(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Rektor Undana Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Teknologi

KUPANG – UNDANA kembali menggelar prosesi pengukuhan guru besar pada Kamis, 20 Juni 2024 berempat di Gedung Grha Cendana. Kedua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Gemini Ermiani M. Malelak, M.Agr.St Bidang Ilmu Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan dan Prof. Dr. Drs. Petrus Ly, M.Si sebagai Guru Besar bidang ilmu Teknologi/Media Pembelajaran, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Pengukuhan guru besar ke- 54 dan ke-55 tersebut dilakukan oleh Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, sementara pengalungan samir tanda guru besar dilakukan oleh Prof. Dr. Drs. Simon Sabon Olla, M.Hum.

Pengalungan Samir Guru Besar kepada Prof. Gemini Malelak oleh Prof. Simon Ola disaksikan Rektor dan Para Guru Besar.

Dalam pidato ilmiah yang disampaikan Prof. Gemini Malelak berjudul “Optimalisasi Kualitas Se’i Melalui Pemilihan Bahan Baku, Bahan Tambahan Pangan Alami, dan Proses Pengasapan”, beliau mengungkapnya se’i sebagai produk daging olahan tradisional yang menjadi unggulan khas Nusa Tenggara Timur ini harus memiliki karakteristik yang mampu bersaing dengan produk daging olahan lainnya seperti abon atau dendeng. Penggunaan salpeter yang bertujuan mengawetkan daging, menghambat pertumbuhan dan pembentukan neurotoksin oleh bakteri C. botulinum (Yetim et al., 2006) maupun untuk menciptakan warna merah cerah (Gøtterup et. al., 2008). Namun, saat ini produk se’i yang banyak beredar di masyarakat adalah daging olahan yang mengandung salpeter/garam nitrat/KNO3 berlebih yang meninggalkan residu nitrat. Residu ini dapat mempengaruhi kesehatan konsumen, seperti kanker pada produk se’i.

Penelitian yang dilakukan Prof. Gemini memberikan solusi bagi masyarakat NTT sebagai produsen se’i yang memang banyak digemari masyarakat. Prof. Gemini menawarkan solusi berupa penggunaan bahan baku/daging yang berasal dari ternak muda dan gemuk serta bahan tambahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dianggap lebih aman dibanding pengawet sintetis, seperti penggunaan perasan air jeruk nipis dan jeruk purut dalam proses pengasapan daging se’i. Diketahui, penggunaan kedua jeruk ini dapat menekan pertumbuhan bakteri dan oksidasi lemak.

Pengalungan Samir Guru Besar kepada Prof. Petrus Ly oleh Prof. Simon Ola disaksikan Rektor dan Para Guru Besar.

Sementara itu, Prof. Petrus Ly dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Peran Teknologi Pembelajaran dalam Pencapaian Hasil Belajar Bermakna” mengungkapkan teknologi pembelajaran tidak sekedar hardware seperti perangkat komputer, pemutar mp3, handphone, dan peranti keras lainnya yang dapat dimaknai sebagai media pembelajaran. Teknologi pembelajaran juga mengenai softwarenya, antara lain menganalisis dan mendesain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan pendekatan/model/metode penyajian yang serasi, penggunaan berbagai media pembelajaran serta penilaian keberhasilannya.

Telah lama pembelajaran hanya bergantung pada guru/dosen sebagai satu–satunya sumber belajar bagi mahasiswa/siswa,yang mana secara dominan gagasan – gagasan para pengajar dipaksakan untuk diadopsi oleh para pembelajar. Hal ini membuat kemampuan bernalar dan berpikir ktitis serta krrativitas pembelajar tidak dapar berkembang secara sehat, sehingga kemampuan – kemampuan pembelajar tidak dapat berkembang dengan baik yang akan berdampak pada hasil pembelajaran yang tidak signifikan. Melihat dampak yang ada, Prof. Petrus Ly menawarkan solusi melalui teknologi pendidikan untuk mencari inovasi pemecahan masalah yang ada. Dengan kehadiran teknologi yang diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran menggeser peran guru/dosen sebagai pengajar (teacher-oriented) menjadi fasilitator yang dapat memfasilitasi mahasiswa/siswa untuk mampu mengemukakan ide – ide serta mampu membimbing dan melatih kreativitas para pembelajar yang inovatif.

“Untuk mendukung kualitas proses pembelajaran bermutu, institusi pendidikan; sekolah, kampus perlu memberi perioritas untuk menyediakan software berupa peralatan teknologi pembelajaran seperti; Wifi/internet yang berkualitas, LCD, Smart TV dan jenis lainnya pada setiap ruang kelas pembelajaran/perkuliahan, sekaligus mengadakan pelatihan ketrampilan penggunaan berbagai aplikasi teknologi/media pembelajaran bagi peningkatan skill guru/dosen.Sedangkan untuk peningkatan penguasaan teknologi pembelajaran berupa harwerenya yakni kemampuan dan ketrampilan membuat desain pembelajaran dengan prosedur-prosedur yang menarik, efektif dan efesien dapat dilakukan melalui program pengembangan profesi guru/profesi dosen diantaranya pelatihan/workshop penyusunan desain pembelajaran,” ungkap Prof. Ly.

Sedikit membahas mengenai biografi kedua guru besar tersebut, sejauh ini Prof. Gemini Malelak telah menghasilakan 12 artikel scopus dengan Scopus H index: 2, WOS H index: 1, dan Google Schoolar H index: 6, serta berbagai kegiatan penelitian se’i dengan pengalaman penulisan 2 buku (pada Tahun 2010 dan 2016) dan 4 book chapter (2021-2024). Sedangkan Prof. Ly telah menghasilkan 29 jurnal nasional bereputasi dan 10 jurnal internasional bereputasi sejak 2016-2024, 6 kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sejak 2019-2023, pengalaman penulisan 2 buku, juga sebagai pemegang 14 HKI selama 2 tahun terkahir. Selain itu, Prof Ly juga merupakan Ketua Pertama dari Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur 2022-2027.

Comments are closed.
Arsip