Lemhanas Studi Stretegis Dalam Negeri di Undana
24/07/2017
article thumbnail

Menjaring Aspirasi Untuk Atasi Persoalan DaerahGUNA menjaring aspirasi masyarakat dan para stakeholders di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi berbagai persoalan yang tengah meilit masy [ ... ]


Tingkatkan Persatuan dan Persaudaraan
24/07/2017
article thumbnail

Mahasiswa PPG Undana Ikut Halal BihalalDalam rangka meningkatkan persatuan dan mempererat persaudaraan, maka sebanyak 72 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Universitas Nusa Cendana (Undana) angaktan [ ... ]


Artikel Lainnya

Duta Pemuda di New Zealand Hingga ke USA

  • Julianti Huki

Dalam rangka menjaring Honorary Youth Ambassador New Zealand for Indonesia (Duta terhormat pemuda New Zealand untuk Indonesia), Jawa Pos Group melakukan program yang disebut Zetizen. Zetizen merupakan istilah yang diperuntukan bagi anak usia 12-20 tahun yang lahir di atas tahun 1995. Dengan tema National Challenge: Be a Good Zetizen and go to New Zealand, maka berbagai media massa di bawah naungan Jawa Pos Group melakukan penjaringan untuk mendapat Zetizen terbaik.

Harian Timor Express adalah satu-satunya media Jawa Pos Grup di NTT, yang melakukan penjaringan, berhasil memilih salah satu dari ratusan anak-anak NTT untuk jalan-jalan ke New Zealand (NZ). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Undana, Julianti Huki berhasil mendapat gelar Alpha Zetizen of The Year setelah mengikuti penjaringan panjang. Ia kemudian menjadi duta Zeitizen untuk NTT bersama rekan lainnya dari berbagai provinsi berangkat ke NZ tanggal 26 November 2016 lalu.

Di di sela-sela pembekalan KKN Undana di ruang aula Undana, Rabu (7/6), gadis murah senyum itu sumringah menjelaskan keikutsertaannya dalam kegiatan Zetizen di NZ. Selain sebagai Alpha Zetizen of The Year yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Kepulangan mereka pun telah diberi gelar Honorary Youth Ambassador New Zealand for Indonesia. Kegiatan yang dilakukan dari 26 November-3 Desember 2016 di NZ itu diantaranya memperkenalkan kebudayaan Indonesia di NZ, belajar tentang sistem pendidikan di Auckland, NZ, seni dan budaya dari suku Maori di NZ, serta mengunjungi tempat wisata terkenal yang jadi tempat syuting The Lord Of The Rings, The Hobbiton Village.

Undana Terapkan Uang Pangkal di Setiap Fakultas

Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pertama kali menerapkan uang pangkal di setiap fakultas sejak Undana berdiri 54 tahun silam. Penetapan uang pangkal tersebut menyusul adanya penetapan Undana sebagai universitas berstatus Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). “Jadi untuk tahun ini kita akan menerima 10.000 mahasiswa dan akan dikenakan uang pangkal, setelah dinyatakan lulus dan mendaftar ulang,” sebut Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D ketika mensosialisasikan Kebijakan Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU) kepada para pegawai dan dosen di ruang teater, lantai tiga Rektorat Undana, Kamis (6/6).

Penetapan uang pangkal di setiap fakultas berfariasi. Menurutnya, hal itu telah ditetapkan dalam rapat senat. Fakultas yang menetapkan uang pangkal 1,5 juta adalah Fakultas Pertanian, Rp 2,5 juta adalah Fakultas Hukum. Namun, bagi yang melakukan kerjasama dengan FH sebesar Rp 3,5 juta. Fakultas yang menetapkan Rp 3 juta adalah Fakultas Peternakan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sementara fakultas yang menetapkan 7,5 juta adalah Fakultas Kedokteran Hewan dan Rp 125 juta adalah Fakultas Kedokteran.

Dukung Pusat Keunggulan Lahan Kering Kepulauan

  • Undana Gelar Festival Tanaman Hias, Buah dan Kuliner

GUNA mendukung eksistensi pusat keunggulan (centre of excellence) Universitas Nusa Cendana (Undana) di bidang lahan kering kepulauan, Undana terus melakukan kegiatan untuk mendukung pusat keunggulan tersebut, salah satunya adalah dengan menggelar festifal tanaman hias, buah dan kuliner yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian dan Sekolah Lapangan Pertanian Lahan Kering Undana. Demikian disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D ketika membuka kegiatan tersebut di halaman UPT. Laboratorium Lapangan terpadu Lahan Kering Kepulauan Undana, Senin (20/6)

Ia mengapresiasi kegiatan tersebut, karena telah mendukung upaya Undana untuk memperkenalkan lahan kering kepulauan NTT ke dunia luar. “Sejak tahun 1982 sebenarnya Undana telah menetapkan Pola Ilmiah Pokok yaitu bidang pertanian. Namun, seiring berjalan waktu, maka konsentrasi kita bergeser ke lahan kering kepulauan. Sebab, jika kita menggunakan lahan pertanian saja, maka orang bidang peternakan, perikanan dan lainnya merasa pusat keunggulan ini hanya milik fakultas pertanian. Sehingga, kini kita menyebut pusat keunggulan lahan kering kepulauan,” tandasnya.

Undana Jangan Jadi Menara Gading Pembangunan

  • Undana Lepas 1.623 Mahasiswa KKN

Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia, khsusnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), maka Perguruan Tinggi (PT), khsusnya Universitas Nusa Cendana (Undana) diharapkan tidak hanya menjadi menara gading pemabangunan, melainkan bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah. Hal ini dikatakan, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D ketika memberikan sambutan pada pembukaan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undana periode semester genap 2017 di aula Undana, Rabu (5/7).

“Undana tidak seharusnya hanya menjadi menara gading pembangunan, melainkan harus berkontribusi memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat,” tegasnya. Agar tidak menjadi menara gading, Undana terus berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada semua civitas akademika agar bisa memecahkan berbagai persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Bagi mahasiswa KKN Undana, Prof. Benu meminta agar bisa berkontribusi bagi pembangunan desa dengan terlibat dalam memecahkan persoalan di tengah masyarakat.

Rektor Lantik Dekan FKH Undana

TANGGAL 20 Juni lalu, bertempat di ruang lantai tiga, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) melantik dan mengambil sumpah Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Dr.drh.Maxs U.Sanam,M.Sc untuk periode kedua 2017-2020, dan sejumlah pembantu dekan, ketua dan sekretaris jurusan dan beberapa tenaga kependidikan yang turut dilantik untuk menduduki jabatan kasubag dan kabag.

Mereka yang dilantik adalah: Dr. Pius Bere, SH., M.Hum (Ketua Program Studi Ilmu Hukum), Drs. Yosep E. Jelahut, M.Si (Kejur Sosiologi), Dra. Balkis S. Tanof, M.Hum (Sekretaris Jurusan Sosiologi), Ike Septa F. Muktiawati, S.Si., M.Sc (Kejur Biologi), Dr. Agystinus Samium, MA (Kepro Bahasa Inggris, Program Pascasarjana/PPs), Dr. Basri K (Kepro Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, PPs), Drh. Diana Agustiani Wuri, M.Si, (Pembantu Dekan I FKH), Drh. Yulfia Nellymalik Selan, M.Sc (Pembantu Dekan II FKH), Don H. Kadja, SP., MP (Kabid Tata Ruang dan Analisis Spasial/Manajemen Sistem Informas UPT Lahan Kering), Ir. Agus Konda Malik, MS (Kepala UPT. Perpustakaan), Melkior Matulesi, S.Sos (Kabag TU UPT. Perpustakaan), Petrus Sila, SH (Kabag TU.Lemlit), Supardi, S.Sos (Kasubag Data Informasi Lemlit), Yane Ay, S.Pd., M.Pd (Kabag LPM), Oskar Naben, ST., M.Si (Kasubag Bagian Monev Keuangan BAUK), Eria Kuahati, SE (Kasubag Rutin Keuangan BAUK), Parwa Agoha, S.Kom, MM (Kasubag Perencanaan Bagian Perencanaan BAAKPSI), Daniel Mira Tade, S.Sos (Kasubag Mipin. Kemahasiswaan BAAKPSI), Elisabeth Pella, S.Sos (Kasubag Kepegawaian dan Keuangan Faperta) dan Merince Rihi, S.Sos (Kasubag Akademik Faperta).

Mahasiswa Harus Miliki Karakter Kebangsaan Nasional

Dalam upaya berkontribusi bagi kemajuan dan peradaban dunia dan bangsa Indonesia, maka generasi muda, khsusnya mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) diminta harus memiliki karakter kebangsaan nasional. “Selama ini yang berkontribusi bagi peradaban dunia hanya peradaban Islam, Kristen, Hindu, Budha, China dan lainnya. Namun, kontribusi Indonesia terhadap peradaban dunia belum begitu nampak,” tandas Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D ketika memberikan materi dihadapan 1.623 mahasiswa peserta KKN tahun periode semester genap 2017 di aula Undana, Rabu (6/7).

Dalam materinya tentang Perguruan Tinggi (PT), Pembangunan Karakter dan Kemajuan Bangsa ia menegaskan, satu-satunya peradadaban Indonesia yang mungkin akan terus eksis adalah keberagaman. “Pendiri bangsa kita, Bung Karno telah mengetahui peradaban bangsa ini berupa blended civilization (campuran peradaban/keanekaragaman-red), sehingga  jauh hari sebelumnya ia telah memikirkan dan menetapkan Pansasila sebagai dasar negara sewaktu di Ende, Flores, dan kita orang NTT harus memahami bahwa Pancasila adalah milik kita, sehingga kita patut ada di garda terdepan menjaga Pancasila dari rongrongan kaum radikal,” tegasnya.

Perlu SDM Pengelolaan Keuangan Desa

  • FEB Undana Gelar Seminar Nasional

DALAM rangka mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel, maka dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional, kompeten dan jujur. Bila tidak, maka dana desa yang diperuntukkan bagi tiap desa yang mencapai Rp 2 miliar itu tidak mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Bahkan, bukan tidak mungkin hanya akan mendatangkan petaka bagi aparat desa dan masuyarakat. Demikian sari pendapat tiga narasumber yaitu Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Dr. Abdul Halim, M.BA, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKN STAN), Tanda Setia dalam seminar yang dipandu Dekan FEB, Dr. Oktovianus Nawa Pau di Hotel Swis Bellin Cristal, Jumat (16/6). Seminar dengan topik ‘Optimalisasi Pengelolaan Dana Desa Menuju Kemandirian Dewasa dalam Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Desa Yang Berorientasi Global’ tersebut digelar dalam rangka ‘Dies Natalis FEB Undana yang ke-IV tahun ini.

Prof. Dr. Abdul Halim, M.BA dalam materinya tentang ‘Pengelolaan Keuangan Desa: Tantangan dan Peluang dari Perspektif Manajemen dan Akuntansi Keuangan’ mengatakan, sejak akhir tahun 2014, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 9 triliun. Namun, pada kepemimpinan Jokowi di tahun pertama, anggaran desa kemudian ditingkatkan menjadi Rp Rp 20 triliun. Peningkatan dana tersebut, disebabkan pemotongan subsidi, seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Peningkatan keuangan desa pada tahun ke dua naik sebesar Rp 49 triliun.

Teori dan Praktik Harus Jalan Seiring

  • Pelajar Dua SMK di Flotim Prakerin di LLTLKK Undana

Terobosan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk berkonsentrasi dalam bidang lahan kering kepulauan mulai menuai daya tarik. Berbagai pihak kini kepincut untuk melakukan kerjasama. Salah satunya adalah kerjasama yang dilakukan dengan pihak sekolah. Kerjasama dalam bentuk praktek kerja industri (prakerin) ini sudah dilakukan pada tahun lalu. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan prakerin. Salah satu sekolah yang tetap mengirim pelajarnya tahun ini adalah SMK Negeri 1 Sambi Rampas sebanyak 31 orang. Dan, untuk pertama kalinya SMK Negeri Elar Lampang, Flores Timur mengirim 18 pelajarnya mengikuti prakterin selama beberapa bulan di sekolah lapangan lahan kering kepualan Undana.

Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D ketika menyampaikan sambutan pada acara pembukaan prakerin dan pelepasan mahasiswa magang Undana, Selasa (4/7) diruang sekolah lapangan lahan kering Undana Penfui, mengatakan, untuk mengembangkan ilmu pendidikan dan teknologi, khsusnya di bidang lahan kering, maka antara teori dan praktik harus sejalan. Dalam menghadapi tantangan masa kini, tak hanya pada bidang vokasi saja, namun bidang-bidang lain pun harus terbiasa dengan melakukan praktik. Ia mengatakan, mahasiswa Undana patut bangga karena kini tempat praktik sudah tersedia.

Page 2 of 8