Unmus-Undana Jalin Kerjasama
07/04/2017
article thumbnail

DALAM rangka memajukan Universitas Musamus (Unmus) maupun Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, maka Unmus dan Undana menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut ditan [ ... ]


Undana Seleksi Lima Bank Umum
07/04/2017
article thumbnail


Kamis, (6/4), Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengadakan seleksi terhadap lima Bank umum di wilayah NTT yang nantinya akan menjadi Bank mitra dalam  [ ... ]


Artikel Lainnya

IRO Undana Gelar Pameran Pendidikan Internasional

  • Bagi Informasi Beasiswa Kuliah di Dalam-Luar Negeri

INTERNATIONAL Relation Office (IRO) atau Kantor Hubungan Internasional Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar International Education Fair atau Pameran Pendidikan Internasional 2017 selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu (10-11/3) di Gedung Bioscience Undana.
Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umun dan Keuangan, Prof. Mangadas L. Gaol, M.Si., Ph. D saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pameran tersebut sangat baik, sehingga perlu dilakukan terus menerus. Bahkan, menurutnya, harus dilakukan dalam skala yang lebih besar. “Bila perlu kita buat kegiatan ini dalam skala yang besar di hotel dengan mengundang peserta dari setiap kabupaten/kota di NTT,” ujarnya.
Ia mengaku, pada saat ini generasi muda sangat mudah mengakses informasi tentang beasiswa untuk kuliah di dalam dan luar negeri. “Dulu di zaman saya, sekitar tahun  1991, belum ada internet, kami hanya melihat informasi di papan informasi Kantor Rektorat Undana lama,” Kendati demikian, semangat untuk menempuh pendidikan saat itu sangat tinggi. Bahkan ia mengaku, mendapat beasiswa dari Bank Dunia untuk mengambil studi di Australia.

Pada kesempatan itu, ia memotivasi para calon penerima beasiswa agar menggunakan kesempatan itu dengan baik guna memperoleh informasi tentang beasiswa kuliah dan bisa kuliah di dalam maupun luar negeri. “Saya hanya memotivasi agar kalian bisa bersemangat, karena dulu, ketika informasi belum terbuka saja, kami berhasil memperoleh beasiswa, tetapi kini dengan kemudahan informasi seharusnya membuat kalian lebih bersemangat,” imbuhnya. Untuk itu, ia meminta para calon mahasiswa untuk bisa meningkatkan skill Bahasa Inggris agar bisa lulus mengikuti tes TOEFL dan IELS.
Bila sudah mendapat beasiswa, tambah Prof. Lumban Gaol, para mahasiswa harus meningkatkan semangat belajar agar bisa bersaing dengan orang lain. “Setelah dapat beasiswa dan kuliah, maka harus terus membaca terutama jurnal-jurnal nasional maupun internasional agar bisa bersaing dengan orang lain,” ujarnya.
Perwakilan Vendor dan Agensi Pendidikan dari Fulbright Aminef, Miftahul Mardiyah dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pameran kali ini merupakan yang ke empat dilakukan di Undana. Jika dibandingkan tiga tahun sebelumnya, kata Mardiyah, kegiatan ini semakin baik dan professional. Ia berpesan kepada para pengunjung pameran agar menggunakan kesempatan untuk bertanya kepada ke 20 perwakilan vendor beasiswa dan agensi pendidikan dari 20 sponsor yang hadir.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena saya jauh-jauh dari Jakarta datang ke sini untuk memberi penjelasan mengenai beasiswa untuk kuliah di dalam maupun luar negeri. Apalagi, kini beasiswa lebih diprioritaskan kepada para calon penerima beasiswa dari Indonesia Timur,” jelasnya. 
Perwakilan Sponsor dari Timor Music Creative, Denford Lak’apu, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pasalnya, pihak Undana melalui IRO telah mengundang  berbagai sposor untuk mengikuti pameran. Ia berharap kehadiran 20 sponsor tersebut bisa membantu para calon penerima beasiswa agar bisa menggunakan jasa sponsor yang ada selama mengikuti kuliah di dalam dan luar negeri.
Bahkan ia pun mengaku, ada sekitar lebih dari 20 sponsor yang siap membantu para penerima beasiswa nantinya. Ia pun menyampaikan beberapa tips kepada para calon penerima beasiswa dalam menggunakan jasa sponsor. Tips-tips tersebut yaitu: Pertama, ia meminta agar calon penerima beasiswa jangan berusaha secara perorang, tetapi melibatkan teman-teman. Menurutnya, hal ini penting agar setiap calon bisa mengetahiu kelebihan dan kekurangannya. Kedua, untuk berdiskusi teman-teman sesame penerima beasiswa agar bisa memilih Kupang Food Corner untuk menyantap Sub Ubi dan Kopi dari program Good Day. Ketiga, ia meminta agar setiap kelompok untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di Smart Learning Centre (SLC) di Kota Baru. Ia mengaku, di SLC ada pengajar professional yang siap memberikan praktek berbahasa Inggris.
Keempat, ia meminta para penerima beasiswa agar bebas narkoba. Bila tidak, maka peserta bisa dinyatakan gugur. Kelima, dokumen para calon penerima beasiswa seperti lamaran beasiswa harus menggunakan jasa PT. Foda Prima. Keenam, bila calon penerima beasiswa sulit dalam pelayanan untuk menerima beasiswa, maka bisa bekerjasama dengan KSP Nasari, sebab bunga hanya 0,9 persen. Ia mengajak agar para peserta pameran agar mengisi masa muda dengan terus belajar meningkatkan kemampuan. “Isilah masa muda dengan mengurus isi kepala, bukan kulit kepala saja,” cetusnya.
Perwakilan Komunitas dari Berburu Beasiswa Ala Fan (BBAF), Olyvianus Dadi Lado dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut, karena Undana merupakan lembaga pendidikan tinggi terdepan di NTT telah memberi kesempatan pertama kepada BBAF untuk terlibat dalam pameran. “Kehadiran pameran ini merupakan sesuatu yang luar biasa, karena disini tempat mencari informasi tentang beasiswa kuliah,” katanya. Apalagi, tambahnya, panitia juga menyediakan simulasi IELS dan TEOFL secara cuma-cuma.
Ia mengatakan, pameran tersebut sangat bermanfaat bagi para calon penerima beasiswa, terutama melalui komunits BBAF, para calon penerima beasiswa bisa melatih tata cara pendaftaran, wawancara, maupun kosultasi tentang jurusan dan tujuan universitas dan negara yang hendak dijadikan tempat kuliah. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, anak muda NTT tidak tertinggal dengan anak muda dari dearah lainnya. “Untuk itu dibutuhkan determinasi dalam berburu beasiswa,” tukasnya.
Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Pendidikan Internasional 2017, Leni Amelia Suek dalam laporannya menyatakan tujuan diselenggarakan pemeran tersebut adalah untuk membagi informasi kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang beasiswa kuliah di dalam maupun di luar negeri, baik untuk strata satu, dua maupun tiga.
Untuk itu, pada kesempatan tersebut ia pun menyampaikan terima kasih kepada para vendor beasiswa dan agensi pendidikan yang hadir pada pemeran tahun ini, yang terdiri dari 20 perwakilan, yaitu perwakilan Australia Award Indonesia (AAI), Beasiswa Fulbright Aminef, Beasiswa LPDP, STUNED, Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, University Alliance, Monash University, University on Canbera, Murdoch University, University of Adeleide, IDP Jakarta, IDP Bali, IALF Bali, ELC, ELTA Kupang, PPAN, Unbridge, Camp Epic, IACS dan PPAN.
Ucapan  terima kasih yang sama untuk dukungan beberapa sponsor, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Badan Narkotika Nasional (BNN) NTT, Timor Music Creative, Kopi Good Day, PT. Aquafit, Kharisma Stationary, KSP Nasari, BTP Sup Ubi, Harian Pos Kupang, Harian Vicory News dan Harian Timor Express. Ia berharap kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik.
Pantauan media ini, para pencari beasiswa antusias mengikuti pemeran pendidikan internasional 2017 itu. Setiap perwakilan vendor dan agensi pendidikan menyediakan tempat di lantai dua untuk menerima para pencari beasiswa yang ingin mendapat informasi. Sedangkan, setiap sponsor menyediakan tempat di lantai satu bagi para calon penerima beasiswa yang berencana menggunakan jasa sponsor. [refl/ovan]