Unmus-Undana Jalin Kerjasama
07/04/2017
article thumbnail

DALAM rangka memajukan Universitas Musamus (Unmus) maupun Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, maka Unmus dan Undana menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut ditan [ ... ]


Undana Seleksi Lima Bank Umum
07/04/2017
article thumbnail


Kamis, (6/4), Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengadakan seleksi terhadap lima Bank umum di wilayah NTT yang nantinya akan menjadi Bank mitra dalam  [ ... ]


Artikel Lainnya

Tingkatkan Sinergitas Civitas, Alumni dan Pemerintah

 HUT ke-53 Fapet Undana Diwarnai Aneka Kegiatan

DALAM rangka meningkatkan sinergitas antara Civitas Akademika, Alumni dan Pemerintah, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aneka kegiatan di hari ulang tahun (HUT) ke-53. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari Civitas Akademika Fapet Undana dan alumni guna memeriahkan acara hari ulang tahun Fapet dimaksud. Demikian disampaikan Ketua Alumni Fapet Undana, Ir. Esthon L. Foenay, M.Si disela-sela acara usai mengikuti rangkaian kegiatan jalan santai, donor darah dan temu alumni di pelataran Kantor Fapet Undana Penfui, Jumat (30/9).

Mantan Wagub NTT, Esthon L. Foenay mengatakan, sebagai alumni Fapet, dirinya merasa bangga bisa melibatkan diri dalam kegiatan perayaan dimaksud, untuk  dapat meningkatkan kebersamaan antara civitas Akademika, Almumni maupun dengan Pemerintah, sebagai wujud dari pengejahwantaan pendidikan berbasis karakter. Pendidikan karakter di Fapet, katanya, menjadi pilar dan lokomotif dari semua fakultas di Undana. “Ini karena Fapet merupakan fakultas eksakta yang pertama di Undana, sehingga bisa memberi resonansi yang kuat untuk aksesibilitas Undana yang menjadi universitas pembina bagi PTN-PTS lain  di NTT,” katanya.

Undana tak Terima Donasi Luluskan Guru Bersertifikasi

 Undana Gelar Sosialisasi Instruktur PLPG

REKTOR Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D menegaskan, Undana tak menerima donasi atau bantuan dari pihak manapun untuk meluluskan para guru yang hendak disertifikasi. Pasalnya, untuk menjadi guru yang berkualitas dan berintelektual, maka guru harus menunjukan kecerdasan intelektual, emosional, spritual dan sosial untuk mengikuti setiap tahapan dengan baik untuk menjadi guru bersertifikasi. “Jadi tolong sampaikan kepada publik, Undana tidak menerima donasi dari manapun untuk meluluskan guru bersertifikasi, karena para guru harus menggunakan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan sosial untuk meraih sertifikasi tersebut,” kata Rektor Fred Benu ketika tampil menjadi narasumber dalam sosialisasi tentang “Penyegaran Instruktur Pendidikan dan Latihan Profesi Guru” di ruang teater lantai tiga Gedung Rektorat Undana Penfui, Kamis (29/9).

Ia menambahkan, pihaknya selalu dihubungi masyarakat, terutama para guru, yang menanyakan kelulusan mereka. “Saya selalu dihubungi para guru, dan mereka bilang sudah bayar sekian, namun tidak lulus,” ujarnya sembari menegaskan, tidak ada cara-cara seperti itu yang dilakukan Undana. Hal tersebut, katanya, merupakan perbuatan dosa terhadap dunia pendidikan. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya hendak melakukan mutasi terhadap beberapa staf administrasi di FKIP Undana yang berurusan dengan sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Ia menjelaskan, para guru yang disebut

Bekali Generasi Muda dengan Karakter Bangsa

Undana Gelar Seminar Pengembangan Sistem Pendidikan di Indonesia

PERAN Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, khsusnya Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam melakukan fungsi Tri Dharma PT diharapkan tidak hanya membekali generasi  muda dengan ilmu pendidikan dan teknologi (iptek), namun PT pun dituntut agar wajib membekali generasi muda dengan karakter bangsa. Pasalnya, bila generasi muda hanya memiliki iptek, dan tidak berkarakter bangsa, maka generasi muda bisa menyalahgunakan iptek untuk merugikan diri sendiri, sesama anak bangsa, bahkan masa depan bangsa Indonesia.

Demikian sari pendapat Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu ketika tampil sebagai narasumber dalam seminar sehari “Pengembangan Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia: Kondisi dan Prospek Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan”, di ruang teater lantai tiga Undana Penfui, Selasa (27/9) .

Dalam materinya dengan tema “Perguruan Tinggi, Pembangunan Karakter dan Kemajuan Bangsa”, Prof. Benu, mengisahkan kesuksesan Jepang di tangan Kaisar Tokugawa yang diawali tahun 1853, dengan tibanya misi pelayaran Commodore

Jamal Wiwoho : Tingkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara di Undana

DALAM rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia, maka Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan PendidikaN Tinggi, Prof. Prof. Dr. Jamal Wiwoho, Selasa (27/9) melakukan seminar dengan tajuk “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara di PendidikanTinggi Negeri (PTN) di ruang teater lantai tiga Undana Penfui.

Ia memaparkan, ada tiga masalah urgen yang harus diperhatikan, yakni tentang pengelolaan keuangan, pengelolaan aset dan pengadaan barang dan jasa. Terkait dengan pengelolaan keuangan, jelas Prof. Jamal, sudah ada beberapa rektor PTN yang dalam istilahnya terpaksa kuliah di lembaga pemasyarakatn (LP), bukan di kampus, lantaran tidak mempu mengelola keuangan negara. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara tersebut, katanya, ketika rektor menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Tak hanya rektor, ia menyebut, peran pembantu rektor bidang administrasi dan keuangan pun memiliki kedudukan yang sama. “Jadi saya tidak menakut-nakuti rektor maupun pembantu rektor dua, tetapi dengan kenyataan tersebut, kita termotivasi untuk mempertanggungjawabkan keuangan negara dengan baik.

Kembangkan Cara Berbagi Informasi Hama Tanaman

 LLTLKK  Undana Bakal Dilengkapi Remote Diagnostic

DALAM rangka mengembangkan sebuah cara baru dalam membagi informasi tentang hama tanaman, serta menyediakan alat diagnosis, UPT Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK) Undana akan dilengkapi dengan alat, remote diagnostic. Demikian disampaikan Plant Biosecurity Toolbox Project Leader, Dr. Gary Kong ketika memberi kuliah umum dengan tema Remote Diagnostic in Indonesia di ruang teater lantai tiga Undana Penfui, Kamis (22/9).

Ia menjelaskan, dengan menggunakan peralatan mikroskop serta bantuan internet, seperti skype, dapat menolong para petani maupun peneilti dalam mengakses informasi, terutama mengidentifikasi hama penyakit kemudian membuat keputusan dalam mengatasi hama tersebut. Ia mengatakan, petani dan peneliti bisa menggunakan handpone atau kamera yang telah dilengkapi dengan internet bisa digunakan untuk mengakses gambar dari tanaman, sehingga memudahkan penyebaran informasi. Dikatakannya, Indonesia terdiri dari daerah kepulauan, sehingga jarak antar satu pulau dengan lainnya sangat jauh, atau areal pertanian yang jauh dari permukiman, sehingga alat tersebut tepat digunakan di Indonesia, termasuk NTT. Untuk itu, dengan penggunaan mikroskop

Exel Fanggidae, Terancam Dikeluarkan Dari Undana

MAHASISWA semester I Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Tekik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana), Exel Fanggidae terancam akan dikeluarkan dari statusnya sebagai mahasiswa, menyusul adanya aksi konfoi motor dengan membunyikan klakson motor dan “ugal-ugalan” dijalan dibawah pimpinan dirinya di dalam lingkungan Undana. Keributan tersebut bermula ketika, Exel mengomandoi sekitar 30-mahasiswa dari jurusan itu untuk ikut bersamanya dalam konfoi motor, usai mengikuti kuliah pada sore hari, sekitar pukul 16.00 Wita, Senin (19/9). Tak disangka, aksi konfoi tersebut diketahui oleh Rektor, Prof. Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D yang pada saat itu tidak dengan sengaja memantau UPT. Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK). Tak terima dengan aksi ‘nakal’ tersebut, sang Rektor kemudian mengejar gerombolan konfoi untuk menghentikan aksi tak terpuji itu.

Pasalnya, aksi tersebut sangat gaduh dan menganggu kenyamanan aktivitas perkuliahan di kampus, terutama di sekitar Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politk, Fakultas Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selasa (20/9), sekitar pukul 10.00 Wita, sejumlah mahasiswa konfoi tersebut berhasil dikumpulkan oleh Satuan Pengaman Kampus (SPK) di ruang aula lantai tiga rektorat

Tingkat Pendidikan Bukan Jaminan Kualitas Bahasa Inggris

 Rektor Buka Program ELTA ke-VII NTT

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D menegaskan, kualitas berbahasa Inggris tidak ditentukan dari tingginya tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang. Namun kualitas berbahasa Inggris yang baik ditentukan dari praktik setiap hari. “Jadi tingkat pendidikan yang tinggi  tidak menjadi jaminan seseorang fasih berbahasa Inggris, namun kualitas bahasa Inggris ditentukan dari praktik yang dilakukan setiap hari,” tegas Prof. Fred Benu ketika memberi sambutan sekaligus membuka Program English Language Training Assistance (ELTA) ke-VII Provinsi Nusa Tenggara Timur (TT) di Audiotorium UPT. Pusat Bahasa Undana, Senin (19/9).

Untuk itu, ia mengajak 30 peserta ELTA NTT yang hadir pada saat itu agar selalu meningkatkan kualitas berbahasa Inggris dengan berlatih setiap saat. Prof. Benu mencontohkan, ia selalu berbahasa Inggris dengan siapapun dan dimana saja, khususnya bila berada di kampus, ia selalu berbahasa Inggris dengan Pembantu Rektor Bidang Kerja Sama, Ir. I Wayan Mudita, Ph.D.  Ia sangat mendukung ELTA NTT, dimana Undana dipercayakan menjadi universitas

Lahan Kering Pertanian Atasi Rawan Pangan

PROVINSI Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki luas lahan kering sebesar 1.528.308 diyakini merupakan berkat dari Tuhan yang bisa dimanfaatkan dengan baik guna mengatasi kerawanan pangan di NTT. Lahan kering di NTT memiliki sumber pangan yang memiliki kandung gizi yang tidak kalah dibanding beras, yakni jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, kelor, labu, kemangi dan lainnya. Hal itu disampaikan Rektor, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D ketika menyampaikan materi pada seminar nasional dengan tema “Strategi Pengembangan Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan Dalam Mengatasi Kerawanan Pangan” di lantai tiga gedung Rektorat Undana Penfui, Kamis, (15/9).

Dalam materinya dengan judul “Lahan Kering, Ketahanan Pangan dan Pengembangan Agribisnis’, Rektor, Fred Benu megatakan, Indonesia memiliki potensi lahan usaha yang cukup besar sekitar 73,4 hektar. Dari luas tersebut, katanya, 10,5 persen merupakan lahan dengan berpengairan teknis dan selebihnya merupakan lahan tidak berpengairan teknis. Dari potensi lahan tidak berpengairan teknis tersebut, 14,9 persen hektar area diperuntukkan bagi budidaya tanaman pangan, perkebunanan dan perladangan berpindah. 19,6 ha untuk budidaya tanaman keras 5,6

Page 8 of 44