logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

KPK Beri Kuliah Umum di Undana

  • Wakil Ketua KPK: OTT Tak ada Kaitan dengan Politik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia memberikan kuliah umum di Universitas Nusa Cendana (Undana). Kehadiran KPK disambut Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D, dan para dosen di Undana. KPK yang diwakili Wakil Ketua Dr. Saut Situmorang dalam materinya menyinggung soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang intens dilakukan KPK saat ini. Menurutnya, OTT dilakukan adalah murni upaya KPK menangkap pejabat negara yang telah terbukti merugikan keuangan negara. Menanggapi banyak tanggapan masyarakat yang mengatakan bahwa OTT dilakukan bagi kepala daerah atau calon kepala daerah, hal itu tak ada kaitannya dengan politik.

“Sebelumnya kami sudah melakukan kajian guna melakukan OTT. OTT dilakukan sesaat setelah pejabat melakukan transaksi dengan pihak yang hendak menyuap. Jadi tidak ada kaitan dengan politik. Kebetulan penangkapan pelaku memang bersamaan dengan momentum Pilkada,’ tegas Saut Situmirorang saat menyampaikan materi dalam Kuliah Umum yang digelar Pusat Layanan Lembaga Pengkajian Kapsaitas Legal Drafting dan Anti Korupsi Undana di Ruang Aula Lantai Tiga Undana Penfui Kamis, (22/2). Ia juga menampik adanya tuduhan masyarakat bahwa OTT dilakukan untuk memenuhi pesanan. Menurutnya, KPK bukan sebuah badan usaha yang mengejar keuntungan finansial.

Ia menjelaskan, munculnya korupsi karena adanya ketamakan dan rendahnya integritas para pejabat negara. Jika seseorang tidak rakus, maka korupsi tidak akan terjadi. Ia menyinggung adanya anggaran Rp 1,700 triliun yang dianggarkan untuk 75 ribu desa yang ada di Indonesia berpotensi menimbulkan korupsi. Sehingga dalam pengawasannya, KPK,  akan meminta pertanggungjawaban dari Kementerian Desa, terutama soal realisasi dan evaluasi anggaran di lapangan. Tak hanya itu, ada anggaran di bidang kesehatan, pendidikan,  infrastruktur yang nilainya triliunan rupiah akan menjadi perhatian KPK. Selain melakukan OTT, KPK juga melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi korupsi. Bagi para mahasiswa, ungkap Saut,  pemberantasan korupsi dimulai dari aktifitas belajar mahasiswa.

“Misalnya ada 10 orang disuruh kerja paper, yang lainnya kerja lalu yang lain datang bawa pisang goreng, kemudian meminta teman-teman menulis namanya dibagian paling atas kover paper itu. Ini juga sebagai bentuk suap bahkan korupsi. Yang kecil-kecil ini akan menjadi besar jika kedepan sudah menjadi pejabat pemerintahan,” bebernya. Ia meminta agar mahasiswa mencegah adanya praktik-praktik perkuliahan seperti itu. Dalam melaksanakan upaya pencegahan korupsi, paparnya, tidak saja mengetahui secara teori, namun yang terpenting adalah tataran praktis. Soal integritas, jelas dia, seseorang harus mengikuti jalan Tuhan, yaitu jujur, benar, adil, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil. Ia menantang, mahasiswa harus memiliki integritas agar ke depan, sebagian dari mahasiswa bisa menjadi pimpinan KPK. “Jika mahasiswa, sebagai generasi penerus tidak memiliki integritas, maka kemungkinan bangsa ini akan bubar,” tegasnya.

Dr. Oktovianus Nawa Pau dalam materinya menjelaskan korupsi umumnya dilakukan karena motif ekonomi, kemiskinan bahkan memiliki keinginan untuk memperkaya diri. Lembaga pemerintahan yang umumnya berpotensi terjadi korupsi adalah para pejabat pemerintah, pihak kepolisian, kejaksaan maupun di lembaga penegak hukum lainnya juga berpotensi terjadi korupsi. Menurutnya, lembahnya penegakkan hukum di Indonesia menjadi pintu masuk maraknya korupsi. Serta gagalnya pendidikan moral dan agama dalam diri setiap pejabat pemerintahan. Jika manusia tidak menginginkan korupsi, maka hidup dengan apa yang telah dimiliki. Dampak dari korupsi, jelasnya, bertambahnya kemiskinan serta bocornya anggaran negara baik Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah (APBN/D).

Praktik korupsi, paparnya, selalu terjadi dalam praktik penyelenggaraan pembangunan infrastruktur, dimana banyak infestor yang mengimingi pejabat pemerintahan dengan uang, sehingga terjadi suap dan korupsi. Untuk itu, menurutnya perlu kesadaran pemerintah dalam pemerataan pembangunan agar terjadi kesejahteraan sosial serta perlu penegakan hukum yang lebih baik guna mencegah dan memerangi korupsi.

Sebelumnya, Rektor Undana, Prof. Fred Benu dalam sambutannya menyambut baik kehadiran KPK di Undana. KPK menurutnya telah menjadi mitra Undana guna memberi pencerahan kepada mahasiswa dan kalangan akdemisi untuk upaya mencegah dan memerangi korupsi. Ia menjelaskan, ada dua instrument penting  yang sangat membantu Undana dalam mencegah dan memerangi adanya praktik korupsi yaitu adanya Satuan Pengawal Internal (SPI) dan Pusat Layanan Lembaga Pengkajian Kapsaitas Legal Drafting dan Anti Korupsi Undana. Ia menyebut, sejauh ini SPI telah menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari upaya probity, pelaksanaan hingga evaluasi. Pihaknya sangat terbuka adanya audit yang dilakukan terhadap penggunaan uang negara di Undana. “Jika rektor sekalipun yang salah silahkan di Audit, kalau rektor juga sudah, maka pimpinan lainnya pun harus legowo dan diaudit, jika ada indikasi korupsi,” tegas Prof. Fred.

Ia mengaku, senang dengan kinerja SPI dalam melakukan tugas, karena itu ia meminta Pusat Layanan Lembaga Pengkajian Kapsaitas Legal Drafting dan Anti Korupsi Undana pun berkolaborasi guna memerangi adanya indikasi pungli yang kerap terjadi di Undana. “Kalau saya temukan adanya praktik suap dan pungli di Undana, maka saya tidak segan-segan memecat,” tandasnya. Soal pemberatasan korupsi, menurut Prof. Fred bukan soal penguatan pengetahuan tentang korupsi, tetapi bagaimana setiap individu memiliki kontrol di dalam diri untuk menghindari praktik korupsi. “Jika tak ada kontrol dalam diri, maka sewaktu-waktu orang bisa melakukan korupsi,” sebutnya. Ia berharap kuliah umum tersebut dapat memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, masyarakat serta demi kemajuan bangsa pada masa mendatang. Pantauan media ini hadir para pimpinan Undana, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. David B. W. Pandie, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Ir. I Wayan Mudita, para Dekan, dosen dan mahasiswa Undana. [rfl/ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *