(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

60 Tahun, Undana Semakin Berdampak bagi Masyarakat

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melaksanakan rapat senat terbuka, wisuda magister, profesi dan sarjana. Kegiatan wisuda kali ini sangat spesial, karena dipadukan dengan perayaan Dies Natalis ke-60 Undana, dan lustrum ke XII. Pada wisuda ke 129 yang dilaksanakan di Graha Cendana, Undana, Kamis (1/9/2022), tersebut Undana melepas 1435 lulusan.

Di hadapan para wisudawan, orangtua/wali, para anggota Senat Undana, serta sejumlah undangan yang hadir pada saat itu, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc dalam  pidatonya mengatakan, wisudawan yang dilepas bertepatan dengan 60 tahun Undana adalah sejumlah 1435 orang, yang terbagi ke dalam dua sesi, masing-masing diikuti 886 orang. Dari total wisudawan tersebut 1390 orang adalah lulusan Program Sarjana, 7 Program Profesi, dan 38 magister. Dari segi gender 553 laki-laki dan 882 perempuan (61,46%). Secara keseluruhan, sejak Undana berdiri 1 September 1962 hingga saat ini, telah meluluskan 79.757 orang.

Ia menyebut, wisuda kali ini spesial karena bertepatan dengan Dies Natalis Undana yang ke-60. Oleh karena itu, pada kesempatan itu, Rektor juga mengisahkan kembali sejarah berdirinya Undana, di hadapan para wisudawan, orang tua dan tamu undang.

 

Sejarah Singkat

Undana didirikan berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 111 tahun 1962 tertanggal 28 Agustus 1962 dan dinyatakan mulai berlaku 1 September 1962. Berdasarkan SK Menteri PTIP tersebut, Undana terdiri atas 4 fakultas yakni: Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan. Namun karena beberapa alasan teknis, terutama tenaga pengajar dan laboratorium, maka hanya 2 fakultas yang dilaksanakan yaitu FKK dan FKIP . Fakultas Peternakan baru dibuka pada 1 Oktober 1964, dan Fakultas Hukum dibuka pada 20 Mei 1965 namun diintegrasikan ke FKK sehingga menjadi FKKH. Fakultas Pertanian sendiri baru bisa dibuka 20 tahun kemudian yakni pada Tahun 1982. Pimpinan universitas pada awal berdirinya dalam bentuk Presidium yang diketuai Mohamad Salim, SH (1962-1967).

 

 

Perjalanan dan Tantangan

Orang nomor satu di Undana juga menyebut, Undana telah melintasi suatu perjalanan waktu yang tidaklah pendek. Berbagai tantangan dan perubahan sudah dilewati Undana, antara lain pemindahan kampus utama, penambahan jumlah fakultas dan program studi termasuk jumlah mahasiswa, perubahan organisasi dan tata kelola, perubahan kuantitas dan kualitas infrastruktur, dan tentunya pergantian kepemimpinan baik pada aras rektorat, fakultas maupun unit. Harus diakui bahwa kolektivitas perubahan dimaksud telah membawa perkembangan positif bagi Undana yang hingga saat ini menjadi perguruan tinggi terbesar dan favorit di Nusa Tenggara Timur.

 

Wisudawan/ti Undana meluapkan kebahagiaan usai diwisuda pada momentum dies natalis ke-60 Undana di Graha Cendana, Kamis (1/9/2022).

 

 

Komitmen Transformasi Pendidikan Tinggi

Rektor memaparkan, Dies Natalis Undana yang ke-60 kali ini mengusung tema: “ Universitas Nusa Cendana berDAMPAK” yakni merupakan akronim dari Undana berDayajuang, berAkhlak mulia, Membangun Prestasi, Awareness dan Kemandirian. “Karakter-karakter ini sesungguhnya beririsan kuat dengan Motto Undana yang adalah “Penggerak Cita-Cita Mulia” dan beririsan pula dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, Mandiri, Bernalar kritis, berkebhinekaan global, bergotong-royong, dan kreatif,” jelas Rektor.

Disamping aspek nilai (value), yang diuraikan Rektor di atas, Undana berDampak juga mengindikasikan komitmen dan upaya Undana untuk melaksanakan program kebijakan transformasi Pendidikan tinggi, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).  “Substansi MBKM adalah Belajar dan Berdampak di mana ruang-ruang kuliah, laboratorium, dan perpustakaan di dalam kampus bukan menjadi satu-satunya wahana untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tetapi dunia industri, dunia kerja, bahkan desa bisa menjadi wahana belajar yang efektif dan menyenangkan,” jelas Dr. Maxs.

“Kampus tidak lagi menjadi tempat eksklusif bagi kaum pembelajar, mereka harus keluar dari zona nyaman tersebut untuk belajar dan sekaligus berdampak atau berkontribusi menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, industri, dunia kerja, dan pemerintah daerah,” sambung Rektor.

Di lain sisi, mulai semester genap 21/22 dan ganjil 22/23 ini telah mengalami kemajuan atau peningkatan secara signifikan dalam implementasi program Merdeka Belajar, diantaranya, program magang dilaksanakan oleh 23 Prodi dan dikuti 1263 mahasiswa dengan melibatkan 252 mitra. Program Kampus mengajar 650 orang (Program Mandiri Undana 594 mahasiswa). Praktisi mengajar 9 orang. Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 orang, total 432 mahasiswa, yang terdiri dari 148 mahasiswa outbound (mahasiswa Undana ke universitas lain di Indonesia), 284 inbound (mahasiswa dari universitas lain di Indonesia belajar di Undana), dan 14 dosen modul nusantara. Dengan demikian, kata Rektor, Undana menduduki peringkat ke-4 universitas penyelenggara dengan peserta terbanyak. Data ini belum termasuk PMM Mandiri Undana.

 

Prestasi Mahasiswa

Dua mahasiswa Undana juga baru-baru ini menoreh prestasi dengan  mendapatkan Indonesian International Student Mobility Award. Masing-masing adalah Putri Ariella Rihi Tugu akan belajar 5 bulan di Korea University, dan Tesa Lolia Mita di University of Pecs Hungaria). Selain itu, ada sejumlah prestasi mahasiswa Undana dalam bidang akademik, olahrga, dan seni yang ditorehkan dalam tahun ini, yakni:

  1. Romano Da Costa Pinto dan Claudio Stefanovic (Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan/FKKH), peringkat I LLDIKTI XV pada kegiatan National University Debating Championship.
  2. Marselina A. Mere (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik) dan Richaldi Utomo (FKKH), peringkat I LLDIKTI XV Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI)
  3. Axl Alanso Lubalu (Fakultas Ekonomi Bisnis), peringkat I tingkat LLDIKTI XV, kegiatan Pemilihan Mahasiswaa Berprestasi Nasional (Pilmapres)
  4. Anthony Arthur Ataupah; Natalia Jeneta Mone; Ina Maria A. Masan (Fakultas Sains dan Teknik), Febronia M.K. Nenomnanu (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), peringkat I tingkat LLDIKTI XV pada lomba ONMIPA-PT.
  5. Paula Flora (Faperta), Lidia Hartati (FEB), Wilhelmus Leki, Laurensius Anggur (Faperta), Fridolin M. Alve (FPKP), pada kegiatan PKM Bidang Pengabdian Masyarakat.
  6. Kristin Butar Butar, Ibnu Azis Prakon, Shewa A. Modok (Faperta), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Bidang Makanan dan Minuman
  7. Konstantia Amol, Lediana A. Hasan, Lidvina Lima, Nurliani, Krisdayanti Hastuti (FEB), PMW Bidang Makanan dan Minuman
  8. Maria Yasinta D. Nora; Yohana A. Fransiska, Marselin Novita Indung, Marselin Y. Balle, Inggrid A. Tadu (FEB) P2MW Bid Industri kreatif, Seni, Budaya, dan Pariwisata
  9. Delvita L. Bakun (FKIP), Juara II Lomba lari 10 KM International Marathon, Bali
  10. Marselino V. Fallo (FKIP), Juara III Indonesia International Marathon 5 KM.
  11. Cyprianus Palbeno (FKIP) Kejuaraan Shorinji Kempo Juara I Embu Solo Putra Kyu I, Embu Pasangan Putra, dan Embu Beregu Putra
  12. Syukur Slamet Gea (Faperta) Juara I Menembak Resimen Mahasiswa se Bali dan Nusa tenggara di Mataram
  13. Breldy Angela Lerrick (FH) Putri Indonesia NTT Tahun 2022
  14. Kezjallum Starlyng Ratu Ke Miss Global World International 2022

 

Prodiktivitas dan Prestasi Dosen

Selain prestasi mahasiswa, produktivitas dan prestasi dosen Undana dalam bidang tridarma di Tahun 2022 ini juga cukup membanggakan. Total hibah penelitian DRTPM yang dimenangkan dosen Undana adalah 16 judul’ sedangkan PKM 5 judul.

Undana juga berhasil melakukan kerjasama dengan stakeholder eksternal dan mendapatkan 17 penelitian kerjasama, karya publikasi, paten.

Beberapa prestasi dan hibah kompetesi yang diraih dosen Undana, diantaranya adalah:

  1. Dr. Chaterina A. Paulus, S.Pi., M.Si Juara 3 SPADA Awards Learning Design
  2. Dr. Ir. S.P. Manongga dkk Matching Fund Kedaireka: Riset transformasi struktur ekonomi RT Pedesaan Melalui Optimalisasi Lima Pilar Atasi Stunting dan Sinergi Pentahelix Menuju NTT bebas stunting 2024
  3. Dr. Jefri Bale, M. Eng Matching Fund Kedaireka: Penerapan Teknologi Sosial dan Lingkungan yang mengedepankan pemenuhan kebutuhan sumber air, hak anak, dan kesetaraan gender
  4. Prof. Fred L. Benu, MSi., Ph.D KosaBangsa-Ditjen Dikti: Riset pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui integrasi pengembangan hutan energi dan peternakan rakyat.
  5. drh. Putri Pandarangga, MS., Ph.D Molecular characterization and assessment of knowledge, attitude, and practice toward ASFV in Indonesia ACIAR and Adelaide university
  6. Dr. Ir. Lien Ratoe Oedjoe Social Economi Baseline of Seaweed industry in East Sumba, East Nusa Tenggara Province. USA Hadirin yang saya hormati, khususnya wisudawan/wisudawati yang saya cintai dan banggakan. Tantangan yang saudara hadapi saat akan menerapkan ilmu pengetahuan dan kompetensi saudara di masyarakat dan dunia kerja tidaklah kecil.

 

Pesan ke Wisudawan/ti

Rektor menyebut, disrupsi atau perubahan yang terjadi di berbagai sektor, ditimbulkan oleh Revolusi Industri 4.0 dan Pandemic Covid-19, yakni teknologi, ekonomi, politik, sosial-budaya, dan Pendidikan. Selain itu, konflik Rusia Ukraina juga semakin mempersulit kondisi yang ada. Konflik berkepanjangan menyebabkan kenaikan harga komoditas, energi, dan pangan, serta dampak lainnya termasuk ketersediaan lapangan kerja.

“Di tengah kesulitan akan ketersediaan lapangan pekerjaan, pasti ada peluang yang dapat dikembangkan. Sebagai seorang sarjana Anda harus dapat menerapkan, mengasah dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki,” pesan Rektor Undana. “Jadilah pribadi yang selalu bersemangat untuk memperlengkapi diri dengan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan baru baik berupa keterampilan teknis maupun soft skills untuk memperlengkapi basis kompetensi yang dimiliki sebagai seorang sarjana,” ungkap Dr. Maxs menambahkan.

Dengan demikian lulusan akan menjadi pribadi yang penuh kreativitas dan inovasi memenangkan beragam persaingan dalam pekerjaan dan karir. “Sungguhlah suatu ironi apabila seorang sarjana menganggur dan menjadi beban bagi keluarga bahkan masyarakat. Ia harus berdampak, menjadi mata air, bukan air mata bagi keluarga, bagi masyarakat yang dahaga akan kesejahteraan,” ujar Rektor Undana mengakhiri pidatonya.

Comments are closed.
Translate »