[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Pesan Natal Undana: Bekerjalah dengan Cara Baru, Kreatif dan Inovatif

Civitas Akademika dan pegawai Universitas Nusa Cedana (Undana) ikut berbahagia dan suka cita merayakan Natal yang berlangsung di Gedung Graha Cendana, Kamis (5/1/2023).

Ibadah Natal yang dipadukan dengan pembukaan tahun kerja, penyerahan anggaran terpadu, dan penandatanganan kontrak kinerja tahun 2023 tersebut mengangkat Tema “…Maka Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain” (Matius 2:12), serta dengan Sub Tema “Bekerja dengan Hati, Bahagia dan Suka Cita”.

Natal dipimpin oleh Pendeta Dr. Sarlinda A. Kisek, M.Si dan Romo Leonardi Manlea, Pr.
Dalam pemberitaan Firman Tuhan yang terambil dalam Kitab Perjanjian Baru Matius 2: 12, Pendeta Sarlinta mengajak civitas akademika agar menggunakan pengetahuan untuk menerima perbedaan baik budaya, agama, tradisi dan kebiasaan manusia. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Majus (para ahli perbintangan), yang mencari Tuhan di tengah perbedaan.

Ia menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk mengenal dan menghormati Tuhan Allah yang maha besar. “Sering kali konflik sosial dan agama dipicu oleh eksklusivitas dan sentimen agama serta upaya meniadakan agama dan budaya lain. Sementara orang Majus menerima perbedaan sebagai cara mereka menemukan Tuhan, bahkan rela mempersembahkan emas, kemenyan dan mur sebagai tanda penghormatan mereka kepada Tuhan Yesus,” kata Pendeta Sarlinta.

“Pendekatan pengetahuan harus dipakai untuk menjembatani segala perbedaan, bukan untuk mempertajam perbedaan yang kemudian melahirkan ketegangan dan konflik,” sambungnya.

Jika orang Majus menggunakan mimpi yang kemudian menjadi visi untuk mereka mewujudkannya. Maka, kata Pendeta Sarlinta, Undana juga harus bisa dituangkan dalam misi, rencana, dan aksi agar mampu menjawab visi yang telah ditetapkan. “Visi ada dalam kerja-kerja kita dan pengabdian kita. Jika visi menjadi sebuah kenyataan, disitulah kita sadar telah mampu melewati berbagai tantangan dan rintangan,” ujar Pendeta dalam pemberitaannya.

Tentang jalan lain sebagaimana pemberitaan Firman Tuhan, Pendeta Sarlinta memberitakan bahwa Majus dan Herodes cara dan tindakan berbeda. Dimana Herodes ingin membunuh semua bayi pada zaman itu, termasuk Tuhan Yesus, sedangkan Majus ingin menyembah Yesus. Para Majus pun bahagia dan suka cita, sementara Herodes tidak bertemu Tuhan dan kehilangan suka cita.
“Apakah kita kita sudah punya cara seperti Majus atau bahkan Herodes? Sudahkan Tuhan jadi fokus utama dalam mengembangkan Undana?” tanya Pendeta mengakhiri refleksinya.

Sementara Rektor Undana, Dr. drh Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam sambutannya menayampaikan salam Natal dan Tahun Baru bagi semua civitas akademika Undana. Ia sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras memajukan Undana, sejak sebelum masa kepemimpinannya hingga saat ini.

Rektor juga menyampaikan pesan kepada civitas akademika untuk memaknai maksud “pulang melalui jalan lain” sebagaimana yang dilakukan para Majus. Menurutnya, pulang melalui jalan lain juga bermakna civitas akademika harus bekerja dengan hati, dengan penuh kreativitas dan inovasi. Sebab, universitas lainnya sudah bergerak sangat cepat dan maju.

Mengakhiri acara tersebut, Rektor berkesempatan menyarahkan anggaran terpadu kepada setiap unit di lingkungan Undana, serta menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pensiunan PNS.
Penghargaan tersebut merupakan pertama kalinya dilakukan Undana, mengingat jasa dan kerja keras para pensiunan kala masih aktif. “Ini adalah bentuk respect dan penghargaan seluruh civitas akademika Undana kepada para pensiunan,” ujar Rektor Undana.

Penghargaan dan hadiah juga diberikan kepada perwakilan cleaning service (CS) dan Satuan Pengaman Kampus (SPK) yang dinilai paling rajin dan bertanggungjawab dalam bekerja. (rfl)

Comments are closed.
Archives