logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Rektor dan Pimpinan Unit Undana Menandatangani Kontrak Kinerja

Guna mendukung peningkatan pelayanan di lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana) yang saat ini telah beralih status menjadi Badan Layanan Umum (BLU), maka pimpinan unit pelayanan ditingkat Rektorat akan melakukan kontrak kinerja dengan pimpinan unit lainnya kebawah seperti Dekan melakukan kontrak kinerja dengan Ketua Program Studi (Kepro), Kepro dengan Dosen, demikian juga Kepala Biro dengan Kepala Bagian, turun ke Kepala Subagian, itu akan dinilai untuk pembayaran remunerasi.

Hal tersebut disampaikan Rektor, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D, usai memimpin Apel Hari Pendidikan Nasional di pelataran gedung rektorat Undana Penfui, Selasa, (2/5-2018). “Jadi momentum ini sangat penting, karena remunerasi itu akan dibayar pada semester pertama dengan melihat kontrak kinerja itu. Nanti seorang ASN Undana dengan jabatan yang sama, pangkat dan golongan yang sama, tetapi bayaran remunerasinya tidak sama. Bisa berbeda-beda antara satu Dekan dengan Dekan yang lain, antara satu Kepro dengan Kepro yang lain, antara satu Kepala Biro dengan Kepala Biro yang lain, begitu juga antara satu Kabag, Kasubag dengan Kabag, Kasubag  yang lain. Sekarang pembayaran remunerasinya kita berujuk pada kinerja. Siapa yang berkinerja bagus, akan dihargai dengan bagus, tetapi ASN yang berkinerja rendah tentu bayaran remunerasi juga rendah,” kata Rektor, Prof. Fred Benu.

Dikatakannya, ini merupakan perubahan di dalam lingkungan internal Undana. Kita semua harus punya kontrak kinerja. Antra satu Profesor dengan Profesor yang lain, gajinya berbeda-beda. Walaupun saya sebagai Rektor, tetapi berkinerja buruk, tentu gajinya berbeda dengan Profesor yang lain tentu bayarannya tidak sama.

Kepada mahasiswa Undana, Rektor, Prof.Fred Benu menghimbau, jikalau ada dosen Undana yang masuk mengajar kepada mahasiswa satu kali, tetapi menyuruh mahasiswa menandatangani daftar hadir tiga supaya segera melapor kepada pimpinan jurusan atau program studi supaya bayaran remunerasinya turun. Jadi mulai sekarang  tidak boleh menipu-nipu lagi. Dosen yang tidak pernah membimbing, tetapi tidak bisa menujukkan indikator membimbing itu juga harus dilaporkan kepada atasannya, sehingga bayarannya turun sesuai dengan aturan. “Jadi mulai sekarang mahasiswa wajib melaporkan kepada pimpinan program studi atau jurusan fakultas, kalau ada dosen yang malas masuk memberikan kuliah,”. Katanya. [ds/ovan/rfl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *