(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Jaga Reputasi, Undana Musnahkan dan Terbitkan Ribuan Ijazah Baru bagi Alumni

KUPANG – Dalam upaya menjaga reputasinya sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki visi “Universitas Berorientasi global”, Undana akhirnya menuntaskan persoalan kesalahan penulisan pada ijazah alumni periode Juni dan 2023 September 2023.

Hal itu ditandai dengan proses penarikan, pemusnahan dan penerbitan ulang ijazah periode Juni dan September 2023 sebagaimana Petunjuk Teknis (Juknis) Penarikan, Pemusnahan dan Penerbitan Ulang Ijazah Periode Juni dan September 2023.

Hal ini untuk menghindari penggandaan ijazah dan penyalahgunaan ijazah bagi para alumni. Ijazah yang diterbitkan pun telah diserahkan kepada alumni. Hingga saat ini terdapat 3.521 dari total 3.985 ijazah yang sudah ditarik.

Pemusnahan ijazah secara simbolis dilakukan Undana disaksikan pihak kepolisian Polda NTT dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV, Prof. DR. Adrianus Amheka, ST., M. Eng.

Pemusnahan 3.521 ijazah tersebut berlangsung di Biro Akademik dan Kemahasiswaan Undana, Senin 22 Januari 2023.

Perwakilan Polda NTT dan Dewan Pengawas Undana melakukan pemusnahan ijazah secara simbolis disaksikan Rektor Undana, Prof. Maxs Sanam, WR I Prof. Annytha Detha, WR II Dr. Paul Tamelan, WR IV Prof. Jefri Bale, jajaran pimpinan dan staf pada Biro Akademik dan Kemahasiswaan Undana.

Hadir pada kesempatan itu, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si, WR II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Paul G. Tamelan, M.Si, WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc dan WR IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Jefri S. Bale, ST., M.Eng.

Hadir pula, Dewan Pengawas Undana, para pimpinan Fakultas, Pascasarjana, Biro dan Lembaga di lingkungan Undana.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc mengatakan kesalahan penulisan ijazah sudah selesai ditandai dengan penerbitan ijazah baru.

Ia bersyukur karena kesalahan tersebut direspon baik oleh pihak Kemendikbudristek dan mengizinkan Undana mencetak ijazah baru, melalui Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kemendikbudristek.

Profl. Maxs mengatakan kepemilikan ijazah tidak boleh dobel. Maka dari itu ijazah yang sudah diserahkan kepada para wisudawan ditarik kembali untuk pemusnahan dan menggantinya dengan yang baru.

“Tidak boleh miliki dua ijazah sehingga yang lama harus dimusnahkan,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Mikrobiologi dan Parasitologi pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKHK) Undana Kupang itu.

Guna meyakinkan para wisudawan, Undana melibatkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV NTT dan aparat penegak hukum agar menyaksikan pemusnahan ijazah. “Artinya, ini adalah penegasan dari kementerian bahwa kami benar-benar sudah memusnahkan ijazah yang lama dan membagikan yang baru,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman, Maxs melanjutkan, Undana tidak akan mengulangi hal serupa. Proses penulisan ijazah selanjutnya dilakukan secara online, kemudian dilanjutkan pengecekan secara teliti, mulai dari masing-masing fakultas, program studi dan calon wisudawan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si, menambahkan total keseluruhan ijazah yang diganti atau salah penulisan sebanyak 3.985 ijazah. Sedangkan, yang sudah ditarik sebanyak 3.521 ijazah.

“Masih tersisa 464 ijazah yang berada di tangan alumni. Ijazah yang belum ditarik ini karena mereka berada di luar pulau. Kita tidak bisa memberikan kepada orang lain kecuali ada surat kuasa dari alumni,” ujarnya.

Prof. Annytha merinci, untuk periode Juni 2023, total ijazah sebanyak 1.929 ijazah. Sebanyak 1.644 ijazah sudah diserahkan dan yang belum sebanyak 285 ijazah. Sedangkan periode wisuda September 2023 sebanyak 2.056 ijazah, yang menyerahkan sebanyak 1.877 ijazah dan yang belum sebanyak 179 ijazah.

“Kesalahan ini diakui sebagai kelalaian administrasi yang merugikan pemegang ijazah dan merusak integritas universitas. Oleh karena itu, demi menjaga kejujuran dan kredibilitas lembaga pendidikan. ijazah ini harus dimusnahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penerbitan dan pemusnahan ijazah baru tersebut buntut kesalahan penulisan pada akreditasi 38/SK/BAN PT/Akred/PT/II/2018 yang seharusnya Nomor Akreditasi: 121/SK/BAN PT/AK/PT/11/2023 ini diselesaikan dengan menerbitkan ijazah baru. (rfl)

Comments are closed.
Arsip