logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881082

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Mahasiswa KKN Undana Dilarang Berpolitik

  • Jika Pakai Atribut Kampus

Mahasisiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) dilarang berpolitik menggunakan atribut kampus, seperti nama, lambang, bendera hingga jaket almamater kampus itu. Sebaliknya, mahasiswa diperkenankan melakukan praktik politik apabila tidak menggunakan atribut kampus atau menggunakan nama per orang. Hal ini disampaikan  Rektor Undana, Prof. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D saat menjawab pertanyaan salah satu mahasiswa usai dirinya membawakan materi soal Pendidikan Karakter saat pembekalan  KKN Tematik Undana di Aula Undana, Senin (29/3).

Rektor menyatakan, mahasiswa KKN tidak diperkenakan mempersuasi masyarakat di lokasi KKN guna memilih calon pemimpin, terutama pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 mendatang. Saat ini, calon gubernur dan wakil gubernur tengah gencar melakukan kampanye politik dari satu kabupaten ke kabupaten lain di NTT.

Untuk itu, praktik politik yang dilakukan mahasiswa Undana sebaiknya tidak membawa nama Undana, agar Undana tidak menjadi presenden buruk bagi institusi Pendidikan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, terkait keterlibatan dalam praktik politik. Menurut Rektor, Prof. Fred dirinya juga tidak melakukan praktik  politk, apalagi menggunakan atribut kampus. Pihaknya, lantas diminta menjadi salah satu narasumber kala Debat Kandidat Perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur April mendatang di Jakarta yang ditayangkan secara langsung I-News TV. Ia mengaku bakal berperan sebagai narasumber.

“Jadi itu bukan membawa nama Rektor atau Aparatur Sipil Negara (ASN) melainkan secara individu membawa nama sendiri,” papar Guru Besar Ekonomi Pertanian itu. Untuk itu, mahasiswa diminta agar melakukan praktik politik dengan benar di tengah masyarakat. Dengan demikian tidak akan menimbulkan stigma buruk bagi keberadaan Undana di tengah masyarakat NTT, secara khsus dan Indonesia, secara umum. Untuk diketahui, menurut rencana, mahasiswa KKN Undana akan dilepas tanggal 9 Aprli dan akan melakukan KKN selama dua bulan,” katanya.
Ketua Panitia, Ir.Melkianus Tiro,M.Si dalam laporannya mengatakan, peserta KKN berjumlah 953 orang yang dirinci FH 2 orang, FISIP 81 orang, Faperta 100 orang, Fapet 71 orang, FKIP 606 orang, FKIP 41 orang, FST 35 orang, dan 17 orang dari FKM. “Jadi jumlah tersebut akan ditempatkan  di Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten TTU, Kabupaten TTS, Kabupaten Kupang, dan Kampus Undana,” urai Mel Tiro.[rfl/ds/ovan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *