Pesan Perjuangan 3 Pahlawan Nasional Warnai Upacara Bendera 10 November di Undana
10/11/2017
article thumbnail

Jumat 10 November 2017 pukul 07.30, Universitas Nusa Cendana (Undana) memperingati 10 November sebagai hari pahlawan nasional yang ke-72 melalui upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Rektor, Pro [ ... ]


Bahas Pembangunan Daerah Tertinggal
01/11/2017
article thumbnail

Bappenas Gelar Seminar Akhir EKPDBadan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia menggelar seminar akhir Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD) “Pembangunan Daerah Tertingga [ ... ]


Artikel Lainnya

Mahasiswa-Dosen Undana Kenakan Busana Adat

  • Pada Upacara Memperingati Proklamasi RI ke-72

UPACARA bendera detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 di Universitas Nusa Cendana (Undana) bisa dibilang unik dan membanggakan. Betapa tidak, sepanjang berdirinya Undana sejak tahun 1962, baru pertama kali diikuti sebanyak 7.376 mahasiswa baru, pegawai maupun dosen di lingkungan Undana dengan mengenakan busana adat dari berbagai etnis di seluruh Indonesia mengikuti upacara bendera. Upacara bendera detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-71 berlangsung meriah, dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof.Ir. Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D, berlangsung di Lapangan Bola Kampus Undana, Penfui, Kamis (17/8) pagi.

Prof. Fred Benu mengatakan, upacara bendera dengan busana adat ini sengaja ditampilkan, agar menunjukan bahwa bangsa Indonesia ini bisa eksis selama 72 tahun karena adanya keberagaman suku dan budaya. “Kami sengaja hadir dengan pakaian adat memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun, karena kami ingin tunjukkan bahwa bangsa ini bisa berjalan hingga 72 tahun, bahkan bisa lebih dari 1.000 tahun, hanya kalau kita bisa saling menghargai adanya perbedaan diantara kita,” imbuhnya.

Rektor, Fred Benu menuturkan, nilai-nilai kebhinekaan semakin lama semakin direduksi oleh berbagai kepentingan. “Karena itu, Undana perlu menunjukkan bahwa bangsa ini bisa jalan 72 tahun bahkan lebih dari 1000 tahun, hanya kalau kita mengakui keberagaman kita masing-masing,”katanya.. Ia menjelaskan, momentum tersebut juga menunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan. “Tidak bisa orang katakan bahwa Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI itu ada di dalam hati, tanpa pernah ada eksperesi. Kita harus tunjukkan bahwa empat pilar ada di wajah, penampilan dan dalam sikap setiap komponen bangsa,” tegas Guru Besar Ekonomi Pertanian itu.

Ia menyebut, ada ratusan Etnis dari berbagai daerah di NTT bahkan Indonesia ada di Undana, diantaranya Jawa, Batak, Sumatera, Papua, Bali dan lain sebagainya. “Ini baru pertama kali dilaksanakan dan saya tidak tau apakah kampus lain juga begitu. Sekarang ini kita mendorong agar bisa menghilangkan radikalisme,” paparnya. “Radikalisme yang ingin bangsa ini satu warna tidak bisa. Kita hanya bisa sejuk dan indah kalau berwarna pelangi dan inilah pelangi Indonesia itu,” tambah Prof. Fred Benu.

Menyambut Secara Resmi Mahasiswa Baru Undana

Pada kesempatan itu, Rektor, Prof.Fred Benu menyampaikan layanan pendidikan pada tingkat Undana turut menunjukkan adanya perbaikan kinerja yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tahun 2017, Undana menerima mahasiswa baik S-1, S-2 maupun S-3. Penerimaan mahasiswa baru Undana, khususnya S-1, tahun ini mengalami peningkatan yakni sebanyak 10.000 orang, dari jalur SNMPTN, SBMPTN dan MANDIRI. Kebijakan tersebut diambil untuk memperbaiki indikator layanan, baik dari segi kuantitas menyangkut rasio antara dosen dan mahasiswa, dan sebagainya, maupun dari segi kualitas layanan menyangkut efektivitas, keterjangkauan, daya serap ilmu maupun rentang kendali.

Rektor dan seluruh jajaran pimpinan fakultas, pascasarjana, lembaga, biro di lingkungan Undana pada kesempatan itu menyambut secara resmi seluruh mahasiswa baru Undana. Mahasiswa baru Undana merupakan bagian dari almamater Undana, dan kecintaan terhadap almamater ini adalah kecintaan dari diri masing-masing pribadi lepas pribadi. Hanya untuk kalian, disediakan satu tempat duduk sebagai mahasiswa Undana. Karena itu, bertanggung jawablah terhadap kursi yang telah Undana siapkan untuk kalian, sehingga jangan pernah ada cerita bahwa dalam diri masing-masing mahasiswa baru, pada waktunya akan di evaluasi tercatat dalam daftar mahasiswa DO. Tidak boleh itu, karena akan memalukan untuk diri sendiri, juga terhadap almamater Undana, pesan Rektor, Prof. Fred Benu.

Sementara itu, salah satu mahasiswa baru yang enggan namanya ditulis mengaku, takjub dengan upacara yang digelar bernuansa etnik. Ia berharap, dengan mengenakan busana dengan berbagai etnik, maka ia bisa mengenal etnis-etnis lain yang ada di NTT maupun Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Ia berharap agar momentum upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah tersebut bisa dilaksanakan pada momen-momen lainnya.

Pantauan media ini, disela-sela upacara bendera memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72, dimeriahkan dengan lagu-lagu perjuangan oleh PSM Bella Cantare, Marching Band Mahasiswa Undana, Tarian yang diisi oleh para mahasiswi Afirmasi Dikti asal Papua, dan Ja’i bersama. [refl/ds/ovan].