logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881082

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

BKH JANJIKAN KOLABORASI DENGAN UNDANA

Salah satu kandidat calon gubernur NTT, Benny Kabur Herman (BKH) berjanji akan membangun kolaborasi dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Nusa Tenggara, guna mengoptimalkan kajian hasil penelitian pada universitas negeri tertua di daerah NTT.

Hal itu disampaikan BKH dalam percakapan awal saat bersilahturahmi dengan Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D di ruang kerjanya lantai dua Undana Penfui, Selasa, (6/3). Siaran Pers dari Humas Undana, David Sir,S.Sos.,M.Hum mengatakan, BKH saat berkunjung Undana, didampingi oleh tim antara lain Drs. Mell Adoe, Ir. Thobias Ully, Pius Rengka,SH dan beberapa anggota tim lainnya. Sementara Rektor Undana ditemani Wakil Rektor III, Prof.Dr.Simon Sabon Ola, M.Hum, Direktur PPs, Prof.Dr.Alo Liliwery,MS, Dekan Fapet, Ir. Gustaf Oematan,M.Si dan Dekan Faperta, Dr.Ir.Damianus Adar.

Dikatakannya, peranan pemda harus giat memfasilitasi dan mempromosikan hasil-hasil kajian  penelitian Undana tidak hanya untuk di daerah NTT, tetapi juga ditingkat regional dan nasional. Pemda harus ada ruang khusus memfasilitasi  dan promosi hasil penelitian para ahli guru besar ke tingkat nasional dan internasonal.“Saya iri melihat di daerah Sulawesi, karena pemda disana sangat luar biasa, para ilmuan guru besar diikutsertakan dalam kompetisi untuk mengajukan ide atau gagasan demi pengembangan daerah itu. Khusus di Undana, kedepan, pemda harus memperhatikan ini, karena kolaborasi yang dijanjikan tersebut nantinya terjadi hubungan yang saling memberikan manfaat,”katanya.

BKH pada saat itu memberikan apresiasi secara khusus karena dalam kepeminpinan Rektor, Fred Benu telah terbentuk pusat kajian anti korupsi. Itu artinya Undana punya kepedulian terhadap masalah-masalah korupsi di daerah ini. Di Undana banyak ahli hokum yang bergelar doctor dan professor, sehingga kedepan perlu diperkenalkan tokoh-tokoh ini ditingkat pusat agar mendapat perhatian untuk dipromosikan menjadi hakim mahkamah konstitusi, atau paling tidak bisa menjual gagasan-gagasan cemerlang melalui opini di koran kompas, atau minimal sebagai pembicara nasional.

“Jadi tulis dulu di koran nasional kompas, tentang ide dan gagasan setelah itu kita perkenalkan kepada pimpinan pusat karena kehebatan universitas adalah membangun ide-ide baru dari para ahli di lingkungan kampus itu selalu diterima oleh masyarakat. Semua itu bisa, apabila kita bisa berkolaborasi. Kalua nanti Tuhan tolong, maka kekuatan yang pertama saya bangun adalah berkolaborasi dengan stakeholders yang ada kampus. Karena Undana ini merupakan milik masyarakat bersama, maka dari hati saya yang terdalam, kalau NTT ini mau maju, mau berubah, maka kolaborasi terus kita bangun bersama,”kata BKH.

Secara terpisah, BKH mengungkapkan, kedatangan bersama tim ke Undana bukan melakukan kampanye politik praktis, tetapi untuk mendapatkan masukan dari rektor dan pimpinan Undana yang lain guna mengetahui sejauhmana peranan Undana dalam memajukan daerah ini. Karena itu pihaknya mengharapkan supaya Undana yang menjadi pusat penelitian yang akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil keputusan/kebijakan dalam rangka membangun daerah NTT.

Rektor, Prof. Fred Benu pada kesempatan itu menyampaikan isu keunggulan komparatif Undana yaitu Lahan Kering Kepulauan. Menurut Fred Benu, lahan kering tidak hanya ciri ipteks bidang pertanian, tetapi semua bidang ilmu yang disemai di Undana.

Rektor Undana dua periode itu menegaskan, terkait dengan keunggulan lahan kering kepulauan yang menjadi Pola Ilmiah Pokok Undana tahun 1986, maka komitmen untuk mewujudkan visi universitas yang berorientasi global, Undana telah mengembangkan pusat keunggulan (center of excellence) dalam bidang lahan kering kepulauan. Melalui pusat keunggulan ini, Undana akan menjadi rujukan bagi siapapun yang ingin belajar tentang lahan kering kepulauan. “Jadi dalam dua tahun terakhir ini, pemda dari daratan Flores yang telah mengirimkan anak-anak SMK untuk belajar ilmu pengetahuan di pusat lahan kering kepulauan Undana. Kedepan, kami akan memberikan kesempatan kepada para petani untuk datang dan belajar lahan kering kepulauan di Undana.

Prof.Fred Benu saat itu menyampaikan tiga hasil kajian akademik guna meneliti ulang regulasi politik pemilukada. Pertama, pilkada level gubernur, jika disepakti, dilakukan secara tidak langsung melalui mekanisme perwakilan. Kedua, pilkada langsung dilaksanakan dengan proses tahapan yang lebih sederhana, “Misalnya, tahapan pencalonan ditentukan oleh pimpinan parpol tingkat lokal secara transparan, untuk mengurangi sentralisasi keputusan yang panjang dan memakan ongkos politik yang tidak terduga, ujarnya. Ketiga, penerapan teknologi elektronik dalam bentuk e-voting yang paperless agar terjamin objektivitas dan efisien pemilikada. Selain itu, diperlukan pendekatan pre-emptif untuk melengkapi pendekatan preventif dan represif dalam memangkas dan melenyapkan peluang terjadinya korupsi. Tanpa itu, maka korupsi di daerah akan menghasilkan pemerintahan yang buruk dan akhirnya demokrasi electoral membawa pesimisme karena kehadirannya kurang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana, Prof.Dr.Simon Sabon Ola,M.Hum mengaku sangat prihatin, karena selama ini pemda NTT kurang merespons tentang kajian hasil penelitian Undana. Padahal hasil penelitian Undana sangat layak menjadi rujukan di dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah NTT.

Direktur PPs Undana, Prof.Dr.Alo Liliwery,MS mengatakan, upaya Undana untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap mahasiswa program magister dan doktor pada PPs Undana telah dilakukan melalui pengembangan kerjasama pembimbingan bersama (joint supervision) mahasiswa program magister dan program doktor dengan mahasiswa Universidade Timor Leste dan  Charles Darwin University. Kerjasama itu memungkinkan mahasiswa Undana dan mahasiswa kedua universitas dapat dibimbing oleh para dosen/guru besar dari Undana.

Salah satu anggota tim, Drs. Mell Adoe menyampaikan rasa bangga  dengan Undana yang telah berkembang begitu cepat dengan beberapa program kerja unggulan yang luar biasa. Tetapi semua itu bisa berkembang dengan baik kedepan apabila pemda dengan Undana bangun  kolaborasi tentang kebijakan. Ini bukan kampanye, tetapi kami datang di Undana hanya tukar pikiran dengan para professor dari berbagai bidang ilmu untuk kepentingan kemajuan daerah NTT kedepan, katanya.[ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *