logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881082

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Tim BAN PT Lakukan Penilaian di Undana

•    Disambut Tarian Adat Natoni Nitneno

•    Terkesan dengan Visi-Misi Undana

Niat Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk mendapat nilai Akreditasi dari ‘B’ ke ‘A’dalam waktu dekat bakal terwujud. Terbukti, tanggal 12 Pebruari kemarin, tim BAN-PT telah berkunjung ke Undana untuk melakukan penilaian (Assesment) lapangan  Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN-PT) . Tim disambut dengan budaya tutur dan tarian adat natoni Nitneno oleh tua-tua adat Kelompok Natoni Nitneo Bikolan Desa Oeletsala, Kabupaten Kupang di Pelataran Gedung  Rektorat lantai satu Undana Penfui.   Tim  assesor terdiri dari Dr. Ir. Pratawa Budi, M. Sc (Univ Hasanudin), Prof. Dr. Muhmmad Zarlis, M. Sc (Univ. Sumatra Utara), Dr.Budhy Kurniawan, M. Si (UI) dan Prof. Dr Sudarsono, M.Sc (ITB) dan Dr.Drs. Pramono Hari Adi, Ms (Univ. Jenderal Sudirman).

Mengawali pemaparan tentang potret  Undana, Rektor, Prof.Fred Benu menyampaikan permohonan maaf, karena penerimaan tim asesor dengan tarian adat Timor merupakan bagian dari budaya dan masyarakat NTT. Itu tidak bermakna lain, selain ingin menunjukkan bahwa tim asesor adalah bagian dari keluarga besar NTT dan juga Undana, ujarnya.

Ketua tim, Prof.Dr.Muhammad Zarlis,M.Sc pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Undana yang telah menerima para asesor. “Terima kasih karena telah menerima kami dengan luar biasa,” katanya singkat.
Rektor, Prof. Fred Benu menjelaskan, dengan kehadiran tim asesor tersebut, maka Undana siap mengikuti seluruh proses assessment lapangan untuk melihat dan membicarakan apa yang sudah dan akan dilakukan Undana ke depan. Kita akan duduk dan membicarakan potret jalan Undana lebih jauh hingga tahun 2015 bahkan lebih dari 1000 tahun lagi, ujarnya.
Ketua Dewan Riset Daerah NTT itu mengatakan, visi Undana pada tahun 2025 menjadi Perguruan Tinggi Berorientasi Global. “Kami cukup menyadari tidak mungkin kami memenangkan persaingan global, kalau kami tidak berpijak pada keunggulan komparatif yang kami miliki,” ujarnya.

Jika membuka peta Global, maka lahan kering berciri kepulauan hanya ada di tiga wilaya yaitu di Maluku Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena itu, Undana menggunakan lahan kering kepulauan sebagai keunggulan kompartif. “Kita berharap semua orang yang ingin belajar tentang lahan kering kepulauan, maka datang dan belajar di Undana,” terangnya.

Dijelaskan, Undana juga hendak mewujudkan good university governance dimana perubahan status dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU), mengharuskan penataan akademik, administrasi maupun keuangan dalam  Tujuannya adalah pelayanan kepada mahasiswa yang lebih baik. Visi ketiga adalah melakukan kesetaraan pendidikan dengan menetapkan program studi sebagai ujung tombak pelayanan. Ia juga membangun pelayanan akademik dengan fokus pada lahan kering kepulauan dan pariwisata. Setiap tahun, di setiap fakultas dan lembaga harus selenggarakan  seminar yang berciri pola ilmiah pokok vbaik nasional maupun internasional.

Ia juga memaparkan, ada mahasiswa internasional regular maupun non regular sekitar 100 orang lebih di Undana. Undana juga kerjasama di Australia, tanpa mengabaikan kerjasama dengan universitas di belahan dunia lainnya. Masyarakat dan dosen bisa kembangkan iptek, melalui   fasilitas laboratorium lahan kering kepulauan. “Ada sejumlah pemerintah kabupaten/kota yang mengirimkan pelajar SMK untuk belajar bagaimana mengelola lahan kering kepulauan secara efektif dengan tingkat produktifitas dan produksi yang cukup tinggi,” paparnya.

Dijelaskannya, banyak  tenaga dosen Undana merupakan lulusan beberapa universitas terkemuka di luar negeri. Mahasiswa Undana juga dibimbing dosen dari luar negeri, khsusnya dari Charles Darwin University. “Jadi Undana juga ada staff dan student exchange dan join supervision. Di Undana ada juga  publikasi, di jurnal internasional ada 8.000-an di tiga tahun terakhir, khusus untuk internasional ada 264 jurnal. Ada hak paten nasional maupun internasional. Undana juga memiliki jurnal internasional, meski belum berindeks scopus, tetapi masih dalam perjuangan. Ada beberapa dosen jadi reviewer jurnal internasional,” jelasnya.

Dikatakan,  Undana saat ini memiliki hibah Bahasa Indonesia untuk penutur asing, terutama mahasiswa dari Australia dan New Zealand. Untuk meningkatkan angka partisipasi kasar masyarakat, Undana melatih dan mendidik semua guru di NTT untuk bergelar dan sarjana sesuai UU Guru dan Dosen melalui PPKHB. Ia menjelaskan, Undana pun telah tergabung dalam konsorsium kerjasama tiga negara yaitu Australia, Timor Leste dan Indonesia, Undana sudah lakukan pertemuan pertama di Dili dan Undana, jadi yang ke-3 (2016) di Kupang, dalam konsorsium ini setiap universitas tentukan Centre of Exellence (Keunggulan Komparatif).

“Undana coba kembangkan kurikulum, dengan menekankan student centre learning berbasis KKMI,” paparnya. Dijelaskan, kinerja pendidikan Undana, 2016, jumlah permintaan mahasiswa yang daftar 45.556, tapi jumlah penerimaan regular 9.327 mahasiswa. Undana juga tingkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di NTT. 26.756 mahasiwa. Menurutnyua, jika dilakukan sinkronisai dengan PDPT, maka tidak matching karena berubah tiap saat. Untuk itu, pada bulan Mei atau September akan dilakukan pembukaan ulang. Sementara, IPK lulusan rata-rata 2016, Prestasi mahasiswa, diantaranya, bela negara bekerjasama dengan TNI,

Dalam upaya  memberikan pelayanan yang baik dengan otonomi pengelolaan keuangan yang lebih besar lagi, maka Undana harus tetap bertanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan keuangan yang lebih baik dengan memberdayakan Satuan Pengawas Internal (SPI). “Ada sejumlah instrument penolakan. Kita berdayakan SPI dengan peran yang sangat besar. Mereka melaksanakan audit, tidak saja audit awal, tapi dalam pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan, karena kami akan diperiksa Ditjen, BPKP dan BPK,” jelas dia. Dikatakan, realisasi penerimaan dana, Kemenristek tidak memberikan APBN untuk sarpras. “Kecuali tahun 2016, Undana mendapat 10 miliar, dan tahun-tahun sebelumnya 100 miliar,” katanya. Ia mengatakan, total PNBP untuk tahun ini sekiter Rp 150 miliar. “Penerimaan mahasiswa semakin meningkat. Kita  dirikan Badan Pengelola Usaha bergerak untuk mengatasi persoalan Undana yang tertawan karena keterbatasn dana,” paparnya.

Dikatakannya, menuju tata kelola  universitas yang lebih baik sehingga pelayanan kita lebih kredibel, transparan, akuntabel, bertanggungjawab dan memberi manfaat bagi mahassiwa dan masyarakat, maka Undana juga telah melaksanakan sistim informasi reformasi birokrasi dengan delapan agenda sesuai dengan Kemenpan. “Reformasi birokrasi, organisasi, tata kerja, peraturan UU, sumberdaya, pengawasan, akuntabilitas pelayanan public dan mental aparatur,” jelasnya.

 

Terkesan Dengan Visi-Misi Undana

Dalam pertemuan dengan pimpinan Undana, tim assesor juga melakukan klarifikasi atas apa yang telah tertuang dalam Borang Akreditasi. Menariknya, Prof. Dr. Muhmmad Zarlis, M. Sc (Univ. Sumatra Utara) mengaku terkesan dengan visi-misi Undana, karena tidak dimiliki universitas lain di Indonesia, misalnya Udayana yang mengusung pariwisata atau UGM yang mengusung manajemen bencana. “Saya terkesan dengan visi Undana, tidak dimiliki universitas lain, dan misinya juga sangat unik,” ucap dia.

Menurut Prof. Zarlis, kehadirannya bersama tim asesor BAN-PT yang lain di Undana adalah untuk mengecek data yang tertera di dalam borong akreditasi Undana. Ini adalah akreditasi institusi, jadi agak sedikit berbeda dengan akreditasi program studi. Kami ingin melihat sisi lain dari dokumen portofolio, terutama pada kebijakan-kebijakan Rektor, bagaimana cara mengeksekusi sampai ke tingkat bahwah dan mewujudkan visi dan misi Undana,” kata guru besar dari Universita Sumatera Utara itu.

“Jadi bagi kami, apa yang telah dipaparkan oleh Rektor, sudah sangat bagus, tetapi kami sebagai tim asesor  mengecek kembali seluruh dokumen yang tertuang dalam borang akreditasi sehingga sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan nilai akreditasi. Tim asesor juga akan melihat grafik kemajuan Undana, dilihat dari tenaga dosen, pegawai, mahasiswa dan bahkan sampai kepada alumni dan masyarakat pengguna pendidikan tinggi.

Pada waktu yang bersamaan, Undana menghadirkan alumni, dosen, pegawai dan mahasiswa serta masyarakat pengguna jasa pendidikan tinggi. Dalam sesi diskusi, tim asesor BAN-PT menanyakan kepada beberapa orang alumni Undana tentang kiprah dan aktivitas Undana selama ini dimata alumni. Salah seorang alumni yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Genu,SH menuturkan, sebagai alumni, nama besar Undana tidak pernah kami ragukan, karena hampir 87 persen para pejabat di lingkungan kantor-kantor birokrat baik di NTT maupun diluar NTT semuanya adalah alumni Undana. “Saya dan Gubernur NTT adalah juga alumni Undana, kata Pua Genu, katanya.

Pengakuan lain lagi datang dari Direktur RSUD, Prof.Dr.W.Z. Kupang, drg.Dominikus Minggu Mere,M.Kes, berterima kasih secara khusus, karena Undana telah memberikan sumbangsih yang besar karena telah menghadirkan dokter-dokter baru yang berkualitas yang diluluskan oleh Undana. Pokoknya, kami sangat bangga terhadap Undana, katanya singkat. Ana Djukana,SH, jurnalis senior di NTT, memberikan apresiasi khusus kepada Undana dan juga kepada tim asesor bahwa kualitas Undana tidak perlu diragukan lagi selama berkiprah ditengah-tengah masyarakat NTT, sehingga pantas kalau Undana mendapat nilai akreditasi ‘A’, dari BAN PT,” katanya disambut tawa yang meriah.

Diakhir diskusi menjelang sore sebelum peninjauan lapangan, Ketua Tim, Prof.Dr.Muhammad Zarlis,M.Sc mengatakan, pihaknya telah mendengar banyak masukan dari alumni, mahasiswa, dan masyarakat pengguna pendidikan tentang keberadaan Undana di NTT. Tetapi menurutnya, tim asesor tidak memiliki otoritas untuk menentukan akreditasi ‘A’ atau ‘B’, namun akan ditentukan oleh BAN-PT di Jakarta. [ds/rfl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *