PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK
19/09/2017
article thumbnail

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Raky [ ... ]


MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan
15/09/2017
article thumbnail

Makalah Dosen Undana akan DibukukanDalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja [ ... ]


Artikel Lainnya

PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dan upaya pembekuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di pelataran FH Undana, Sabtu (16/9).

Pantauan media ini, aksi yang dimulai pukul 10.00 Wita tersebut dikoordinir langsung oleh Kepala Pusat Anti Korupsi Undana (PaKU), Bill Nope, SH, MH dan Ketua BEM FH Undana, Mardian Putra Frans. Aksi yang dihadiri sekitar 500-an mahasiswa Fakultas Undana itu pun dirangkai dengan beberapa kegiatan antara lain: pembacaan puisi anti korupsi oleh Bunaiya Dean dan Vina Cornelis, beat box anti korupsi oleh Ray Seran, orasi antiKorupsi oleh beberapa mahasiswa dibawah koordinasi perwakilan BEM FH Undana, Robinson P. NgunjuNau. Peserta aksi juga menyanyikan lagu-lagu yang bertemakan bela negara.

MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan

  • Makalah Dosen Undana akan Dibukukan

Dalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja sama dengan Undana menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Swiss Bellin Khristal, Kupang, Jumat (15/9), dengan tema “Mewujudkan Sistem Pendidikan dan Kebudayaan” Sebagai Implementasi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketua Rombongan Lembaga Pengkajian MPR RI, Ir.Rully Chairul Azwar. M.Si.,IPU tersebut didampingi beberapa anggota yaitu Drs. Hajrianto Y. Yhohari, MA, Harun Kamil, SH, Prof. Dr. Syamsul Bahri, I Wayan Sudirta, SH dan Gregorius Seto Harianto.

FGD yang dimoderatori oleh Dr. Marshel Robot tersebut menghadirkan tiga pemakalah utama, yakni Prof. Dr. Felysianus Sanga, M.Pd, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum dan Prof.Drs. Yos. Bire, M.Pd.,Ph.D. Prof.Felysianus Sanga, dalam makalahnya menekankan tentang Tunggal Ika Indonesia, yang harus dimulai dengan menujunjung tinggi bahasa dan budaya Indonesia. Menurutnya, 1.340 suku bangsa di Indonesia, semuanya memiliki budaya maupun bahasa yang berbeda. Jika peradaban yang dimiliki Indonesia, baik budaya maupun bahasa hilang, maka bangsa Indonesia sedang menuju gerbang kebiadaban. Misalnya, bangsa Indonesia kini selalu menggunakan bahasa-bahasa asing sehingga menggeser Bahasa Indonesia.

Tiga Balon Lolos Pemilihan Calon Rektor Undana

Sebanyak tiga bakal calon (balon) rektor lolos dalam Pemilihan Calon Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Periode 2017-2021 menjadi calon rektor. Ketiga calon tersebut adalah Dr.Arnold E. Manu,MP, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D dan Drs. Melkisedek N. B. C. Neolaka, M.Si. Lolosnya tiga calon tersebut setelah dipilih langsung sebanyak 52 anggota senat dari 55 yang hadir pada pemilihan calon rektor yang digelar tertutup di Ruang Aula Lantai Tiga, Undana Penfui, Kamis (14/9). Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana Periode 2017-2021, Prof.Dr.Simon Sabon Ola,M.Hum kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/9), usai acara pemilihan.

Menurut Simon Ola, total anggota senat itu ada 55, dan yang menggunakan hak suara itu ada 52 senator dengan semua surat suara sah. Suara terbanyak pertama Prof. Fred Benu, tempat kedua Dr.Ir. Arnold Manu,MP dan Dr.Marshal Neolaka di urutan ketiga. Dengan lolosnya, tiga calon tersebut, maka Dr. Pius Bumi Kelen, MM dinyatakan gugur lantaran hanya memiliki 4 suara. Sementara suara terbanyak dimiliki calon incumbent, Prof. Ir Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D dengan mengantongi 31 suara, diikuti Dr. Arnold E. Manu, MP dengan 10 suara dan Dr. Melkisedek N. B. C. Neolaka, M.Si memperoleh 7 suara.

Pemaparan Visi-Misi Balon Rektor Undana Ditunda

Sesuai hasil rapat senat Undana, disepakati bahwa tanggal 8 September 2017, empat bakal calon (balon) Rektor Undana 2017-2021 menyampaikan visi dan misi serta program kerja dalam rapat senat terbuka luar biasa khusus, tetapi sayang ditunda, karena utusan dari Kemenristekdikti tidak hadir. Hal itu diungkapkan Ketua Senat Undana, Prof.Ir. Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D dihadapan Sekretaris dan para anggota senat serta undangan yang telah memenuhi ruangan aula Undana Penfui, Selasa (8/9). “Jadi pada kesempatan ini, saya sampaikan bahwa karena ketidak-hadiran pejabat yang mewakili Menristekdikti, maka perkanankanlah saya untuk membuka rapat senat ini dan menutup kembali,” katanya.

Ketua Senat, Prof. Fred Benu mengatakan, penundaan rapat senat terbuka luar biasa khusus dengan agenda pemaparan visi, misi serta program kerja para kandidat calon rektor Undana sepenuhnya dilaksanakan oleh panitia pemilihan rektor Undana periode 2017-2021. Sesuai aturan, pemaparan visi, misi serta program kerja calon rektor harus dihadiri pihak Kemenristekdikti dan juga dipantau langsung oleh komisi ASN.

Wujudkan Kedaulatan Pangan, Kembangkan Pertanian Lahan Kering,

Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, maka pengembangan pertanian lahan kering di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan menjadi salah satu cara dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia, khsusnya NTT. Sebab, pangan yang dihasilkan melalui pertanian lahan kering dianggap dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat NTT. Karena itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan hak bagi masyarakat, melalui kebijakan dalam menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

Demikian sari pendapat empat narasumber utama yakni Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph. D (Rektor Undana), Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec (Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI), Dr. Ir. Nurul Khumaida, M.Sc (Staf Pengajar Institut Pertanian Bogor) dan Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec (Ketua Umum Pengurus Pusat PERHEPI) ketika membawakan materi dalam seminar nasional “Strategi Pengembangan Pertanian Lahan Kering untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan” dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Undana, Dr. Damianus Adar, M.Ec yang digelar di Aula Hotel T-Motre, Kamis (7/8).

Usai Pimpin Wisuda, Rektor Potong Nasi Tumpeng

Acara puncak Dies Natalis ke-55 Undana tahun 2017, dirayakan bersamaan dengan Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode Ketiga, September 2017. Untuk merayakan hari lahirnya Undana yang jatuh setiap tanggal 1 September 1962 tersebut, Senin, (4/9), usai memimpin wisuda, Rektor, Prof.Ir.Fredrik L. Benu,M.Si.,Ph.D, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, Ir.Grace Benu-Ale didaulat memotong nasi tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas perjalanan Undana hingga mencapai usia yang ke-55 tahun. Sebelum pemotongan tumpeng, PSM Bella Cantare turut memeriahkan acara tersebut dengan melantunkan lagu “selamat ulang tahun, panjang umurnya, potong kuenya” hingga pemotongan tumpeng berakhir.

Turut menyaksikan acara pemotongan nasi tumpeng tersebut, Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya, Konsulade Timor Leste, Fransisco M.C.P. Jeronimo, Pimpinan Wilayah BRI Denpasar, Dedi Sunardi, Perwakilan Guru Besar, Prof. Lien Bale-Therik, Ketua APU, Drs. Bastian Tobe,MS, Perwakilan Wisudawan, Dr. Leoneto Madeira Martinsh, pejabat yang mewakili Bank NTT, dan perwakilan mahasiswa Undana.

Gubernur Minta Wisudawan Tidak Berorientasi Jadi ASN

  • Rektor Undana: Keberhasilan Wisudawan tak Ditentukan IPK Tinggi

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya meminta agar para wisudawan Universitas Nusa Cendana (Undana) yang diwisuda pada periode September 2017 agar tidak berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Seribu langkah dimulai dari langkah pertama. Jangan harap jadi pegawai negeri sipil, atau ASN. Bukan tidak boleh. Tapi jangan menaruh harapan satu-satunya jadi ASN, apalagi sekarang ini sudah zero (nol), sudah susah,”kata Lebu Raya saat memberikan sambutan pada acara Dies Natalis ke-55 Undana, dan Wisuda Doktor, Magister, Profesi dan Sarjana Periode Ketiga 2017, Senin (4/9) di Aula Undana.

Pihaknya yakin, dengan ilmu dan teknologi yang dimiliki, para wisudawan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Undana yang telah menghasilkan sumber daya manusia di NTT. Dengan adanya stataus Undana sebagai universitas dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU), Undana harus membangun jaringan dengan berbagai pihak. “BLU sebagai ruang, juga tantangan. Harus membangun jaringan yang lebih kuat. Tidak sekedar membangun Undana tetapi juga membawa Undana bersaing di tingkat global, dan sebagai pemerintah daerah harus berbangga karena Undana kini berubah status menjadi BLU,” katanya.

Undana Luncurkan Sistem Informasi KRS Online

UNIVERSITAS Nusa Cendana (Undana) akhirnya meluncurkan sistem informasi Kartu Regis Mahasiswa (KRS) secara online di Peluncuran KRS online tersebut ditandai dengan klik masuk aplikasi oleh Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D didampingi jajaran pimpinan lain diantaranya, Pembantu Rektor (Purek) Bidang Akademik, Dr.David BW. Pandie MS, Purek Bidang Kemahasiswaan, Prof.Dr.Simon Sabon Ola,M.Hum, Purek Bidang Kerjasama, Ir. I Wayan Mudita, Ph.D, Dekan FST, Drs. Leo Sianturi, M.Si, Dekan FKIP, Drs. Petrus Ly, M.Si, Dekan FKH, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam,M.Sc, Dekan FH, Jhoni Nome, SH.,MH, Karo BAAKPSI, Drs. Jimmy Benu, M.Si, Karo BAUK, Ir.Benny J. Pandie, para dosen serta mahasiswa Undana.

Usai peluncuran sistem informasi KRS online, Rektor Undana, Prof.Fred Benu mengungkapkan sudah saatnya Undana menggunakan sistim online, karena hal ini turut meningkatkan peringkat Undana di tingkat nasional. “Saat ini kita bertengger dari urutan 84 hingga 86 dari tiga ribuan universitas. Hanya dengan cara seperti ini kita bisa masuk ke 50 besar,” ungkap Prof. Fred Benu saat peluncuran KRS Online, Kamis (24/8) di ruang aula lantai tiga Gedung Rektorat Undana Penfui.