logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Bukan di Israel, Undana Tempat Belajar Lahan Kering Kepulauan

Kegiatan assesmen lapangan dalam rangka peningkatan akreditasi Undana dari B ke A telah usai. Acara penutupan berlangsung di Ruang Aula Lantai Tiga, Rektorat Undana, Senin (12/2). Ketua tim, Prof. Dr. Muhmmad Zarlis, M. Sc (Univ. Sumatra Utara) dalam sambutan penutupnya memberikan masukan bagi Undana. “Yang masih menjadi kendala Undana dalam portofolio adalah menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis belum menjadi budaya.Tidak semua informasi dimasukkan dalam portofolio,” ucap Prof.

Tak hanya itu, beberapa kendala bagi Undana, diantaranya adalah semua prodi di Undana harus bisa berkontribusi bagi lahan kering kepulauan. Ia meminta agar perlu ada pedoman yang jelas sehingga itu menjadi roadmap  bersama sehingga ada sinergi antara satu disiplin ilmu dengan ilmu lainnya dalam mendukung pencapaian visi Undana menjadikan Perguruan Tinggi Berorientasi Global.

Menurutnya, jika semua disiplin ilmu Undana terintegrasi dalam lahan kering kepulauan, maka semua orang di dunia akan datang dan belajar di Undana. Menariknya, ia mengaku, bukan hanya di Isreal, Undana bisa jadi tempat belajar lahan kering kepulauan. “Jadi bukan di Israel, Undana telah menjadi tempat belajar lahan kering kepulauan, jadi semua orang di Indonesia bisa datang dan belajar lahan kering kepulauan di sini,” tuturnya. Ia berharap agar apa yang dilakukan Undana bisa memberi hasil yang terbaik.

Sementara, Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D dalam sambutannya menyampaikan  terima kasih kepada Tim Assesor Lapangan yang hadir guna melakukan assesmen lapangan. Terterima juga disampaikan kepada para pimpinan universitas, fakultas, lembaga, unit, dosen, mahasiswa, alumni maupun mitra kerja yang telah mendukung Undana. “Kami telah menyampaikan apa adanya yang seharusnya disampaikan. Apapun hasilnya, tentu kita tetap terima, karena kita telah berusaha semaksimal mungkin Untuk peningkatan akreditasi dari B ke A,” ujarnya.

Usai dilakukan klarifikasi dan evaluasi, pihaknya percaya, kehadiran tim assesor akan membawa sesuatu yang berguna bagi Undana pada waktunya. “Besar harapan kami Universitas ini akan berakreditasi A. Sebagai manusia terdapat berbagai kekurangan. Lebih baik gagal, dari pada berhasil tapi tidak berdasarkan kebenaran,” ujarnya. Apapapun hasil akreditasi nanti, kata Fred Benu, nilai-nilai kekeluargaan yang ditandai dengan penyambuatan adat serta pemberian selimut tidak pernah hilang antara Undana dan para assesor. “Ada sejumlah nilai yang bapak-bapak bawa. Apapun hasilnya, nilai itu tidak mungkin dipisahkan dari antara kita sebagai keluarga besar civitas akademika Undana. Salam hormat kepada bapak Menristekdikti dan kepada semua keluarga,” pungkas Prof. Fred. [rfl/ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *