logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Ujian SBMPTN Aman dan Tertib

  • 663 Peserta Tidak Hadir

Pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), 8 Mei lalu di Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana), dan di beberapa sekolah mitra SMAN/ SMKN dan SMP Negeri se-Kota Kupang berlangsung aman dan tertib. Cukup banyak peserta yang dinyatakan gugur, alias tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

Pantauan wartawan media ini, pelaksanaan ujian SBMPTN untuk semua sektor di semua lokasi berjalan aman dan tertib. Penanggung jawab ujian, Dr. Ir. Stefanus Manongga, M.Kes, Penanggung jawab lokasi, Drs. Theo dan Cunha,M.Si Penanggung jawab Naskah Samrud Nafie,S.Sos.,M.AP, usai pelaksanaan ujian SBMPTN mengatakan, seleksi SBMPTN khusus Undana seharusnya diikuti 12.336. Namun peserta yang hadir mengikuti ujian hanya 11.673 orang saja. Sementara 663 peserta tidak hadir mengikuti ujian tanpa alasan yang jelas.

Rinciannya, untuk kelompok Saintek jumlah peserta orang 3.203, hadir mengikuti ujian 3.039 orang, yang  tidak hadir 164 orang. Kelompok Soshum, jumlah peserta 3.881 orang, hadir 3.659 tidak hadir mengikuti ujian sebanyak 222 orang. Dan kelompok Campuran berjumlah 5.252 orang, yang hadir mengikuti ujian  4.975,  tidak hadir sebanyak 277 orang. Ke-663 peserta yang tidak hadir mengikuti ujian SBMPTN, menurut Ketua Panlok 66 Kupang, DR.David B.W. Pandie,MS, secara otomatis dinyatakan gugur.

Dalam pelaksanaan ujian SBMPTN tersebut, Nampak Rektor, Prof.Ir.Fredrik L.Benu,M.Si.,Ph.D, didampingi penanggungjawab lokasi, Dr.Umbu Lily Pekuali,MH, Drs.Theo da Cunha, M.Si  pengawas ujian Apris Adu, S.Pt.,M.Si dan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik langsung terjun memantau jalannya pelaksanaan ujian SBMPTN. Pantauan di fokuskan di Aula Undana, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 1, SMPN 2 dan SMKN 1 Kupang.

Dalam pantauan itu ditemukan sejumlah persoalan, diantaranya, ada beberapa peserta yang saat mengikuti tes kemampuan dasar saintek di beberapa lokasi lupa membawa surat keterangan lulus dan ijzah bagi peserta yang tamat tahun 2017, tetapi panitia masih memperbolehkan mengikuti ujian dengan syarat setelah itu yang bersangkutan harus menunjukka kembali ijazah dan surat keterangan lulus. “Jadi jika dalam batas waktu yang ditenatukan oleh panitia, bila yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan semua yang dipersyaratkan, maka akan didiskualifikasikan atau gugur dengan sendirinya,” kata Samrud Nafie. Ada juga peserta yang tamat tahun 2015, sesuai persyaratan tidak dibolehkan, tetapi panitia membolehkan tetap mengikuti seleksi.

Sulit Mengerjakan Soal Ujian

Beberapa peserta Sainstek, Soshum dan Campuran yang berhasil diwawancara wartawan media ini, seperti Thresa J.N Dhena dari SMK Sanjaya Bajawa, Daniel Mere dari SMAN 2 Kupang, mengaku soal ujian matematika dan Bahasa Inggris sulit. “Selain sulit, waktu yang disediakan panitia tidak sesuai dengan banyaknya soal ujian,” kata Daniel Mere.

Hal yang sama diakui Yuliana S.I. Jawak dari SMAN 1 Langke Rembong Manggarai, Novitas Lembong dari SMKN 1 Wae,Ri,I Manggarai dan Guntur Nguru dari SMAN 2 Sabu Barat. Ketiga siswa tersebut mengaku rata-rata soal ujian matematika, fisika, dan kimia yang diberikan paling sulit untuk dikerjakan.

“Soal Sainstek cukup sulit,” ujar Nia Samder yang mengikuti ujian di SMAN 5. Seleksi dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama, para peserta diwajibkan mengerjakan soal ujian tes kemampuan dasar saintek. Sedangkan sesi kedua, para peserta diawajibkan mengerjakan soal tes kemampuan potensi akademik. Saya memilih program studi bio-kimia, jadi ujiannya saintek,” kata Nia, gadis lulusan SMK Syuradikara ini sambal tersenyum. [ds/rfl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *