Undana Gelar Rakor Bidang Perencanaan dan Keuangan
23/03/2017
article thumbnail

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana), kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan Bidang Perencanaan dan Keuangan selama tiga hari yakni dari tanggal 17 hingga 19 Maret 2017 di Hotel Silvia Maumer [ ... ]


Undana Berorientasi Entrepreunership University
16/03/2017
article thumbnail

MENJELANG usianya yang ke-55, status Universitas Nusa Cendana (Undana) yang sebelumnya sebagai Riset University, sekarang berorientasi sebagai Entrepreunership University. Sebelumnya Undana menerapkan [ ... ]


Artikel Lainnya

Tingkatkan Kebersamaan, Panitia Gelar Dekan Fisip Cup

 Tim Futsal FK Raih Juara I

DALAM rangka meningkatkan kebersamaan dan sportivitas serta memepererat tali persahabatan antara para tenaga pendidik, kependidikan, satuan pengaman kampus (SPK) dan tenaga pembersih di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana), maka panitia menggelar turnamen Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Cup. Demikian disampaikan Ketua Panitia Dekan Fisip Cup, Anwar Yahya di sela-sela pertandingan final antara Tim Kedokteran dan SPK, Rabu (5/10) malam.

Ia mengatakan, Dekan Fisip Cup merupakan even perdana yang baru digelar panitia pada tahun ini. Dan, cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam turnamen ini hanya futsal. Pasalnya, futsal merupakan cabor yang kini banyak digemari para pencinta olahraga. “Jadi selama ini hanya dikenal dengan Fisip Cup, namun kali ini kami menggelar even berbeda yakni Dekan Fisip Cup, dan cabang olahraga yang dipertandingkan adalah futsal,” ujarnya. Selain itu, turnamen ini pun digelar dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) dan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober. Untuk itu, lanjutnya, kedepan event ini akan tetap digelar setiap tahun. “Karena ada piala

Sikapi Perubahan Iklim

 Lemlit Undana Gelar Seminar  Nasional

LEMBAGA Penelitian (Lemlit) Universitas Nusa Cendana (Undana), menggelar seminar nasional sehari dengan topik “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Daerah Semiringkai Kepulauan serta Pengarusutamaannya dalam kebijakan embangunan nasional  di Daerah”, Selasa (4/10) di Hotel Naka Kupang. Seminar tersebut dilakukan guna  menyikapi perubahan iklim sebagai dampak dari pemanasan global yang telah menyebabkan terjadinya kekeringan, meningkatnya suhu bumi, naiknya permukaan air laut, banjir dan badai besar lainnya, yang kemudian menyebabkan gagal panen, merebaknya berbagai penyakit, rusaknya insfrastruktur, meningkatnya harga hasil pertanian dan sejumlah bencana kemanusiaan lainnya.

Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Ema Rahmawati, M.Sc dalam materinya “Kebijakan Perubahan Iklim di Dunia dan Indonesia” memaparkan konversi perubahan iklim telah dimulai sejak Protokol Kyoto pada tahun 1997 di New York dan perjanjian Paris pada Desember 2015. Indonesia, katanya telah meratigfikasi melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1994. Protokol Kyoto, kata dia, telah mengatur penurunan emisi gas di negara maju. Namun, belum

Tingkatkan Sinergitas Civitas, Alumni dan Pemerintah

 HUT ke-53 Fapet Undana Diwarnai Aneka Kegiatan

DALAM rangka meningkatkan sinergitas antara Civitas Akademika, Alumni dan Pemerintah, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aneka kegiatan di hari ulang tahun (HUT) ke-53. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Civitas Akademika Fapet Undana dan alumni guna memeriahkan acara hari ulang tahun Fapet dimaksud. Demikian disampaikan Ketua Alumni Fapet Undana, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si disela-sela acara usai mengikuti rangkaian kegiatan jalan santai, donor darah dan temu alumni di pelataran Kantor Fapet Undana Penfui, Jumat (30/9).

Mantan Wagub NTT, Esthon L. Foenay mengatakan, sebagai alumni Fapet, dirinya merasa bangga bisa melibatkan diri dalam kegiatan perayaan dimaksud, untuk  dapat meningkatkan kebersamaan antara civitas Akademika, Almumni maupun dengan Pemerintah, sebagai wujud dari pengejahwantaan pendidikan berbasis karakter. Pendidikan karakter di Fapet, katanya, menjadi pilar dan lokomotif dari semua fakultas di Undana. “Ini karena Fapet merupakan fakultas eksakta yang pertama di Undana, sehingga bisa memberi resonansi yang kuat untuk aksesibilitas Undana yang menjadi universitas pembina bagi PTN-PTS lain  di NTT,” katanya.

Undana tak Terima Donasi Luluskan Guru Bersertifikasi

 Undana Gelar Sosialisasi Instruktur PLPG

REKTOR Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D menegaskan, Undana tak menerima donasi atau bantuan dari pihak manapun untuk meluluskan para guru yang hendak disertifikasi. Pasalnya, untuk menjadi guru yang berkualitas dan berintelektual, maka guru harus menunjukan kecerdasan intelektual, emosional, spritual dan sosial untuk mengikuti setiap tahapan dengan baik untuk menjadi guru bersertifikasi. “Jadi tolong sampaikan kepada publik, Undana tidak menerima donasi dari manapun untuk meluluskan guru bersertifikasi, karena para guru harus menggunakan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial untuk meraih sertifikasi tersebut,” kata Rektor Fred Benu ketika tampil menjadi narasumber dalam sosialisasi tentang “Penyegaran Instruktur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru” di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana Penfui, Kamis (29/9).

Ia menambahkan, pihaknya selalu dihubungi masyarakat, terutama para guru, yang menanyakan kelulusan mereka. “Saya selalu dihubungi para guru, dan mereka bilang sudah bayar sekian, namun tidak lulus,” ujarnya sembari menegaskan, tidak ada cara-cara seperti itu yang dilakukan Undana. Hal tersebut, katanya, merupakan perbuatan dosa terhadap dunia pendidikan. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya hendak melakukan mutasi terhadap beberapa staf administrasi di FKIP Undana yang berurusan dengan sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Ia menjelaskan, para guru yang disebut

Bekali Generasi Muda dengan Karakter Bangsa

Undana Gelar Seminar Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia

PERAN Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, khsusnya Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam melakukan fungsi Tri Dharma PT diharapkan tidak hanya membekali generasi  muda dengan ilmu pendidikan dan teknologi (iptek), namun PT pun dituntut agar wajib membekali generasi muda dengan karakter bangsa. Pasalnya, bila generasi muda hanya memiliki iptek, dan tidak berkarakter bangsa, maka generasi muda bisa menyalahgunakan iptek untuk merugikan diri sendiri, sesama anak bangsa, bahkan masa depan bangsa Indonesia.

Demikian sari pendapat Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu ketika tampil sebagai narasumber dalam seminar sehari “Pengembangan Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia: Kondisi dan Prospek Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan”, di ruang teater lantai tiga Undana Penfui, Selasa (27/9) .

Dalam materinya dengan tema “Perguruan Tinggi, Pembangunan Karakter dan Kemajuan Bangsa”, Prof. Benu, mengisahkan kesuksesan Jepang di tangan Kaisar Tokugawa yang diawali tahun 1853, dengan tibanya misi pelayaran Commodore

Jamal Wiwoho : Tingkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara di Undana

DALAM rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia, maka Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan PendidikaN Tinggi, Prof. Prof. Dr. Jamal Wiwoho, Selasa (27/9) melakukan seminar dengan tajuk “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara di PendidikanTinggi Negeri (PTN) di ruang teater lantai tiga Undana Penfui.

Ia memaparkan, ada tiga masalah urgen yang harus diperhatikan, yakni tentang pengelolaan keuangan, pengelolaan aset dan pengadaan barang dan jasa. Terkait dengan pengelolaan keuangan, jelas Prof. Jamal, sudah ada beberapa rektor PTN yang dalam istilahnya terpaksa kuliah di lembaga pemasyarakatn (LP), bukan di kampus, lantaran tidak mempu mengelola keuangan negara. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara tersebut, katanya, ketika rektor menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Tak hanya rektor, ia menyebut, peran pembantu rektor bidang administrasi dan keuangan pun memiliki kedudukan yang sama. “Jadi saya tidak menakut-nakuti rektor maupun pembantu rektor dua, tetapi dengan kenyataan tersebut, kita termotivasi untuk mempertanggungjawabkan keuangan negara dengan baik.

Kembangkan Cara Berbagi Informasi Hama Tanaman

 LLTLKK  Undana Bakal Dilengkapi Remote Diagnostic

DALAM rangka mengembangkan sebuah cara baru dalam membagi informasi tentang hama tanaman, serta menyediakan alat diagnosis, UPT Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK) Undana akan dilengkapi dengan alat, remote diagnostic. Demikian disampaikan Plant Biosecurity Toolbox Project Leader, Dr. Gary Kong ketika memberi kuliah umum dengan tema Remote Diagnostic in Indonesia di ruang teater lantai tiga Undana Penfui, Kamis (22/9).

Ia menjelaskan, dengan menggunakan peralatan mikroskop serta bantuan internet, seperti skype, dapat menolong para petani maupun peneilti dalam mengakses informasi, terutama mengidentifikasi hama penyakit kemudian membuat keputusan dalam mengatasi hama tersebut. Ia mengatakan, petani dan peneliti bisa menggunakan handpone atau kamera yang telah dilengkapi dengan internet bisa digunakan untuk mengakses gambar dari tanaman, sehingga memudahkan penyebaran informasi. Dikatakannya, Indonesia terdiri dari daerah kepulauan, sehingga jarak antar satu pulau dengan lainnya sangat jauh, atau areal pertanian yang jauh dari permukiman, sehingga alat tersebut tepat digunakan di Indonesia, termasuk NTT. Untuk itu, dengan penggunaan mikroskop

Exel Fanggidae, Terancam Dikeluarkan Dari Undana

MAHASISWA semester I Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Tekik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), Exel Fanggidae terancam akan dikeluarkan dari statusnya sebagai mahasiswa, menyusul adanya aksi konfoi motor dengan membunyikan klakson motor dan “ugal-ugalan” dijalan dibawah pimpinan dirinya di dalam lingkungan Undana. Keributan tersebut bermula ketika, Exel mengomandoi sekitar 30-mahasiswa dari jurusan itu untuk ikut bersamanya dalam konfoi motor, usai mengikuti kuliah pada sore hari, sekitar pukul 16.00 Wita, Senin (19/9). Tak disangka, aksi konfoi tersebut diketahui oleh Rektor, Prof. Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D yang pada saat itu tidak dengan sengaja memantau UPT. Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK). Tak terima dengan aksi ‘nakal’ tersebut, sang Rektor kemudian mengejar gerombolan konfoi untuk menghentikan aksi tak terpuji itu.

Pasalnya, aksi tersebut sangat gaduh dan menganggu kenyamanan aktivitas perkuliahan di kampus, terutama di sekitar Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politk, Fakultas Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selasa (20/9), sekitar pukul 10.00 Wita, sejumlah mahasiswa konfoi tersebut berhasil dikumpulkan oleh Satuan Pengaman Kampus (SPK) di ruang aula lantai tiga rektorat

Page 7 of 43