logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881082

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

PSDKU Bajawa-SBD Rencana Ditutup

Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) yang berada di Kabupaten Ngada di Bajawa dan di Kabupaten Sumba Barat Daya di Tambolaka tahun ini tidak menerima mahasiswa baru dan direncanakan akan ditutup. Hal ini ditegaskan Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L.Benu, M.Si.,Ph.D saat memimpin acara Jumpa Pers pengumuman hasil SNMPTN dan daya tampung mahasiswa baru Undana tahun 2018 di ruang rapat rektorat lantai dua Undana Penfui, Jumat, (20/4). Turut mendampingi Rektor saat itu adalah Wakil Rektor Bidang Akademik, DR.David B.W.Pandie,MS dan dua Kasubag dari Bagian Perencanaan Undana.

“Jadi pada kesempatan ini, saya ingin tegaskan agar supaya masyarakat NTT dapat mengetahui informasi ini. Memang ada  kebijakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) dulu masih membolehkan Akreditasi Institusi ‘B’ dapat menyelenggarakan PSDKU, yang dulu namanya Pendidikan Diluar Domisili (PDD). Tetapi sekrang sudah tidak dibolehkan lagi Undana menyelenggarakan PSDKU. Undana selama ini sudah cukup membantu pemerintah pusat untuk membina peserta didik PSDKU dengan mutu yang cukup baik,  sekaligus melaksanakan program itu dengan kualitas yang cukup baik dengan rentang kendali yang begitu panjang hingga saat ini. Undana juga tidak bisa mengorbankan pelayanan yang lebih besar yang berada di kampus utama  Undana ini,” kata Rektor, Prof. Fred Benu kepada sejumlah wartawan media massa.

Dikatakannya, PSDKU yang semula diketahui dengan nama Pendidikan di Luar Domisili (PDD) itu akan ditutup karena Pemerintah Daerah dalam hal ini Bajawa dan SBD tidak memiliki komitmen dan kepedulian yang sama untuk menyediakan fasilitas yang baik. “Untuk menjamin kualitas pendidikan yang baik, maka semua harus memiliki komitmen dan semangat untuk menyiapkan fasilitas belajar yang baik bagi mahasiswa.

Undana sendiri, kata Rektor, Prof.Fred Benu, memiliki fasilitas seperti video conference, namun selama ini pemerintah daerah setempat tak menyiapkan itu. Begitupun dengan beberapa fasilitas belajar, seperti gedung dan lainnya.

Alasan penutupan PSDKU ini pun rupanya terbentur masalah anggaran. Alasan  itu telah disampaikan sebelumnya dalam media ini melalui pernyataan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Prof.Drs. Mangadas Lumban Gaol,M.Si.,Ph.D. Ia menyebut, untuk membiayai PSDKU, Undana harus menghabiskan anggaran sekitar Rp 11 miliar setiap tahun. Menurutnya, hal tersebut tidak efektif, apalagi Undana kini sudah beralih status dari Satker menjadi PPK BLU. Hal tersebut, katanya, disebabkan oleh biaya tarnsportasi dan penginapan dosen di dua wilayah tersebut yang sangat tinggi. Karena itu, menurutnya, Undana akan lebih baik memikirkan ulang, bila perlu menutup saja  PSDKU tersebut. [rfl/ds]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *