[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

BP2MI Jajaki Kerja Sama dengan Undana

 

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu wilayah di Indonesia, penyumbang terbesar pekerja migran ke luar negeri. Namun, terdapat banyak calon pekerja migran yang tidak berkompeten dan non prosedural, dikirim ke sejumlah negara tujuan. Karena itu, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Undana berupaya menjajaki kerja sama dalam sektor kesehatan, pertanian dan peternakan guna meminimalisir hal tersebut.

Demikian sari pertemuan yang dilakukan Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Drs. Lasro Simbolon, MA dan Kepala UPT BP2MI NTT, Siwa dengan Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Siprianus Suban Garak dan Sekretaris LP2M, Dr. Simplexius Asa, SH., MH di ruang rapat lantai II, Rektorat Undana, Jumat (28/1/2022).

Deputi Lasro menjelaskan bahwa pertemuan awal ini bermaksud untuk menawarkan informasi dan membuka peluang-peluang kerja sama yang bisa dilakukan dengan Undana. Undana, imbuhnya, memiliki Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan yang berpotensi untuk melakukan kerja sama. Begitu pun dengan Fakultas Pertanian.

“Karena terus terang, tidak semua sektor tersedia di negara penempatan, baik di negara tradisional maupun negara baru yang sedang kita rintis,” ujarnya. Ia menambahkan, saat ini BP2MI tengah melakukan training bagi 200 orang untuk dikirim ke Jepang dan Jerman.

 

 

Plt. Wakil Rektor Bidang Akaddemik, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc memberi cinderamata kepada Deputi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Drs. Lasro Simbolon, MA usai pertemuan di ruang rapat lantai II, Rektorat Undana, Jumat (28/1/2022).

 

Baca Juga: Undana Jajaki Kerja Sama dengan Shopee Indonesia

Hal senada disampaikan Kepala UPT BP2M NTT, Siwa. Menurutnya, tiga sektor yang menjadi fokus adalah peternakan, pertanian dan kesehatan, sehingga pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi ke berbagai pihak, termasuk Undana.

Ia menyebut bahwa masalah pengangguran di Indonesia, khususnya di NTT, merupakan masalah klasik. Kendati, pemerintah berupaya membuka lowongan pekerjaan. Namun, tidak semua lulusan bisa terserap ke dunia kerja. Karena itu, ia mengajak Undana bisa memiliki kepedulian bersama agar mahasiswa semester akhir yang hendak bekerja keluar negeri bisa difasilitasi untuk mendapat informasi dan diberi training guna meningkatkan skill dan kapasitas.

Plt. WR Bidang Akademik, Dr. Sipri Suban Garak, M. Sc menyambut baik upaya kerja sama yang dilakukan BP2M. Ia menyebut, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Undana akan menjaring mahasiswa yang tertarik bekerja di luar negeri untuk diberi pelatihan dan pendampingan oleh BP2M.

Apalagi, ungkapnya, pengangguran intelektual di tengah masyarakat yang tidak terserap di dunia kerja sangat banyak. Dr. Sipri juga sangat mengapresiasi koneksi yang dilakukan BP2M dalam membina karier mahasiswa untuk bisa berkarir di luar negeri.

Sementara Sekretaris LP2M, Dr. Simplexsius Asa, SH., M. Hum menambahkan bahwa terdapat Pusat Pengembangan Karier dan Kesempatan Kerja pada LP2M Undana, yang bisa mengatur kegiatan yang bermanfaat bagi kesempatan kerja mahasiswa.

“Di situ ada juga melacak alumni dan menjadi semacam penilaian khusus untuk akreditasi universitas. Pusat inilah yang akan memberi kesempatan kerja kepada mahasiswa, sehingga jika suatu ketika ada permintaan tenaga dengan skill dan hospitality berkualitas, maka Undana akan merekrut mahasiswa untuk terlibat,” ujar Dosen Fakultas Hukum Undana itu. Ia menambahkah, Undana akan bersedia jika BP2M berkeinginan untuk melakukan kerja sama. (rfl)

 

Comments are closed.
Archives