(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

FKKH Undana Tingkatkan Kompetensi dan Keterampilan Dokter Hewan Garis Depan NTT

KUPANG –  Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) yang bekerjasama dengan asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) dan Indonesia Australia Red Meat Cattle and Partnership menggelar Kegiatan Pelatihan Pengembangan Profesional Tenaga Kesehatan Hewan Garis Depan Batch II di Hotel Sahid T-More Kupang, Rabu (20/3).

Acara yang berlangsung selama tiga hari terhitung tanggal 20-23 Maret 2024 tersebut dibuka Ketua AFKHI Teguh Budi Pitojo di Hotel Sahid T-more, Rabu (20/3).


Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi, dan keterampilan dokter hewan garis depan dan calon dokter hewan dalam menghadapi wabah penyakit hewan ternak yang baru muncul (emerging diseases) maupun yang muncul kembali (re-emerging diseases).

“Misalnya, apabila ada penyakit pada hewan, dapat cepat ditangani sehingga dapat mengisolasi penularan penyakit pada hewan,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan kedua kalinya yang melibatkan peserta dari berbagai provinsi. Selain untuk tenaga kesehatan hewan, pelatihan ini juga diikuti mahasiswa Undana sebanyak 90 orang.

“Peserta yang hadir dalam kegiatan itu untuk mendapat pelatihan adalah tenaga kesehatan hewan , dokter hewan dan praktisi yang bekerja di lini depan di kesehatan hewan di NTT,” ujar Christina.

Pihaknya berharap, hal yang peling penting selain pengetahuan adalah keterampilan, sembari mengimbau agar semua pihak bisa waspada dan mampu lakukan langkah-langkah mitigasi untuk memperkecil penularan dan mendeteksi dini penyakit.

“Saya berharap peserta yang telah dilatih, dapat kembali menyebarkan keterampilannya di instansi masing-masing,” pinta Dekan FKKH Undana.

Perwakilan Indonesia Australia Red Meat Cattle, Petrus Widiantoro menyampaikan, pihaknya turut berkontribusi dalam kegiatan ini, baik itu aspek pendanaan, maupun dalam mendesain kegiatan pelatihan tersebut bersama pemerintah pusat dan stakeholder terkait.

“Kami juga berkontribusi terhadap penanganan penyakit ternak secara nasional dengan bekerja sama dengan FKHI dan 11 anggota FKH di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Petrus Widiantoro, sudah ada sekitar 680 peserta tenaga kesehatan hewan garis depan dan kurang lebih 1.200 mahasiswa FKH yang dilatih untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan keterampilan,” ucapnya.

Ia berharap, kegiatan baik ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sebab, penanganan penyakit ternak harus dicegah dan diatasi secara kolektif..

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Pandapotan Siallagan mengucapkan terima kasih atas adanya kegiatan tersebut yang dapat mengembangkan keterampilan veteriner Kabupaten Kupang.

Ia menyebut, Kabupaten Kupang mengirim total 10 veteriner untuk mengikuti pelatihan tersebut, yakni 7 orang di batch I dan 3 orang di batch kedua.

Ia mengatakan, Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah yang memiliki populasi ternak terbanyak di NTT. Pun begitu, ada beberapa penyakit di Kabupaten Kupang, yang telah dilakukan tindakan pengendalian dan pencegahan, misalnya penyakit rabies.  

“Dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Kupang,” pungkasnya. (rfl)

Comments are closed.
Arsip