PaKu Undana Gelar Aksi Tolak Angket KPK
19/09/2017
article thumbnail

MENYIKAPI persoalan yang dirasakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini, Pusat Anti Korupsi (PaKU) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi tolak hak angket Dewan Perwakilan Raky [ ... ]


MPR RI Lakukan Kajian Pendidikan dan Kebudayaan
15/09/2017
article thumbnail

Makalah Dosen Undana akan DibukukanDalam rangka melakukan kajian terhadap masalah pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, khsusnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Pengkajian MPR RI bekerja [ ... ]


Artikel Lainnya

Buka Peluang Kerjasama dengan Tiga Universitas

  • Guru Besar dan Dosen Undana ‘Refreshing’ Akademik ke Malaysia

Guna membuka peluang kerjasama dengan beberapa universitas di Kawasan ASEAN, lima guru besar dan delapan orang dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan ‘refreshing’ akademik ke Malaysia sejak 2-9 Agustus 2017 lalu. Guru besar dan dosen yang berkunjung ke negeri Jiran, yaitu Prof. Mien Ratoe Oedjoe, Prof. Jublin Bale Terik, Prof. Henderina Beli, Prof. Jimmy Pello, Prof. Herianus Lalel, Dr. Dodi Darmakusuma, Dr. Antonius Ola, Dr. Jefry Bale, Dr. Lince Mukkun, Dr. Agnes Simamora, dr. Heru Tjahjono, dr. Bobby Koamesah dan drh. Diana Wuri.

Kepala IRO Undana, Prof. Ir. Herianus Lalel kepada media ini, Senin (21/8) menjelaskan tiga universitas yang mereka kunjungi, yakni Iniversiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (UnisZA). Pertemuan yang dilakukan dengan para pimpinan tiga universitas tersebut telah menghasilkan beberapa kesepatan. Berdasarkan laporan perjalanan ke Malaysia, Prof. Heri menyebut, ada delapan kesepakatan yang telah dihasilkan, yaitu: Pertama, didorong untuk melakukan aktivitas ‘Staff Mobiliti’. Dosen Undana yunior dapat mengikuti magang atau pun aktivitas lainnya untuk peningkatan kapasitasnya di UPM, UKM dan UnisZA, demikian juga sebaliknya. Kedua, ‘Student Mobility’ antara Undana dengan UPM, UKM, UnisZA sangat didukung. Mahasiswa Undana dapat mengikuti magang atau pun ‘Credit Transfer di UPM, UKM dan UnisZA.

Ketiga, Join Research (Ikut serta dalam penelitian, red) antar Undana dengan tiga universitas tersebut sangat perlu dilakukan. Tersedia sumber dana yang dapat dimanfaatkan. Untuk itu, perlu dibangun komunikasi lanjut untuk pengembagnan proposal. Keempat, join publication (ikut dalam kegiatan publikasi, red) sangat diharapkan antar Undana dengan tiga universitas tersebut. Tersedia beberapa jurnal internasional di UPM, UKM dan UnisZA yang terindeks (hingga Q2) yang dapat dimanfaatkan untuk publikasi bersama pada tahun 2017 ini untuk 10 judul artikel. Sementara, jelasnya, Undana diberi kesempatan untuk menjadi penulis utama dari 7 artikel dan penilis anggota dari 3 artikel.

Kelima, seminar internasional bersama. UnisZA telah sepakat menyediakan dana sebesar 20.000 Ringgit Malaysia (RMY) atau sekitar Rp 600 juta untuk mendukung penyelenggaran seminar internasional, khsusus bagi mahasiswa Program Pascasarjana di tahun 2018, diharapkan dapat dilaksanakan di Undana. Dan, menambah sekitar 10.000 RMY atau sekitar Rp 300 juta untuk mendanai publikasi di jurnal internasional. Keenam, penelitian eksibisi dapat dilakukan secara bersama-sama untuk mempromosikan hasil-hasil penelitian yang berpotensi ekonomis. Undana dapat menjadi peserta di eksibisi yang akan dilaksanakan di Malaysia, terutama karya-karya yang diperoleh dari ‘join research’. Kendati demikian, perlu didiskusikan lanjut terkait masalah hak cipta.

Ketujuh, Mahasiswa PPs Undana, UPM, UKM dan UnisZA diharapkan mengikuti co-supervisor. Adanya sharing informasi dan sumber-sumber, seperti laboratorium, kebun percobaan, dan perpustakaan di tiga universitas. Kedelapan, perlu dilakukan penulisan buku editorial bersama. UPM dan UKM dalam hal ini memiliki ‘Publishing House (rumah publikasi, red) yang bereputasi internasional sehingga buku-buku teks yang akan diterbitkan memiliki nilai jual dan penghargaan yang tinggi. Meski demikian, Prof. Heri Lalel menambahkan, kesepakatan yang sudah dibicarakan itu perlu diformalkan dalam bentuk nota kesepahaan atau Memorandum of Understanding antar para pimpinan empat universitas. Untuk itu, ia berharap agar tim-tim teknis dapat terbentuk agar dapat melanjutkan delapan hasil kesepakatan tersebut ke dalam MoU sehingga kerjasama antar empat universitas tersebut dapat dilaksanakan. [rfl/ds]