Tingkatkan Kekayaan Intelektual, Dosen Harus Rajin Meneliti
11/10/2017
article thumbnail

Untuk meningkatkan jumlah kekayaan intelektual (KI), para dosen di perguruan tinggi se-Indonesia harus rajin meneliti. Pasalnya, KI menjadi kunci ketahanan ekonomi sebuah negara maju maupun negera yan [ ... ]


Tingkatkan Daya Saing Bangsa
11/10/2017
article thumbnail

© Mahasiswa Harus Miliki Modal IntelektualGUNA meningkatkan daya saing bangsa, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) harus miliki modal intelektual, baik itu yang dapat dilihat maupun yang tida [ ... ]


Artikel Lainnya

Rektor Undana Buka Kegiatan ELTA VIII NTT

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D resmi membuka kegiatan English Language Training Assistance ke-VIII Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Ruang Aula Laboritorium Bahasa lantai dua Undana Penfui, Senin, (25/6). Prof. Fred Benu dalam sambutannya berbahasa Inggris, mengaku, ELTA ke-VIII merupakan yang ke empat kalinya ia diundang untuk memberikan sambutan dan membuka kegiatan tersebut.

Ia mengpresiasi Pemerintah Australia yang telah bekerjasama dengan Provinsi NTT dan Undana untuk menyelenggarakan program ELTA. Ia meminta kepada para peserta agar menggunakan kesempatan selama 3 bulan dengan baik untuk bisa mencari tahu tips, atau langkah-langkah/cara-cara yang mudah agar bisa kuliah di luar negeri dengan baik, khususnya di Australia. “Hari ini kalian telah mengambil keputusan yang baik. Gunakanlah waktu untuk mengatasi berbagai persoalan terkait dengan studi di luar neger,” kata Benu.

Ia mengaku, meski ELTA NTT diselenggarakan Undana, namun sebagai bentuk komitmen, maka ada pihak-pihak di luar Undana pun mendapat prioritas untuk ikut dalam program ELTA. “Undana punya komitmen tidak saja bagi para tenaga pendidik maupun kependidikan di Undana saja, tetapi bagi pihak luar pun diijinkan untuk mengikuti training di ELTA. Itu komitmen Undana,” ujar Prof Benu.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengajak para peserta ELTA agar bisa menikmati proses pelatihan yang akan berlangsung di Laboratorium Bahasa Undana selama 3 bulan ke depan. “Kita sudah siapkan fasilitas yang mendukung, walaupun belum sepenuhnya sempurna, tetapi sejauh ini telah mendukung kegiatan ELTA. Salah satunya dengan adanya bantuan jaringan wifi menggunakan radio koneksi untuk kelancaran semua proses ELTA dan kegiatan penting Undana lainnya,” sebutnya. Pada kesempatan tersebut Prof. Fred Benu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Caroline Bentley selaku IALF Bali Manager, Dwi Anindyacitta selaku Targeting and Liaison Manager Australia Scholarship, perwakilan dari BKD Provinsi NTT, Irvan Boelan, serta kepada para alumni ELTA I-VII yang hadir pada kesempatan tersebut.

IALF Bali Manager, Caroline Bentley dalam pengantarnya berbahasa Inggris, mengapresiasi kehadiran Rektor, Prof. Fred Benu, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ELTA NTT. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan selamat kepada beberapa peserta yang telah bergabung bersama ELTA ke-VIII. Ia mengatakan, kegiatan ELTA yang akan dilakukan selama tiga bulan tersebut akan mendukung para peserta untuk bisa mendapat kesempatan kuliah di Australia. Ia menyebut, ELTA di NTT merupakan yang ke-VII, namun di beberpa tempat, misalnya di Jaya Pura baru ke-VI, begitupun degnan Maluku Utara. “Jadi beberapa Minggu belakangan ini, ELTA di beberapa wilayah di Indonesia dibuka, masing-masing sesuai waktunya,” sebut Caroline. Ia meminta para peserta agar bisa menggunakan kesempatan untuk bertanya kepada panitia ELTA, jika menemukan masalah. Dengan demikian, semua masalah selama program ELTA berlangsung bisa teratasi. Caroline juga meminta agar para peserta bisa bekerja keras dan melakukan yang terbaik untuk kelancaran proses pelatihan ELTA. “Jadi tingkatkan belajar dan kerja keras, kurangi waktu untuk bersenang-senang,” cetusnya.

Semetara Targeting and Liaison Manager Australia Scholarship, Dwi Anindyacitta mengatakan ELTA telah diakui pemerintah Indonesia. Karena itu, ia berharap agar program ini bisa terus dilaksanakan di NTT dan beberapa wilayah lainnya, sebut Dwi, menjadi prioritas untuk program ELTA, sehingga ia berharap para generasi di NTT bisa menggunakan kesempatan untuk mengambil ELTA agar bisa kuliah di Australia. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan selamat kepada para trainer ELTA ke-VIII. “Selamat kepada para trainer, selamat berjuang selama tiga bulan. Ada pelatih-pelatih yang berpengalaman siap membantu mengatasi masalah yang akan dihadapi selama tiga bulan ke depan,” katanya. Dengan keahlian dan kemampuan dalam Bahasa Inggris, kata Dwi, tidak saja digunakan untuk mengambil kuliah di luar negeri saja. Namun, setelah tiga bulan, kemampuan Bahasa Inggris bisa digunakan di tempat kerja masing-masing. Untuk diketahui, kegiatan ELTA ke-VIII akan berlangsung sejak tanggal 25 September sampai 16 Desember 2017 mendatang. [rfl/ds]