PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK
19/09/2017
article thumbnail

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Raky [ ... ]


MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan
15/09/2017
article thumbnail

Makalah Dosen Undana akan DibukukanDalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja [ ... ]


Artikel Lainnya

Keragaman dan Perbedaan Perlu Ditegakkan

  • Undana Meriahkan Hari Lahir Pancasila dengan Pelepasan Balon Udara

PRESIDEN Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada seluruh komponen bangsa dan negara Indonesia agar menegakkan persatuan, meski berada di tengah keberagaman dan perbedaan. “Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita,” demikian ditegaskan Presiden Jokowi dalam pidato tertulis yang dibacakan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D pada upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila di pelataran gedung rektorat Undana Penfui, Kamis (31/5), yang dihadiri unsur pimpinan, dosen, pegawai serta mahasiswa Undana.

Presiden Jokowi mengatakan peringatan hari lahir Pancasila tahun 2017 merupakan yang pertama sejak kemerdekaan Indonesia. “Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia mengisahkan, Pancasila merupakan hasil dari suatu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 195 yang dipidatokan Ir. Soekarno, piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. “Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama, dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” tandas Jokowi.

Ia menyebut, kehidupan berbangsa dan bernegara sedang mengalami tantangan. Kebhinekaan Indonesia sedang diuji. “Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain pancasila,” imbuhnya. Masalah ini, lanjutnya, semakin mencemaskan, kala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan kabar bohong (hoax).

Menurutnya, Indonesia perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, katanya, Indonesia bisa terhindar dari masalah tersebut. “Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajakan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta peran aktif para ulama, uztads, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. “Pemahaman dan pengalaman Pancasila dalam bermasyarakat , berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengalaman nilai-nilai Pancasila,” ajak Jokowi.

Lembaga Pembinaan Pancasila Dibentuk

Ia mengtakan, komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, termasuk terbentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Unit kerja tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. “Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengalaman nilai-nilai Pancasila,” bebernya.

Ia menambahkan, tidak ada pilihan lain kecuali harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan pancasila. “Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan,” ujarnya. “Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur dan bermartabat di mata internasional,” tambahnya.

Namun demikian, kata Jokowi, semua komponen bangsa pun harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang dibumi Indonesia.

Karena itu, ia mengajak selurh komponen bangsa agar jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan. “Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia. Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, kita Pancasila. Semua anda Indonesia, semua anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila,” pungkas Presiden Jokowi.

Pada penutupan upacara tersebut ditandai dengan pelepasan balon udara dengan judul “Saya Undana, saya Indonesia dan saya Pancasila” yang dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Fred Benu, disaksikan para pimpinan, dosen, pegawai dan mahasiswa Undana. Balon udara tersebut diberi stiker bertuliskan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai bukti kesetiaan dan loyalitas civitas akademika Undana terhadap empat pilar berbangsa dan bernegara. [refl/ovan/ds]