Leoneto Madeira Doktor ke Dua Undana
15/08/2017
article thumbnail

Dr.Leoneto Madeira Martins, S.Sos.,MAP resmi menjadi orang ke dua yang menyandang gelar doktor yang diluluskan Universitas Nusa Cendana (Undana). Setelah mengikuti ujian terbuka Program Doktor Bidang  [ ... ]


Anggaran Minim, Riset Dosen Menurun
14/08/2017
article thumbnail

Minimnya anggaran untuk riset dan penelitian menjadi alasan utama masih sedikitnya produk penelitian yang dihasilkan para dosen Universitas Nusa Cendana (Undana). Selain itu, tahun 2016 lalu, status L [ ... ]


Artikel Lainnya

Rektor Titipkan Empat Pilar di Pundak Mahasiswa

  • Saat Melantik Pengurus BEM-BLM Undana

REKTOR Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D menitipkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI dan Bhineka Tungal Ika di pundak mahasiswa. Hal ini menyusul adanya dugaan bahwa sejumlah mahasiswa di Indonesia kini turut mendukung upaya penolakan terhadap empat pilar bangsa tersebut.

“Mahasiswa di NTT harus berdiri di garda paling depan, jika ada yang mencoba mempertanyakan bahkan menggugat kehadiran Pancasila dan tiga pilar lainnya. Apalagi beberapa waktu lalu sekitar ribuan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mendeklarasikan menolak eksistensi Pancasila” kata Benu ketika memberi sambutan pada acara Pelantikan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Undana 2017 di ruang aula lantai tiga gedung rektorat Undana, Penfui, Jumat (26/5).

Ia menegaskan, Pancasila dilahirkan di Ende, NTT sehingga Pancasila sesungguhnya adalah milik pusaka orang NTT. Karena itu, mahasiswa harus menjaganya bila ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba menggugat dasar negara tersebut. Ia menjelaskan, hari-hari ini kampus menjadi sorotan, karena banyak mahasiswa yang kini tidak setia terhadap empat pilar bangsa dan negara. Untuk itu, katanaya, Undana akan tetap mengajarkan mata kuliah Pancasila dan lebih menekankan pada 46 butir-butir Pancasila.

“Jadi kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang menjaga eksistensi Pancasila, eksistensi bangsa ini,” tandasnya. Ia menilai, tidak cukup mahasiswa dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun minim karakter kebangsaan. “Mahasiswa akan merasa bahwa mereka warga global, jika tidak memiliki karakter kebangsaan,” ujarnya. Ia mengatakan, para pimpinan BEM-BLM yang dilantik tersebut harus bertanggungjawab terhadap rektor sebagai pimpinan tertinggi, melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Simon S. Ola, M.Hum, fakultas, maupun pembantu dekan bidang kemahasiswaan dan Kasubag Kemahasiswaan.

Ia mengajak, anggota BEM-BLM agar membangun koordinasi yang baik selama masa kepemimpinan. Ia meminta agar para pengurus baru harus menjalankan program yang telah dilakukan pengurus yang baru. Rektor menyampaikan terima kasih kepada pengurus BEM-BLM yang lama atas pengabdian selama satu tahun. Ia berharap mahasiswa bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif guna pengembangan dan persiapan diri dalam membangun diri dan bangsa, karena masa depan bangsa ada di tangan mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut Rektor, Prof. Benu, melantik pimpinan BLM Undana, antara lain: Desman B. Lenggu (Ketua), Admin R. Radapraing (Wakil Ketua), Griskie A. Adu (Sekretaris), Yamin Olla (Wakil sekretaris). Turut dilantik pengurus empat komisi lainnya, yakni Komisi Penalaran dan Keilmuan, Minat dan Bakat, Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengabdian pada Masyarakat. Mereka dilantik dengan lampuran Keputusan Rektor Nomor 231/KM/2017 tentang pengangkatan BLM PT Undana periode 2017.

Sementara pimpinan BLM Undana yang dilantik adalah: Umbu Jhoys I. Mberulata (Ketua), Jefry Eri Lobo (Sekretaris), Roni Arto Kapida (Wakil sekretaris), Marlis D. Welly (Bendahara). Turut dilantik pengurus bidang-bidang BEM, yakni Bidang Penalaran dan Keilmuan, Minat dan Bakat, Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengabdian pada Masyarakat. Mereka dilantik dengan lampiran Keputusan Rektor SK Nomor 230/KM/2017 tentang pengangkatan BEM PT Undana periode 2017. Turut menyaksikan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Simon Sabon Ola. [refl/ovan/ds]

Add comment

Komentar anda sangat penting, oleh karena itu periksa komentar dengan seksama sebelum mengirimkan. Pertahankan toleransi antar suku, ras dan agama.


Security code
Refresh