(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Dekan FK Undana Lantik 26 Dokter, Rektor Ungkap Tantangan Dunia Kedokteran

“Mungkin pada waktunya, diktator digital akan mengambil peran dokter. Karena, pasien cukup pergi menghadap kamera dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan melihat gerakan orang sakit; dengan menggerakan wajah, maka algoritma bisa memproses data dan bisa menentukan penyakit apa dan obatnya apa, tanpa perlu dokter,”  tandas Rektor Undana, Prof. Fred Benu.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nusa Cendana (Undana), dr. S. M. J. Koamesah, MMR, MMPK, FISPH, FISCM mengambil sumpah dan melantik 26 dokter baru, di Auditorium Undana, Selasa (28/9/2021). Ke-26 dokter baru tersebut ikut dikukuhkan oleh para rohaniawan, yakni Pdt. Delviana Krispusa Snae, S.Th, M.Pd.K (Kristen Protestan), RD. Adrianus Genggor S. Fil (Kristen Katolik) dan Pono Musariyokerto, A.Md (Islam). Sebelum diambil sumpah dan dilantik, 26 dokter tersebut telah lulus 100 persen pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) periode Agustus 2021.

Hadir, Wakil Dekan (WD I) Bidang Akademik dr. Kartini Lidia, M.Sc, WD II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Rr. Listyawati Nurina, S.Si.,M.Sc.,Apt, WD III Bidang Kemahasiswaan dr. Desi Indria Rini, M.Biomed dan para orangtua dokter baru.

 

Dekan FK Undana, dr. S. M. J. Koamesah, MMR, MMPK, FISPH, FISCM, WD I  Bidang Akademik dr. Kartini Lidia, WD II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Rr. Listyawati Nurina, S.Si.,M.Sc.,Apt, dan WD III Bidang Kemahasiswaan dr. Desi Indria Rini, M.Biomed foto bersama 26 dokter yang diambil sumpah dan dilantik di Auditorium Undana, Selasa (28/09/2021).

 

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D dalam sambutannya mengaku kagum dan bangga atas capaian 26 mahasiswa, yang kini menjadi dokter. Pasalnya, di akhir masa jabatannya, mahasiswa FK Undana kembali menorehkan prestasi yang tidak gampang diperoleh para peserta UKMPPD. Menurutnya, keberhasilan tersebut mengindikasikan mahasiswa FK Undana mampu bersaing di tingkat nasional. Karena itu, pihaknya berharap, dalam dunia kerja pun dokter baru harus bisa bersaing dalam memberi pelayanan yang tulus kepada
masyarakat luas.

Rektor juga meminta para dokter agar berterima kasih kepada para orangtua, yang selalu menyebut nama para dokter dalam setiap doa mereka. “Ucapan terima kasih perlu datang dalam hati bahwa tanpa doa dan komitmen orangtua, tidak mungkin hari ini anak-anak bisa menjadi dokter. Terima kasih juga kepada orangtua yang sudah mempercayakan FK Undana untuk mendidik anak-anak menjadi dokter,” ujarnya.

Berdasarkan Organisasi Tata Kerja (OTK) Undana yang baru, ungkap Rektor Undana, pelantikan hari ini adalah yang terakhir. Pasalnya, FK dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) akan merger (digabungkan) paling lambat tanggal 9 November mendatang menjadi satu fakultas dengan nama Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH).

Tantangan Dokter

Rektor pada kesempatan itu menyebut, tantangan dunia kedokteran hari ini adalah digital dictatorship. Sebelumnya, ungkap Rektor Undana, dalam perjalanan peradaban global, minimal, ada tiga ideologi dalam peradaban global tahun 1938, yakni fasisme, komunisme dan liberalisme. Pada tahun 1968, fasisme kemudian runtuh dan tersisa dua peradaban global tahun 1938, yaitu komunisme dan libelarisme. Hingga tahun 1998 ideologi komunisme pun kehilangan taji dan runtuh. Karena itu, ungkap Prof. Fred, yang muncul saat ini adalah digital dictatorship. Hal ini menyebabkan orang yang menguasai big data, dengan kemampuan algoritmanya mampu menguasai masyarakat.

“Mungkin pada waktunya, diktator digital akan mengambil peran dokter. Karena, pasien cukup pergi menghadap kamera dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan melihat gerakan orang sakit, dengan gerakan wajah, maka algoritma bisa memproses data dan bisa menentukan penyakit apa dan obatnya apa, tanpa perlu dokter,” ungkapnya. Namun demikian, lanjut Rektor, para dokter masih memiliki keunggulan ketimbang kecerdasan buatan, karena dokter memiliki sentuhan emosional, spiritual, sosial.

Dekan FK Undana, dr. S.M. J. Koamesah dalam sambutannya mengaku senang dan bersyukur, karena pengambilan sumpah dan pelantikan dokter kali ini bisa digelar secara langsung. Hal tersebut karena angka penyebaran covid-19 di Kota Kupang yang semakin menurun. Ia menyatakan, tahun ini FK Undana sudah memasuki usia 13 tahun, karena didirikan tanggal 20 September 2008 lalu. Dan hingga kini FK sudah menghasilkan 387 dokter. Dikatakan dr. Bobby- sapaan akrab Dekan FK, pelantikan hari ini terasa istimewa, karena para generasi emasnya meraih kelulusan 100 persen pada UKMPPD periode Agustus 2021 lalu. “Sebagaimana pepatah, pohon dikenal dari buahnya, maka Undana akan dikenal dari para dokter yang dilantik hari ini,” pesan dr. Bobby.

Dia menambahkan, proses pendidikan kedokteran membutuhkan waktu yang lama, 6 tahun. Hal itu, lanjut dr. Bobby, sebagai proses untuk menghasilkan dokter yang baik dan berkualitas. Untuk itu, dalam dunia kerja nantinya, Dekan FK berharap agar para dokter benar-benar membuktikan diri sebagai generasi emas Undana.

Selain itu, beberapa pesan yang disampaikan Dekan FK, antara lain, meminta para doker agar merenungkan baik-baik sumpah dokter, bekerja dengan hati, bukan berorientasi uang, memperlakukan pasien sebagai mahkluk holistik, bukan objek untuk mendapat uang, melayani pasien dengan passion yang sungguh, memiliki keinginan tulus menolong pasien, membangkitkan semangat pasien, berempati dan melayani secara profesional. “Kita semua menaruh harapan besar, ada adik-adik sejawat ini terjun dalam dunia pelayanan dan jadilah yang terbaik agar selalu disebut generasi emas,” ungkapnya.

Sementara perwakilan orangtua Dokter baru, Dr. Petrus Ly, M. Pd dalam sambutannya mengaku, senang dan bangga, 26 dokter bisa disumpah dan dilantik. Keberhasilan para dokter, menurut Ly, tidak terlepas dari dukungan doa para orangtua. “Hampir tidak ada waktu bagi orangtua untuk tidak menyebut nama anak-anak dalam doa,” ujarnya. Untuk itu, dia menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Undana dan FK Undana, terutama Rektor Prof. Fred Benu dan Dekan FK Undana, dr. Bobby.

Dikatakan, dengan semangat pantang menyerah, FK Undana mampu melahirkan para dokter berkualitas. Hal itu dapat dilihat dari para dosen dan dokter yang selalu membantu para mahasiswa. Mantan Dekan FKIP Undana itu menyatakan, FK Undana saat ini telah mendapat kepercayaan publik yang amat tinggi, karena menjadi fakultas yang berkualitas dan terdepan. “Kami tidak akan lupa Undana, dan FK sekalipun nanti FK akan merger dengan FKH Undana,” pungkas dia.

26 Dokter yang Disumpah dan Dilantik

Berikut ini adalah 26 dokter yang diambil sumpah dan dilantik:
dr. Diorita Sely Keba, S. Ked,
dr. Elaine C. Sianturi, S.Ked,
dr. Anggita Damayanti, S.Ked,
dr. Petronela Rani Mawo, S.Ked,
dr. Albert Lusi, S. Ked,
dr. Tekla Windyanita Sengi, S. Ked,
dr. Sulyasti Gery Nomleni, S.Ked,
dr. Diana T. Tangi Bupu, S. Ked,
dr. Aulia Ayu Puspita, S.Ked,
dr. Marthen Kause, S.Ked,
dr. Viany Yulister Ayal, S.Ked,
dr. Diana Maximiliany Sun, S.Ked,
dr. Yosefania Evankyla D. P. Markus, S.Ked,
dr. Nur Laelatul Fitriyah, S.Ked,
dr. Theresia Dian, S.Ked,
dr. Ratih Anjani, S.Ked,
dr. Maria Laranita Meak Foni, S.Ked,
dr. Ignasius Bima Priambada, S.Ked,
dr. Aditya Josua Elvon, S.Ked,
dr. Leander P D Dosi Sili, S.Ked,
dr. Bella C. Lumban Gaol S.Ked,
dr. Kristina T. Lawung, S.Ked,
dr. Kandida Bibiana Ugha, S.Ked,
dr. Elsye J. Ly, S.Ked,
dr. Andry S. Singarimbun, S. Ked, dan
dr. Werner A. Manafe, S.Ked.

(rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »