[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana Gelar Workshop Evaluasi SAKIP

 

Universitas Nusa Cendana  (Undana) melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama (Renkerma) menggelar workshop tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Sotis Hotel, Kupang, Kamis (25/8/2022). Workshop tersebut menghadirkan 2 (dua) narasumber utama dari Biro Perencanaan, Kemendikbudristek, yaitu Cyti Daniela Aruan (Koordinator Fungsi Akuntabilitas), dan I Nyoman Sutiksena (Analis Laporan Akuntabilitas Kinerja).

Kedua narasumber tersebut dihadirkan untuk memberi penjelasan sekaligus mengevaluasi SAKIP di hadapan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, yang terdiri dari para pimpinan Undana maupun staf, baik di tingkat rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga, biro hingga unit. Tujuannya, agar kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi di lingkungan Undana bisa mencapai tata kelola pemerintah yang baik (good corporate governance). Selain itu, untuk mengetahui tingkat keberhasilan / kinerja melalui laporan kinerja (Lakin) Undana.

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc ketika membuka workshop tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua narasumber tersebut. Rektor bahkan menyampaikan oto-kritik terhadap tenaga kependidikan, maupun pendidik di lingkungan Undana. Untuk para dosen di Undana, ia menegaskan, tugas utama dosen, tridarma; pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus semakin ditingkatkan. Apalagi, untuk mendapat sejumlah reward (penghargaan), seperti remunerasi, sertifikasi dosen, maupun tunjangan fungsional. Ia menyebut, sejumlah penghargaan yang diberikan kepada dosen, hingga kini masih berasal dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Karena itu, menurut Rektor, seharusnya sejumlah penghargaan itu dibayar kepada dosen-dosen yang melakukan hal-hal luar biasa, lebih dari sekadar tridarma. Semisal, inovasi-inovasi dalam menyediakan bahan ajar.

 

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M. Si, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng, dan Kepala Biro Renkerma, Yefri C. Adoe, SE foto bersama sejumlah pimpinan tingkat fakultas, lembaga, biro dan unit di lingkungan Undana.

 

“Saya tegaskan bahwa pembayaran kali ini semata-mata kepada dosen dengan tugas tambahan dan capaian kinerja. Kita tidak gabungkan dengan SKP. Jadi kalau dapat 50 persen, ya 50 persen. Tidak 100 persen, karena remunerasi kita sebagai dosen dan tugas utama kita memang tridarma, itu gaji kita,” ujarnya. “Remunerasi seharusnya diberikan kepada dosen dengan kinerja luar biasa. Bukan membayar 12 SKS mengajar,” jelasnya menambahkan. Lebih lanjut, menurut Rektor, pengabdian yang dilakukan dosen selama ini seharusnya bukan merupakan capaian kinerja, sebab hal itu merupakan bagian dari tridarma.

 

Selain itu, Rektor menganggap, menulis buku ajar juga sebagian bagian dari tugas dosen, sehingga tidak perlu membebani universitas dengan pembiayaan. Menurut Dr. Maxs, hal tersebut bukan sebagai sebuah inovasi, sehingga ketika digunakan untuk mengukur capaian kinerja, maka tidak dianggap sebagai sebuah capaian kinerja.

Lebih lanjut, menurut Rektor Undana, semua judul pengabdian yang  dimiliki dosen Undana, jika dilakukan di sebuah desa binaan, maka tidak saja menghasilkan output tetapi mampu menghasilkan outcome. Sementara itu, soal SAKIP, kata Rektor, kinerja yang dihasilkan mesti terdokumentasi dengan baik, agar bisa diklaim sebagai sebuah kinerja. “Mohon ke depan jangan menunggu hingga jadwal penilaian SAKIP, kemudian semua dosen, maupun pegawai mengumpulkan data-tatanya,” tutupnya.

 

Sementara Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. Jefri S. Bale, M. Eng, menyebut, pada tahun 2022, Undana mendapat penilaian SAKIP huruf D. Pada saat itu, kenang Dr. Jefri, dirinya dan sejumlah rekan-rekan dari Undana diberi penjelasan di tingkat Kemendikbudristek . Hasilnya, pada tahun 2021 Undana kemudian bisa memperoleh huruf C. “ Dan, bulan Juni lalu, kami melakukan evaluasi mandiri, untuk sementara Undana sudah memperoleh huruf B,” ungkap Dosen Prodi Teknik Mesin itu.

Atas hasil itu, pihaknya menyampaikan terima kasih atas kinerja dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan Undana. “Saya berharap ke depan, semua pihak di Undana bisa memiliki pemahaman yang sama soal SAKIP. Jadi, bukan saja Biro Perencanaan dan Kerja Sama saja, tetapi kita semua butuh pemahaman tentang SAKIP untuk mendukung kinerja Undana dan rektor,” pungkasnya. (rfl)

 

Comments are closed.
Archives