.30, Universitas Nusa Cendana (Undana) memperingati 10 November sebagai hari pahlawan nasional yang ke-72 melalui upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Rektor, Pro [ ... ]


Bahas Pembangunan Daerah Tertinggal
01/11/2017
article thumbnail

Bappenas Gelar Seminar Akhir EKPDBadan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia menggelar seminar akhir Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) “Pembangunan Daerah Tertingga [ ... ]


Artikel Lainnya

Keragaman dan Perbedaan Perlu Ditegakkan

  • Undana Meriahkan Hari Lahir Pancasila dengan Pelepasan Balon Udara

PRESIDEN Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada seluruh komponen bangsa dan negara Indonesia agar menegakkan persatuan, meski berada di tengah keberagaman dan perbedaan. “Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita,” demikian ditegaskan Presiden Jokowi dalam pidato tertulis yang dibacakan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D pada upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di pelataran gedung rektorat Undana Penfui, Kamis (31/5), yang dihadiri unsur pimpinan, dosen, pegawai serta mahasiswa Undana.

Presiden Jokowi mengatakan peringatan hari lahir Pancasila tahun 2017 merupakan yang pertama sejak kemerdekaan Indonesia. “Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Rektor Titipkan Empat Pilar di Pundak Mahasiswa

  • Saat Melantik Pengurus BEM-BLM Undana

REKTOR Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D menitipkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI dan Bhineka Tungal Ika di pundak mahasiswa. Hal ini menyusul adanya dugaan bahwa sejumlah mahasiswa di Indonesia kini turut mendukung upaya penolakan terhadap empat pilar bangsa tersebut.

“Mahasiswa di NTT harus berdiri di garda paling depan, jika ada yang mencoba mempertanyakan bahkan menggugat kehadiran Pancasila dan tiga pilar lainnya. Apalagi beberapa waktu lalu sekitar ribuan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mendeklarasikan menolak eksistensi Pancasila” kata Benu ketika memberi sambutan pada acara Pelantikan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Undana 2017 di ruang aula lantai tiga gedung rektorat Undana, Penfui, Jumat (26/5).

Ia menegaskan, Pancasila dilahirkan di Ende, NTT sehingga Pancasila sesungguhnya adalah milik pusaka orang NTT. Karena itu, mahasiswa harus menjaganya bila ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba menggugat dasar negara tersebut. Ia menjelaskan, hari-hari ini kampus menjadi sorotan, karena banyak mahasiswa yang kini tidak setia terhadap empat pilar bangsa dan negara. Untuk itu, katanaya, Undana akan tetap mengajarkan mata kuliah Pancasila dan lebih menekankan pada 46 butir-butir Pancasila.

Tanamkan Budaya Anti Korupsi Kepada Mahasiswa

  • PAKU Undana Gelar Seminar Nasional

Dalam upaya menanamkan budaya anti korupsi kepada mahasiswa, khsusnya mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Pusat Anti Korupsi (Paku) Undana menggelar seminar nasional bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Pemberantasan Korupsi” di ruang aula lantai tiga Undana, Selasa (23/5). Seminar yang dipandu Ketua PAKU, Bill Nope, SH., LLM tersebut menghadirkan tiga pembicara yakni, Deputi Informasi Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harry Budiarto, Aktivis Anti Korupsi pada Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR), Paul Sinlaeloe dan Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa.

Deputi Informasi Data, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harry Budiarto dalam materinya tentang Pemberantasan Korupsi di Indonesia dan Peran Mahasiswa mengatakan upaya pemberantasan korupsi yang diberikan kepada KPK tidak semata-mata merupakan tugas KPK, namun lembaga-lembaga lain seperti Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan, Pengadilan Tipikor bahkan masyarakat dan mahasiswa.

Indonesia Perlu Industri Hijau

  • Mencegah Kerusakan Lingkungan

GUNA menjaga keberlangsungan serta mencegah kerusakan lingkungan, maka Indonesia memerlukan Industri hijau. Penerapan standar industri hijau di setiap industri diyakini mampu menjaga keberlangsungan lingkungan hidup, mencegah kerusakan lingkungan hidup yang dapat merugikan masyarkat. Demikian sari pendapat dari tiga narasumber, yakni Direktur Perdagangan, Perdindustrian, Investasi dan Kekayaan Intelektual Kemenlu, Tri Purna Jaya, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Lingkungan Hidup, Untung Supadi dan Perwakilan Unedo Country Leader, Haris Fadilah ketika menjadi pembicara pada Seminar dan Jaring Masukan Daerah tentang “Peningkatan Potensi Kerjasama Indonesia-Unedo Melalui Industri Hijau” yang digelar di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana, Senin (22/5).

Tri Purnajaya dalam materinya tentang Kerjasama Indonesia-Unido melalui industri hijau mengatakan sejak Indonesia menjadi anggota Unedo pada 21 Januari 1980, hingga saat ini, UNEDO tercatat telah melaksanakan lebih dari 90 proyek kerjasama Indonesia dengan nilai lebih dari USD 95 juta. Ia menjelaskan, program Unedo Country untuk Indonesia pada tahun 2016-2020 terdiri dari 13 proyek kerjasama bernilai USD 40 juta, diantaranya mengurangi kemiskinan, memnyediakan energi listrik untuk masyarakat menengah ke bawah, meningkatkan lingkungan dan produksi yang bersih, hubungan dan pengembangan industri yang berkelanjutan.

Kementan-Undana Jalin Kerjasama

BADAN Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian (Kementan) RI dan Universitas Nusa Cendana (Undana) sepakat menjalin kerjasama di bidang pertanian, khsusnya pengembangan teknologi dan inovasi terhadap tanaman pangan, seperti sorgum, jeruk maupun biopestisida agar dikembangkan secara massal. Kerjasama tersebut ditandai dengan pendandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh kedua belah pihak masing-masing diwakuli Dr. Muhammad Sahin (Kepala Badan Litbang Kementan RI) dan Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D.

Pada kesempatan tersebut Dr. Muhammad Sahin mengatakan penandatanganan MoU dilakukan kedua pihak karena pengembangan pangan tidak saja dilakukan di lahan basah, tetapi di area lahan kering seperti NTT. Pengembangan pangan tidak saja dilakukan terhadap tanaman padi, tetapi pangan lainnya seperti sorgum,

jeruk dan lainnya kerena menurutnya pangan tak boleh dibeda-bedakan. “Jadi bagi saya tidak ada pangan alternatif. Jika kita mengatakan pangan alternatif, maka ada pangan yang paling superior dan ada yang tidak, padahal semuanya bisa dikonsumsi,” katanya. Untuk itu, ia mengaku sebelumnuya telah ke Flores Timur guna memantau lokasi pengembangan sorgum. “Di Flores Timur, dari 1.000 hektar yang disediakan, sudah sekitar 772 hektar sorgum telah dibudidayakan,” katanya.

PT Jadi Agen Pembangunan Ekonomi

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Mohamad Nasir mengatakan sudah saatnya perguruan tinggi (PT) harus melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi supaya lebih memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pembangunan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih memerankan dirinya sebagai agen pembangunan ekonomi (agent of economic development) di samping sebagai agen edukasi (agen of education) dan agen riset dan pembangunan (agent of research and development). “Jadi sesuai dengan tema Hardiknas pada 2 Mei 2017, “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi” sehingga perioritas kita meningkatkan tata kelola yang sudah jadi perhatian Kemenristekdikti sejak awal” kata Prof. Mohamad Nasir dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh Rektor Undana, Prof. Fred Benu saat memimpin upacara peringatan Hardiknas di halaman depan kantor rektorat Undana Penfui, Selasa, (2/5).

Untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi, kata Menristekdikti, Prof. M Nasir, dapat dilakukan melalui beberapa cara; Pertama, dalam bidang pendidikan tinggi, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Perguruan tinggi telah lama mendapatkan kritikan dari dunia kerja dan industri bahwa lulusan perguruan tinggi tidak memiliki ketrampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Untuk itu, Kemenristekdikti telah mencanangkan program revitalisasi pendidikan vokasi. “Jadi pada tahap awal ada 12 politeknik negeri dan 1 politeknik kesehatan yang mengikuti program revitalisasi tersebut mencakup pembangunan kompetensi, restrukturisasi fasilitasi industri untuk praktek kerja atau pemagangan bagi mahasiswa dan dosen dengan tujuan untuk mengembangkan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri,” kata Rektor Pred Benu dalam sambutan Menristekdikti.

Komunitas PT di NTT Sampaikan Pernyataan Sikap

  • Setia Pada Empat Pilar Kebangsaan

KOMUNITAS Perguruan Tinggi (PT) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi bersama menyampaikan kesetiaan mereka kepada empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Taman Nostalgia Kupang, Kamis (11/5). Pernyataan sikap tersebut dilakukan menyusul adanya ujian terhadap kebhinekaan Indonesia, ancaman terhadap eksistensi bangsa Indonesia yang dilakukan sekelompkk kecil orang, karena kepentingan sesat yang pragmatis dan egoisme sepihak.

Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengatakan negara ini dimerdekakan dengan mengorbankan nyawa, meneteskan darah dan air mata yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan pragmatis segelintir orang dengan paham radikal yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa. “Sikap dan perilaku intoleransi, keinginan mengganti Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, dan menggugat kembali eksistensi NKRI adalah sikap, perilaku dan hasrat yang tidak boleh diberi ruang dan waktu sekecil apapun untuk diaktualisasikan,” tegas Prof. Fred Benu.

Jepang Kerjasama Dengan Undana

Visi Universitas Nusa Cendana, “Undana Perguruan Berorientasi Global” ternyata bukan mimpi belaka. Terbukti, Kamis, (27/4), di ruang kerja lantai dua Undana Penfui, Rektor, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D menerima Consulate General of Jepan (CGJ, Hirohisa CHIBA, yang datang khusus di Undana menawarkan kerjasama dalam berbagai bidang, salah satunya adalah melakukan pertukaran mahasiswa untuk belajar bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia. Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D, Kepala IRO, Prof. Heri Lalel, dosen FST, dan dosen FST, Frederika Rambu Ngana,
Dalam pertemuan terbatas tersebut, tamu Undana, Hirohisa CHIBA mendapat gambaran kerjasama sebelumnya oleh Rektor, Prof. Fred Benu, antara universitas Tokyo Jepang dengan Undana tentang beasiswa dari Japan International Coorperation Agency (JICA) dan workshop sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan di Provinsi NTT pada tahun 2007. “Jadi khusus di Undana, kami sudah melakukan kerjasama, dan sampai dengan saat ini, mahasiswa dari universitas Tokyo Jepang yang sedang melakukan penelitian di Kabupaten Rote Ndao dibimbing oleh dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan, Prof.Ir.Ricky Gimin,M.Sc.,Ph.D. Undana lebih banyak melakukan kerjasama dengan Australia bagian selatan dan New Selant, karena lebih dekat. Pada intinya, pihak Undana selalu siap bekerjasama dengan Jepang, asalkan harus ada follow upnya,” ujar Benu.

Page 7 of 11