Unmus-Undana Jalin Kerjasama
07/04/2017
article thumbnail

DALAM rangka memajukan Universitas Musamus (Unmus) maupun Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, maka Unmus dan Undana menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut ditan [ ... ]


Undana Seleksi Lima Bank Umum
07/04/2017
article thumbnail


Kamis, (6/4), Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengadakan seleksi terhadap lima Bank umum di wilayah NTT yang nantinya akan menjadi Bank mitra dalam  [ ... ]


Artikel Lainnya

PSM Undana Sabet Medali Emas Kategori Gospel dan Negro

Undana Direncanakan jadi “Host” Pesparawi ke-XV

PADUAN Suara Mahasiswa (PSM) Bella Cantare Universitas Nusa Cendana (Undana) berhasil menyabet medali emas kategori Gospel dan Negro pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIV mahasiswa di Kota Medan, Sumatera Utara yang dihelat dari tanggal 5-7 September lalu. Medali tersebut diperoleh setela PSM Bella Cantare membawakan lagu dengan judul “I get a way Jordan” dan Halelluyah Soulfull.

Dosen pendamping PSM Bella Kantare, drh. Yohanes Simarmata, M.Sc ketika bertemu Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu di ruang kerja rektor, Rabu (14/9) menjelaskan, Undana dan Universitas Cendrawasih diminta Kemenristek Dikti agar menjadi tuan rumah di ajang dua tahunan ini. Mengaggapi hal tersebut, Rektor, Prof. Benu meminta kepada Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon S. Ola dan tim pendamping PSM Bella Cantare agar dalam waktu dekat ini melakukan telaah terhadap ketersediaan fasilitas maupun anggaran. “Bila ingin jadi tuan rumah, maka terlebih dahulu harus kita telaah kesiapan kita dari sisi fasilitas maupun anggaran,” katanya. Ia mengapresiasi perjuangan PSM Bella Cantare yang telah membawa pulang medali emas dan

PPs Linguistik Undana Gelar Seminar Internasional

 Tentang Bahasa, Budaya dan Masyarakat

PROGRAM Pascasarjana (PPs) Linguistik Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (9/9) menggelar seminar internasional dengan topik : “Bahasa Budaya dan Masyarakat”. Beberapa pemateri dalam dan luar negeri dihadirkan dalam seminar itu, antara lain Jheroem Willemson (Universitas Amsterdam),Prof. Dr. Felicia N. Utorodewi, Prof. Aron Mbete (Undayana Bali) Dr. Benny K. Harman (Politikus/Pemerhati Bahasa),

Dr. Benny K. Harman dalam paparannya tentang kekterkaitan kekuasaan dan bahasa menegaskan, bahasa dan kekuasaan sangat berkaitan erat. Pasalnya, bahasa memiliki peran penting dalam kekuasaan. Namun, katanya, terkadang orang-orang yang mendominasi suatu bahasa menggunakan bahasa untuk mengintimidasi orang yang tak mendominasi bahasa. Ia menegaskan, sebetulnya, bahasa digunakan untuk kekuasaan yang bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Dr. Felicia N. Utorodewi dalam materinya tentang bahasa menegaskan, Indonesia kini menghadapi masalah pelik terkait ketahanan bahasa. Ia mengatakan, Indonesia memiliki 719 bahasa atau dialek daerah, namun berdasarkan perkembangan, tidak semuanya dapat dipertahankan oleh penuturnya. Untuk itu,

Undana Terpilih dalam Buku Direktori 100 PT

© Disiapkan Litbang Kompas Tahun 2017

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) merupakan salah satu dari 100 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang terpilih untuk masuk dalam buku “Direktori 100 Perguruan Tinggi di Indonesia”. Universitas Nusa Cendana yang dihubungi Kompas merupakan salah satu dari 100 perguruan tingggi di Indonesia yang terpilih untuk masuk dalam buku Direktori 100 Perguruan Tinggi di Indonesia yang disiapkan oleh Litbang Kompas,”  kata Kepala Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Harian Kompas, Anung Wendyartaka ketika diterima  Humas Ahli Madya  Undana, David Sir, S.Sos., M.Hum di ruang kerja Humas lantai tiga Undana Penfui, Rabu (9/9).

Ia mengatakan, penerbitan buku tersebut untuk menyajikan informasi terlengkap, terbaru, dan akurat mengenai Undana, kepada masyarakat luas, khsusnya kepada para calon mahasiswa baru yang ingin memlilih program studi (Prodi) di lingkungan Undana untuk mengikuti kuliah di PT. Karena itu, Anung berharap kesediaan dan bantuan dari pimpinan universitas maupun staf agar menyediakan data Undana guna kepentingan publikasi buku tersebut. “Kami mengharapkan kesediaan dan bantuan dari bapak/ibu pimpinan universitas, fakultas, lembaga,

Kuliah Perdana Mahasiswa PPs Undana

© Siap Beri Pelayanan Terbaik

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) siap memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) tahun akademik 2016/2017. Pasalnya, Undana merupakan salah satu Universitas di kawasan Indonesia Timur yang kini berkomitmen menunjukkan pelayanan terbaik, salah satunya melalui keunggulan kompatratif-lahan kering kepulauan kepada masyarakat dunia yang ingin belajar tentang pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata, maupun masalah pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, sosial, politik serta budaya di lahan kering kepulauan.“Jadi semua orang yang ingin belajar tentang pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, maupun masalah pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, sosial, politik, serta budaya lahan kering kepulauan, maka datang dan belajar di Undana. Jadi kami siap memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa baru PPs Undana,” tandas Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika menyampaikan pokok-pokok pikiran pada kuliah perdana bagi  312 mahasiswa baru PPs di Aula lantai tiga gedung Rektorat Undana, Senin (5/9).

Menurut Benu, isu lahan kering kepulauan sejalan dengan adanya Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang telah ditetapkan sejak tahun 1982. Dan, kini melalui konsorsium tiga Negara, yakni Indonesia, Australia dan Negara Demokratik Timor Leste (RDTL), masing-masing universitas di setiap tiga Negara, telah

Nasi Tumpeng, Wujud Syukur Kepada Tuhan

 Usai Pimpin Wisuda, Rektor Potong Nasi Tumpeng

ACARA puncak Dies Natalis Universitas Nusa Cendana (Undana) ke-54 tahun 2016 dirayakan bersamaan dengan Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Periode Ketiga, September 2016. Untuk merayakan hari lahir Undana yang jatuh setiap tanggal 1 September 1962 tersebut, Kamis (1/9) usai memimpin wisuda, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph. D didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, Ny. Ir. Grace Benu-Ale didaulat memotong nasi tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas perjalanan Undana hingga mencapai usia yang ke-54. Sebelum pemotongan tumpeng Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Undana turut memeriahkan acara tersebut dengan melantunkan lagu-lagu, diantaranya “selamat ulang tahun, panjang umurnya, potong kuenya” dan lainnya hingga pemotongan tumpeng berakhir.

Turut menyaksikan acara tersebut, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon, Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnony, SH., M.Si, Wakil Direktur Bimas Polda NTT, Drs. Dominikus S.Yampormase, MH, Pejabat TNI yang mewakili Danrem 161 Wirasakti Kupang, Sekretaris dan anggota Senat Undana, Ketua

Undana Lepas 1.918 Wisudawan

Wagub Ajak Wisudawan Jangan Berorientasi PNS

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) kembali melepas  sejumlah wisudawan pada acara Dies Natalis ke-54, Wisuda Magister, Profesi dan Sarjana Undana Periode ke Tiga Tahun 2016 di Aula Undana Penfui, Kamis (1/9) dan Sabtu (3/9). Sebanyak 1.918 wisudawan pada sebelas fakultas dan Program Pascasarjana di lingkungan Undana dilepas pada momentum penting ini. Dengan demikian, sejak Undana didirikan pada tahun 1962 hingga sekarang telah menghasilkan 55.223 lulusan wisudawan.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik. L. Benu, M.Si.,Ph.D dalam pidatonya mengajak seluruh undangan agar bersyukur kepada Tuhan, karena wisuda tersebut bertepatan dengan Dies Natalis Undana ke-54, sekaligus menjadi momentum refleksi tentang perjalanan Undana menembus waktu lebih dari lima dasawarsa dengan segala dinamikanya. Ia menjelaskan, jumlah mahasiswa Undana hingga kini 22.271 orang, dan saat ini Undana menerima mahasiswa baru sebanyak 7.090 orang, diantaranya terdapat 42 mahasiswa asing asal Negara Timor Leste. Peningkatan jumlah mahasiswa itu berbanding lurus dengan pertambahan program studi (prodi), dosen dan sarana prasarana. “Kini terdapat 47 Prodi S1, 8 Prodi S2,

Faperta Undana Gelar Festival Tanaman Hias dan Buah

FAKULTAS Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengelar festival tanaman hias dan buah, di halaman Faperta, Selasa hingga Rabu (30-31/8). Festival tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Undana yang ke-54 dan Faperta yang ke-34. Beberapa kegiatan yang digelar dalam festival tersebut, yakni lomba tanaman hias, merangkai bunga, kuliner, buah dan tanaman buah dan pot.

Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie, MS ketika membuka acara festival tanaman hias mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang telah ada sejak tahun 1982. Ia menegaskan, pertanian sangat dibutuhkan di Indonesia, namun kebijakan-kebijakan pemerintah belum berpihak sepenuhnya kepada bidang pertanian.

Ia mengaku, kini manusia sedang berada pada tiga revolusi besar, yakni revolusi pertanian, industri dan informasi. Namun, bukan berarti revolusi pertanian diabaikan, tetapi perlu dikembangkan agar bermanfaat bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik. “Indonesia merupakan negara agraris, namun sangat

Undana Masih Terapkan Mata Kuliah Pancasila

UI Hapus Mata Kuliah Pancasila

DALAM rangka menciptakan generasi bangsa yang berkarakter bangsa, maka mata kuliah Pancasila diyakini masih menjadi pilihan beberapa universitas untuk diajarkan kepada mahasiswa. Selain mendidik generasi bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), generasi bangsa pun dituntut agar memiliki karakter bangsa agar tidak menyalahgunakan iptek yang dimiliki. Karena itu, hingga kini Universitas Nusa Cendana (Undana) masih menerapkan mata kuliah Pancasila kepada mahasiswa.

Hal ini mencuat ketika Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpers) melakukan kunjungan kerja (kunker) sehari ke Undana. Tim Watimpresantara terdiri dari Prof. Dr. Azyumardi Azra (Ketua Tim Kajian) Asep Patrika (Sekretaris) dan Syahlanriyadi, S.Pd (anggota) diterima Pembantu Rektor  Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum dan Pembantu Rektor  Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc.,Ph.D di ruang kerja Purek III lantai dua Undana Penfui, Senin (29/8).  Prof. Azyumardi mengatakan, mata kuliah Pancasila tidak lagi diterapkan di beberapa universitas negeri di Indonesia, termasuk Universitas

Page 9 of 44