[google-translator]

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Undana – Kota Kupang Komit Wujudkan Kelurahan Unggul dan Berdampak

Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Kota Kupang berkomitmen meningkatkan sinergitas dan kerja sama mewujudkan kelurahan di Kota Kupang yang unggul dan berdampak. Komitmen dan kesepakatan tersebut terungkap dalam pertemuan antara Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dengan Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, SH di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (12/1/2023).

Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Dr. Jefri S. Bale, ST, M.Eng, para dekan beserta wakil dekan, kepala lembaga, dan kepala biro. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat dan lurah.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, menjelaskan dalam refleksi menyambut HUT Undana ke-60, lahir komitmen yang tertuang dalam tagline “Undana Berdampak”. Transformasi dari paradigma dan visi merdeka belajar yang dirilis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menuntut Perguruan Tinggi untuk keluar dari kampus.

Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan tidak lagi hanya didapat di ruang kuliah, laboratorium serta perpustakaan, tapi bisa juga didapat di mana saja, seperti di dunia industri, lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat, tidak hanya bagi mahasiswa tapi juga para dosen. “Atas dasar inilah pihak Undana ingin berkontribusi mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat dan yang menjadi pergumulan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Ia mengakui, implementasi tri dharma perguruan tinggi selama ini masih dilakukan secara parsial dan tidak terintegrasi. Dengan kerja sama ini Rektor Undana optimis jika semua terfokus pada satu lokasi, baik penelitian, pengabdian, magang dan KKN mahasiswa, tentu dampaknya akan luar biasa.

“Lewat kerja sama ini Undana ingin bermitra dengan Pemkot Kupang untuk mencoba mengidentifikasi persoalan yang terjadi di masyarakat, dengan strategi fokus pada causa prima atau pokok persoalannya dan mencoba berkontribusi untuk bersama mencari solusi,” papar Rektor Undana. Ia berharap kerja sama ini mudah-mudahan membawa kemajuan yang signifikan bagi Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan momentum bersejarah bagi Kota Kupang. “Rektor Undana hadir dengan kekuatan penuh bersama seluruh jajaran membawa model pembangunan baru yang didasari inovasi dan kreativitas, lewat kerja-kerja kolaborasi menjadikan kelurahan di Kota Kupang unggul dan berdampak,” ujarnya.

George meyakini lembaga pendidikan perguruan tinggi seperti Undana dengan 35 ribu mahasiswa, 886 dosen dan 458 tenaga pendidik yang tersebar di 57 program studi akan menjadi penopang utama bagi pemerintah dalam membangun daerah ini. Menurutnya seluruh persoalan di masyarakat harusnya melalui kajian dan riset oleh akademisi, baru kemudian dirumuskan program untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Lebih lanjut, kata Penjabat Wali Koa Kupang, dengan kerja sama ini ke depan 6 camat, 51 lurah bersama 386 RW dan 1339 RT akan menjadi mitra perguruan tinggi termasuk Undana. Pertemuan hari ini menurutnya merupakan kesempatan saling membuka diri untuk berkolaborasi.

Oleh karena itu, pimpinan perangkat daerah, para camat dan lurah diminta untuk membangun komunikasi teknis dengan para akademisi dari Undana tanpa ada sekat. Kepada Undana Penjabat Wali Kota minta agar pengawalan ini bisa berlangsung selama 3 tahun, hingga masing-masing kelurahan menemukan potensi unggulannya yang menjadi ciri khas untuk dikembangkan. “Metode ini akan menjadi pola pendekatan pembangunan yang di replikasi oleh kabupaten lain di NTT,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota Kupang mengajak Undana sebagai bagian dari Kota Kupang untuk terlibat dalam program-program prioritas Pemkot Kupang, seperti penanganan stunting dan pengendalian inflasi. “Saat ini Pemkot Kupang telah menginventaris kurang lebih 1000 ha lahan kosong, baik milik pemerintah, milik swasta maupun perorangan yang akan digarap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura seperti cabai, bawang dan tomat yang sering menjadi pemicu inflasi,” papar George.

Untuk itu, dirinya berharap agar Undana dengan seluruh kekuatannya terlibat dalam program urban farming tersebut. “Saat ini FKIP Undana juga sudah mulai kerja sama dengan Pemkot Kupang lewat program Lopo Pintar dan pembentukan klub Bahasa Inggris di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV yang membidangi perencanaan, kerja sama dan sistem informasi, Dr. Jefri S. Bale, ST, M.Eng, menambahkan dalam kerja sama ini ada 3 hal yang akan mereka intervensi, antara lain ketahanan pangan, pengembangan SDM dan UMKM serta pengelolaan lingkungan, termasuk di dalamnya manajemen dan pengolahan sampah. Untuk tahap pertama, jelas Dr. Jefri, kerja sama ini akan fokus pada 2 kelurahan yang ada di Kota Kupang, dengan kurun waktu pengawalan atau pendampingan selama 2 hingga 3 tahun. (*/rfl)

Comments are closed.
Archives