(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Prodi Pendidikan Dokter FKKH Undana Beri Pelatihan BHD di Desa Kualin, Kab. TTS

Pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan merupakan hal yang sangat penting diketahui dan mampu untuk dilakukan oleh siapapun, bukan hanya tenaga medis tetapi juga orang awam. Hal ini karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja, di mana saja dan bisa terjadi kepada siapa saja dan banyak terjadi di luar lingkungan rumah sakit atau tempat fasilitas kesehatan. Pertolongan pertama yang cepat dan tepat akan dapat meningkatkan peluang korban yang mengalami kondisi gawat darurat untuk bisa diselamatkan. Untuk itu perlu adanya penyuluhan dan pelatihan keterampilan kepada masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat.

Sebagai bagian dari tugas tridharma sebagai dosen, maka Tim Dosen Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (FKKH Undana) berinisiatif untuk membagikan pengetahuan dan memberikan pelatihan pemberian bantuan hidup dasar (BHD) sebagai pertolongan pertama pada korban yang tidak sadar dan korban tersedak untuk masyarakat awam, dalam hal ini khususnya para siswa dan sivitas akademika SMA Negeri Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Program penyuluhan dan pelatihan BHD untuk masyarakat awan ini secara rutin telah dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2019 di beberapa komunitas masyarakat dan di sekolah-sekolah di Kota/Kabupaten Kupang. Untuk tahun 2024 ini kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri Kualin, Kabupaten TTS, NTT. Kegiatan ini dilakukan juga dalam rangkaian merayakan Dies Natalis Undana ke-62 dan Dies Natalis FKKH Undana yang ke-3.

Kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan dan pelatihan BHD untuk siswa dan sivitas akademika SMA Negeri Kualin ini dilaksanakan di Aula SMA Negeri Kualin pada hari Jum’at, 14 Juni 2024. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMA Negeri Kualin Bapak Weyanus Beti, S.Pd. Dalam sambutannya Bapak Weyanus Beti, S.Pd menyampaikan bahwa pihak SMA Negeri Kualin menyambut baik dan antusias dengan kegiatan ini, karena sampai saat ini sekolah SMA Negeri Kualin belum pernah terpapar kegiatan pelatihan seperti ini, Bapak Beti berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 70 orang siswa-siswi kelas X, XI dan guru-guru SMA Negeri Kualin. Tim Pengabdian Masyarakat dari Prodi Pendidikan Dokter FKKH Undana diketuai oleh dr. I Made Artawan, M.Biomed., Sp.An, dengan anggota 3 dosen Prodi pendidikan dokter FKKH Undana yaitu dr. Su Djie To Rante, M.Biomed., Sp.OT (K) Hip&Knee, dr. Kristian Ratu, Sp.OG, dr. Arley Sadra Telussa, Sp.U, serta 2 orang staf tenaga kependidikan yaitu Almira G. Katipana, S. Kep., Ners dan Ronald Parikas, Amd.Kep. Selain dosen dan staf kependidikan ada 5 mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter FKKH Undana yang juga ikut dalam tim pengabdian masyarakat ini yaitu Katharina Tri Kurnia Kur, Eurickho Petranick Soge, Yessy Osinami Tiran, Kevin Anthony Julian Sunyoto, dan Cynthia Benedikta Jumba.

Pada pelatihan ini para siswa dan sivitas akademika SMA Negeri Kualin diajarkan praktek langsung pada manekin bagaimana untuk memberikan pertolongan pertama pada korban tidak sadar. Langkah yang diajarkan bila menemukan korban/orang yang tidak sadar maka yang pertama dilakukan adalah 3A yaitu memastikan lingkungan aman, kita sebagai penolong aman dan korban dibawa ke tempat aman, dengan alas datar dan keras. Selanjutnya cek kesadaran korban dengan cara memanggil, bila tidak berespons maka diberikan rangsang nyeri dengan cara memencet kuku jarinya. Bila tidak berespons berarti korban benar-benar tidak sadar, selanjutnya berteriak meminta bantuan. Selanjutnya mengecek apakah korban bernafas dengan melihat pergerakan dadanya dan meraba denyut nadi di bagian leher. Apabila korban tidak bernafas dan tidak teraba denyutan nadi di leher segera melakukan pijat jantung luar sebanyak 30 kali dan pemberian nafas bantuan sebanyak 2 kali bila ada alat pompa nafas. Untuk keamanan penolong tidak diperbolehkan untuk memberikan nafas bantuan dari mulut ke mulut langsung untuk menghindari penularan penyakit. Bila tidak mempunyai alat pompa nafas maka cukup dilakukan pijat jantung luar.

Selain mengajarkan keterampilan pemberikan pijat jantung luar dan nafas bantuan, para siswa dan sivitas akademika SMA Negeri Kualin juga diajarkan bagaimana mengenali dan memberikan pertolongan pertama pada orang yang jalan nafasnya tersumbat karena tersedak. Pada anak-anak sekolah kasus tersedak yang menyebabkan sumbatan jalan nafas ini sering terjadi contohnya saat makan cilok atau bakso kemudian dikejutkan oleh temannya sehingga bisa terjadi tersedak yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Pada kegiatan ini juga dibagikan pamflet dan poster tentang bagaimana melakukan pemberian BHD pada korban tidak sadar dan korban tersedak yang dipasang pada dinding-dinding kelas. Diharapkan setelah kegiatan para siswa dan civitas akademika SMA Negeri Kualin yang mengikuti pelatihan ini dapat menularkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memberikan BHD kepada teman-temannya yang lain di lingkungan sekolah, maupun orang-orang di rumahnya dan  di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Diharapkan mereka dapat menjadi komponen pertama dalam rantai keselamatan korban tidak sadar yang dapat memberikan pertolongan cepat dan tepat sebelum bantuan dari tim medis terlatih datang.

Comments are closed.
Arsip