[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Perdana, Dekan FKKH Lantik 12 Dokter Muda

 

Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M. Gizi untuk pertama kalinya mengambil sumpah dan melantik 12 (dua belas) dokter muda pada fakultas tersebut. FKKH sebelumnya adalah dua fakultas yang digabung sesuai Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Undana. Dua fakultas tersebut adalah Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). 

Acara pengambilan sumpah dan pelantikan dokter ke XXXI tersebut dilaksanakan di Aula Lantai III Rektorat Undana, Selasa (24/1/2022).

Hadir, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Plt. Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Si dan WR IV Bidang Kerja Sama, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D, Guru Besar FKKH, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D,  mantan Dekan FK Undana periode 2008-2013, dr. A. A. Heru Tjahyono, Sp. OG dan mantan Dekan FK periode 2014-2021, dr. S. M. J. Koamesah, MMR.,MMPK.,FISPH.,FISCM,  jajaran pimpinan FKKH, Rohaniawan Kristen Protestan, Kristen Katolik dan Islam, serta para orangtua/wali dokter muda.

Perwakilan Dokter Muda, dr. Christalino G. F. Legoh, S. Ked dalam kesan dan pesannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Undana, khususnya Dekan FKKH beserta jajaran, dosen, para senior dan juga seluruh rekan sejawat. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada sejumlah rumah sakit, diantaranya RSUD. W. Z. Johannes Kupang, RS TC Hillers Maumere, RS Jiwa Naimata, RSUD. Labuan Bajo, hingga seluruh puskesmas di Kota Kupang.

Pada kesempatan itu, Christalino mengisahkan, liku-liku perjuangannya bersama rekan-rekannya menjadi dokter. Ia menyatakan, ketika dirinya memutuskan untuk menjadi dokter, maka banyak risiko yang harus dilalui. Meski demikian, hal tersebut tidak menghambat dan membuatnya gagal. Dirinya sangat bersyukur, bersama 11 (sebelas) rekan sejawatnya bisa lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dan saat ini bisa diambil sumpah dan dilantik menjadi dokter. Pada akhir sambutannya, ungkap dia, dokter bukanlah sebuah pekerjaan, tetapi tanggung jawab.

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menggalungkan gordon kepada salah satu dokter muda usai diambil sumpah dan dilantik Dekan FKKH, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi di Aula Rektorat Undana, Selasa (25/1/2022).

 

Baca juga: Dekan FK Undana Lantik 26 Dokter, Rektor Ungkap Tantangan Dunia Kedokteran

Perwakilan Orangtua Dokter Muda, Rambu Maramba Meha, S. Kep dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Rektor Undana, Dekan FKKH dan jajaran, serta para dosen Prodi Kedokteran FKKH. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sejumlah rumah sakit, diantaranya RSUD. W. Z. Johannes Kupang, RS TC Hillers Maumere, RS Jiwa Naimata, RSUD. Labuan Bajo, hingga seluruh puskesmas di Kota Kupang.

Ia menyatakan bahwa sejak awal berproses di Undana, dosen – dosen di Undana banyak memberi ilmu, memotivasi, mendukung dan memberi perhatian kepada para dokter muda. Begitu pun dengan pihak-pihak yang menerima para dokter muda untuk melakukan praktik dan penelitian. Pada kesempatan itu ia berharap para dokter muda bisa kembali mengabdi ke tempat asal masing-masing. “Bekerjalah dengan hati, merasa empati terhadap setiap orang yang dilayani dan jangan pernah mengeluh,” ujarnya. Pada akhir sambutannya, ia juga menyarankan agar Undana meningkatkan kompetensi dosen dan menyediakan fasilitas yang lengkap, terutama di laboratorium.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi mengawali sambutannya mengutip Mazmur 126:6, “orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.”

Ia juga mengamini perjuangan panjang mahasiswa menjadi dokter, demikian juga dengan pergumulan orang tua. “Kesulitan-kesulitan bahkan kecemasan yang timbul karena melihat anak-anak terus belajar, melewatkan waktu makan atau istirahat yang cukup,” ujarnya. “Dan kita bersyukur hari ini ada kemenangan yang kita raih bersama. Terima kasih untuk kerja sama yang baik dari orang tua dan pembimbing sekalian,” ungkapnya menambahkan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan selamat berbahagia kepada 12 (dua belas) dokter muda yang baru saja disumpah dan dilantik.

Ia menyebut, dengan adanya OTK baru Undana membuat FKKH hadir di Undana. Karena itu, ia sangat mengapresiasi OTK tersebut. “Kita harus bersinergi untuk atasi persoalan yang ada, sehingga perlu kerja sama antar disiplin ilmu untuk tingkatkan ilmu pengetahuan,” papar Dekan yang baru dilantik Rektor Undana 11 Januari lalu. Ia juga menyebut, akreditasi untuk Prodi Kedokteran dan Kedokteran Hewan tetap berjalan sesuai peraturan yang ada, sehingga ia meminta  para orang tua maupun calon mahasiswa agar jangan kuatir soal akreditasi.

Jaga Etika Profesi

Pada akhir sambutannya, dr. Christina meminta dokter muda agar menjaga etika profesi. Ia menegaskan agar dokter tidak menjadikan manusia sebagai komoditi usaha, walaupun dokter melayani manusia.  Ia menambahkan, para dokter muda saat ini diperhadapkan pada era digital, sehingga mudah memperoleh pengetahuan baru untuk meningkatkan pelayanan pasien di medan layan masing-masing. Selain itu, tambah Dr. Christina, para dokter muda harus memegang rahasia pasien dan menjadi inisiator pembangunan.

Dekan FKKH juga menyampaikan apresiasi kepada para penggagas dan inisiator FK Undana, terutama Prof. Umbu Datta, bersama Rektor Undana, Dr. drh. Maxs Sanam yang ikut berjuang untuk membuka FKKH. Begitu pun dengan dr. Heru Tjahyono dan dr. Bobby Koamesah, yang telah ikut memajukan FK Undana, sebelumnya.  “Sehingga saat ini kita bisa berdiri sama-sama di bawah FKKH. Mohon dukungan doa supaya kitab bisa bangun NTT dan Indonesia dengan bidang ilmu kita,” ungkapnya.

dr. Christina berpesan agar para dokter muda untuk bisa terlibat dalam Ikatan Dokter Indonesia, karena melalui organisasi profesi tersebut, para dokter bisa mendapat informasi-informasi, termasuk mengabdi di wilayah-wilayah di Indonesia, maupun luar negeri.

Sementara itu, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pimpinan FK terdahulu, yakni dr. Heru Cahyono (Dekan FK, 2008-2013) dan dr. Bobby Koamesah (Dekan FK, 2014-2021). Pada kesempatan itu, Dr. Maxs menyampaikan selamat dan ikut berbahagia atas pencapaian12 dokter muda, yang diambil sumpah dan dilantik. “Atas nama pimpinan Undana, kami menyampaikan selamat, ikut berbahagia dan bangga atas apa yang anda capai saat ini. Tidak saja butuh waktu lama, tetapi butuh energi dan melewati tekanan psikologis yang luar biasa,” ujar Rektor Undana.

Dr. Maxs mengaku, momentum tersebut adalah pertama kali baginya sebagai Rektor Undana menghadiri pelantikan dokter muda pada FKKH. Menurutnya, penggabungan FKKH sebagai bagian dari perubahan, reformasi birokrasi, upaya meningkatkan efisiensi, serta pelayanan pada aspek manajemen. “Penggabungan (fakultas) tersebut tidak berarti menggabungkan kompetensi dan etika dokter umum dan dokter hewan. Tidak demikian. Kekuatan itu ada pada Prodi, sementara Fakultas pada aspek manajemen. Jadi, sekarang ini segala sesuatu sudah blanded (dicampur), pembelajaran juga online dan offline,” paparnya.

Rencana Tambah Prodi

Rektor Dr. Maxs menyebut, ke depan FKKH Undana juga berencana menambah lagi Prodi, seperti Farmasi, Kebidanan dan Keperawatan, termasuk Dokter Spesialis. Dengan penambahan Prodi, ungkap Rektor, bisa menimbulkan perubahan pada nama fakultas. “Yang penting substansi keilmuan di Prodi tidak akan berubah. Dokter umum tidak akan disumpah dengan sumpah dokter hewan, begitu pun sebaliknya,” tandasnya mantan Dekan FKH Undana itu.

Terkait dengan fasilitas, ungkap Dr. Maxs, visinya sebagai rektor adalah bagaimana menentukan fakultas sebagai lokomotif bagi Undana. “Kami lihat FKKH bisa jadi lokomotif Undana, sehingga kalau sempat, bisa dilihat sudah ada persiapan gedung enam lantai FKKH. Jadi, kita akan mulai tahun ini. Saya sudah putuskan RS Undana, kalau tipe C, kita tidak dapat penghasilan, kita jadikan klinik saja supaya bisa dapat penghasilan. Apa yang kurang akan kita tambahkan, termasuk fasilitas laboratorium,” ungkapnya sembari menambahkan bahwa sekitar Rp 2 miliar disiapkan untuk fasilitas RS Undana. Karena itu, ia meminta, ke depan mahasiswa FKKH Undana juga bisa melakukan praktik atau Koas di RSU Undana.

“Kita akan sediakan fasilitas, tentunya dengan kondisi finansial Undana yang ada. Tapi, kita coba prioritas fakultas mana yang jadi lokomotif, kalau semuanya bersamaan maka tidak akan terasa,” paparnya. Di akhir sambutannya, Rektor Undana optimistis, frasa lagu himne Prodi Kedokteran FKKH Undana, “sekali dibuka, tetap dibuka” harus diinterpretasi sebagai fakultas yang tidak akan ditutup lagi, karena sempat diragukan banyak orang. Bahkan, lanjut Dr. Maxs, sejumlah fasilitas, dan kualitas dosen juga akan ditingkatkan.

Filosofi Kemanusiaan

Selain itu, lulusan Prodi Kedokteran FKKH Undana juga harus menjalankan filosofi kemanusiaan (humanity) dan pelayanan kepada semua orang tanpa membedakan status sosial, suku, ras dan sebagainya. “Jadi, dokter Undana memiliki wawasan global, tetapi rendah hati dan berkualitas untuk melayani sesama,” paparnya.

Rektor menambahkan, di era revolusi industri 4.0 ini, banyak tenaga dokter yang bisa saja digantikan oleh robot, namun yang berbeda adalah robot tidak memiliki hati. “Sebagai dokter, milikilah hati yang melayani. Kalau anda tidak miliki hati, maka anda akan digantikan oleh robot menjadi dokter yang mengabdi kepada peradaban manusia,” pungkas Rektor Dr. Maxs.

12 Dokter Muda yang dilantik adalah:

  1. dr. Renaldy Pamungkas, S. Ked.
  2. dr. Christalino G. F. Legoh , S. Ked.
  3. dr. Umbu Ananda Eka Putra, S. Ked.
  4. dr. Jordi M. Netanyahu Kapitan, S. Ked.
  5. dr. Kathleen Get Matheus, S. Ked.
  6. dr. Yemima Elizabeth Z. Ambesa, S. Ked.
  7. dr. Rosa Dalima T. G. Ledjepen, S. Ked.
  8. dr. Yustina Nada Jon Putri, S. Ked.
  9. dr. Maria Lusi B. Bili, S. Ked.
  10. dr. Apolonia Nogo Liwu, S. Ked.
  11. dr. Yuliana Dwi Nirmala T. Lagut, S. Ked, dan
  12. dr. Maria Priscilia M. Letor, S. Ked. (rfl)
Comments are closed.
Archives