Unmus-Undana Jalin Kerjasama
07/04/2017
article thumbnail

DALAM rangka memajukan Universitas Musamus (Unmus) maupun Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam bidang tri dharma perguruan tinggi, maka Unmus dan Undana menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut ditan [ ... ]


Undana Seleksi Lima Bank Umum
07/04/2017
article thumbnail


Kamis, (6/4), Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D mengadakan seleksi terhadap lima Bank umum di wilayah NTT yang nantinya akan menjadi Bank mitra dalam  [ ... ]


Artikel Lainnya

Rektor Buka Pembekalan Mahasiswa KKN Undana

REKTOR Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D membuka pembekalan mahasiswa KKN Undana periode semester genap tahun 2017 di ruang Aula Undana, Penfui, Rabu (8/3). Dalam sambutannya Benu mengatakan, mahasiswa berhak mengikuti KKN bila telah memenuhi minimal 120 Satuan Kredit Semester (SKS). Ia memperboleh agar mahasiswa yang telah memenuhi 120 SKS agar bisa mengikuti KKN.
“Bagi yang belum memenuhi 120 SKS agar bisa melakukan konsultasi dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dan Pusat KKN,” katanya. Ia ingin agar mahasiswa bisa mengikuti studi dan lulus dengan prestasi yang baik. Selama ini, Prof. Fred, mengaku rentang waktu yang digunakan untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sangat lama.

Karena itu, pihaknya meminta agar Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie, MSagar bisa bersama-sama mencari jalan keluar dengan pihak LPMP maupun Pusat KKN. “Saya sudah bicara dua kali di tempat ini, tetapi hingga saat ini belum ada solusi untuk mengintegrasikan KKN dengan PKL, sehingga tidak menghabiskan waktu yang lama untuk studi anak-anak, 6 bulan PPL itu angat lama,” ujarnya. Ia berharap, suatu saat PKL dan KKN  yang dilakukan mahasiswa FKIP bisa diintegrtasikan.

“Semuanya bisa dilakukan, tetapi kita masih mencari solusi terbaik, tentunya dengan mengkaji sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Terkait dengan adanya dugaan pungutan kepada mahasiswa KKN yang kini ramai di bicarakan di media sosial, katanya, hal tersebut tidak benar, karena LPM, Pusat KKN maupun panitia KKN hanya mengikuti arahan perubahan aturan dari Peraturan Menteri (Permen) Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) Pasal 9 Ayat 1 Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Biaya Kuliah Tungal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Sehingga mahasiswa yang masuk tahun 2013 ikut KKN tahun lalu, belum dikenakan aturan baru, sehingga mereka tidak diwajibkan membayar ke panitia, namun berdasarkan aturan, maka mahasiswa KKN sekarang harus membayar ke panitia, karena hal itu sesuai arahan Permen Ristek Dikti,” tegasnya.
Sementara, Ketua Pantia KKN Undana, Thom Boymau dalam laporannya mengatakan, pendaftaran KKN sebelumnya dibuka selama dua minggu dan diikuti sebanyak 1.318 mahasiswa dari 11 fakultas, diantaranya mahasiswa FKIP 975orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) 136 orang, Fakultas Sains dan Teknik (FST) 66 orang, Fakultas Peternakan (Fapet) 36 orang, Fakultas Pertanian (Paperta), Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) 24 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 26 orang, Fakultas Pertanian (Faperta) 26 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Fapik)  13 orang, Fakultas Hukum (FH) 6 orang.
Ia mengatakan, mahasiswa KKN akan mengikuti pembekalan selama 5 hari, yakni dari tanggal 8 hingga 13 Maret 2017. Ia menjelaskan, para mahasiswa akan mengikuti KKN di beberapa lokasi, yakni di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara. Menurut rencana, para mahasiswa KKN akan dilepas pada tanggal 20 Maret dan akan mengikuti KKN hingga tangal 20 Mei di lokasi KKN. “Sebelum dilepas, mahasiswa akan mengikuti bhakti kampus untuk melakukan kebersihan di halaman kampus,” ujarnya. Pantauan media ini, turut hadir Ketua LPM Undana, Dr.Umbu Lily Pekuwali, SH.,MH dan Ketua Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKN Undana, Agus Hendewata  [refl/ovan/ds]

 

 

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh