Tingkatkan Kekayaan Intelektual, Dosen Harus Rajin Meneliti
11/10/2017
article thumbnail

Untuk meningkatkan jumlah kekayaan intelektual (KI), para dosen di perguruan tinggi se-Indonesia harus rajin meneliti. Pasalnya, KI menjadi kunci ketahanan ekonomi sebuah negara maju maupun negera yan [ ... ]


Tingkatkan Daya Saing Bangsa
11/10/2017
article thumbnail

© Mahasiswa Harus Miliki Modal IntelektualGUNA meningkatkan daya saing bangsa, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) harus miliki modal intelektual, baik itu yang dapat dilihat maupun yang tida [ ... ]


Artikel Lainnya

Mahasiswa Undana Siap Kawal Pancasila

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D menegaskan, sekitar 28 ribu mahasiswa Undana sebagai generasi muda siap menjaga dan mengawal Pancasila. “Kehadiran kita pagi ini untuk menyatakan sikap terhadap polemik G30S/PKI, juga sebagai bagian dari komitmen moral civitas akdemika Undana untuk menjaga Pancasila,” tegas Prof. Fred Benu saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Pelataran Bagian Timur Gedung Rektorat Undana Penfui, Senin (2/10).

Dikatakan, hadirnya sejumlah mahasiswa Undana menunjukan bahwa generasi muda Indonesia siap mengawal tegak dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila. “Kita harus mengangkat ikrar kesetiaan terhadap Pancasila. Karena Pancasila digali dari dari bumi NTT, dan itu adalah legacy terbesar bangsa Indonesia yang digali dari bumi NTT,” paparnya.

“Kita adalah barisan terdepan untuk mengawal dan mempertahankan setia pancasila sebagai dasar negara sampai kapan pun. Kehadiran sejumlah mahasiswa yang mewakili semua mahasiswa Undana patut diapresiasi dan diberi nilai positif. “Kita diminta pemerintah dalam hal ini DPR RI untuk melaksanakan upacara khusus guna mengenang tragedi lubang buaya yang merongrong kesetiaan terhadap Pancasila,” paparnya. Pada saat itu, Rektor atas nama civitas akademika Undana membacakan Ikrar kesetiaan terhadap pancasila yang disiapkan DPR RI tanggal 1 Oktober 2017. Ikrar yang sama juga dibacakan di seluruh Indonesia.

Adapun bunyi ikrar tersebut adalah : “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya: bahwa sejak Diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadai rongrongan, baik dari dalam negeri maupun luar neger, terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia; bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan, oleh karena kelengahan, kekuranwaspadaan Bangsa Indonesia, terhadap kegiatan yang berupaya, untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negera; bahwa degnan semangat kebersamaan, yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap memperkokoh, tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia; maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad, untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan, untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pantauan media ini, hadir pada kesempatan itu, ribuan mahasiswa, para pimpinan, dosen dan pegawai di lingkungan Undana mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila. [ds/rfl]