[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Rektor Undana Hadiri Rapat Kerja KPTN-KTI 2022 di Tarakan

 

Rektor Undana Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, didampingi Wakil Rektor (WR) II Bidang Administrasi dan Keuangan, Ir. Jalaluddin, M. Si dan WR IV Bidang Kerja Sama, Ir. I Wayan Mudita, M. Sc., Ph. D, masing-masing berserta istri, menghadiri rapat kerja Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (29/1/2022)

Berdasarkan rilis yang diterima Humas Undana, Senin (31/1/2022) menyebutkan, rapat kerja kali ini merupakan rapat kerja luring pertama, setelah selama 2 (dua) tahun sebelumnya, tidak dapat diselenggarakan karena pandemi.

Rapat dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Arifin Paliwang, SH, M. Hum, setelah didahului laporan oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. Adri Patton, M. Si, selaku Ketua Presidium KPTN-KTI, dan sambutan oleh Ketua Dewan Pembina KPTN-KTI Prof. Dr. Dwia Aris Pulubuhu, MA.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Arifin Paliwang, SH, M. Hum dalam sambutannya menyampaikan peran penting perguruan tinggi sebagai “dapur” pemerintah daerah. “Beliau mengharapkan agar perguruan tinggi yang tergabung dalam KPTN-KTI dapat mendukung pembangunan di daerah masing-masing, khususnya melalui pelaksanaan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM),” tulis WR IV Bidang Kerja Sama Undana, Ir. I Wayan Mudita, M. Sc., Ph. D melalui rilisnya.

“Sebelum sambutan gubernur, Ketua Presidium KPTN-KTI Prof. Adri Patton juga menyampaikan hal senada, demikian juga Ketua Dewan Pembina KPTN-KTI Prof. Dwia Aris Pulubuhu,” ujarnya menambahkan.

Mudita menjelaskan, pada hari kedua, dilaksanakan rapat kerja yang dihadiri oleh Rektor/Wakil Rektor dari 25 (dua puluh lima) universitas/institut dan Direktur/Wakil Direktur 3 (tiga) politeknik dari 42 (empat puluh dua) perguruan tinggi anggota.

Direktur Eksekutif KPTN-KTI Dr. Andi Ilham Mahmud ketika memimpin rapat kerja tersebut memaparkan Anggaran Dasar (AD) KPTN-KTI untuk mendapatkan sejumlah masukan, jika para anggota ingin melakukan perubahan. Namun, ungkap WR IV Undana, tidak ada yang mengusulkan perubahan.

Direktur Eksekutif, kata Mudita, juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan isu-isu prioritas masing-masing, yang nantinya akan dirangkum dan diolah untuk menjadi isu-isu prioritas bersama. Pada kesempatan itu, sejumlah pimpinan perguruan tinggi, termasuk Rektor Undana, menyampaikan isu prioritas masing-masing.

Rapat kerja kemudian ditutup oleh Ketua Presidium KPTN-KTI dengan mengutip kalimat dari pidato Bung Karno: “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.” Maksud beliau, jelas WR IV Undana, jika isu-isu yang dihadapi oleh setiap perguruan tinggi disampaikan secara bersama melalui KPTN-KTI, diharapkan akan bisa mengguncang kementerian daripada disampaikan sendiri-sendiri.

Dari isu-isu prioritas yang disampaikan oleh para pimpinan perguruan tinggi, jelasnya, akhirnya dirumuskan secara tentatif 3 (tiga) isu prioritas bersama, yaitu: (1) melakukan audiensi bersama para pimpinan KPTN-KTI ke kementerian untuk membahas isu prioritas bersama, terutama isu perlunya pembatasan jumlah mahasiswa perguruan tinggi besar di Pulau Jawa, isu pengangkatan dosen baru, dan isu akreditasi program studi dan akreditasi institusi oleh BANPAT, (2) melanjutkan program peningkatan kapasitas, antara lain melalui penyelenggaraan lokakarya publikasi ilmiah, lokakarya penjaminan mutu, dan benchmarking ke sesama negara sedang berkembang, Filipina, serta (3) penyelesaian tunggakan iuran keanggotaan bagi anggota yang masih menunggak iuran tahunan. (*/rfl).

Comments are closed.
Archives