logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Dinkes NTT, Undana-UNICEF Teken MoU

Komit Tingkatkan Kesehatan Ibu, Anak-Penanggulangan Stunting

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dinkes NTT), Universitas Nusa Cendana (Undana) dan United Nation Children’s Fund (UNICEF) perwakilan NTT dan NTB menggagas kerja sama sekaligus melakukan penandatanganan (teken) nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di ruang rapat rektorat lantai dua Undana Penfui, Senin (19/8). MoU dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penanggulangan stunting di NTT.

Naskah kerja sama peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak dan percepatan penanggulangan stunting ditandatangani masing-masing oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu,M.Kes, Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L. Benu,M.Si.,Ph.D dan Kepala Kantor Perwakilan UNICEF NTT/NTB, Yudhisira G. Yewangoe,BEcs (Hons),M.Com.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D dalam sambutann singkatnya mengatakan pihaknya dan Dinas Kesehatan NTT telah lama melakukan penjajakan kerjasama itu. Ia menyebut, Jumat 16 Agustus lalu, pihaknya telah berdiskusi tentang kerjasama tersebut, hingga akhirnya kerjasama tiga pihak antara Dinkes NTT, Undana dan UNICEF bisa terwujud.

Ia menambahkan, Undana siap memberikan dosen dan pengajarnya di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat guna mendukung tujuan selanjutnya dari kerjasama tersebut, khususnya soal penelitian dan selanjutnya pengaplikasian di tengah masyarakat.

Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Drg. Dominikus Minggu, M. Kes dalam sambutannya menyatakan sebagaimana dalam rencana pembangunan jangkah menengah, telah disebutkan dengan jelas, pentingnya upaya meningkatkan kualitas kesehatan, diantaranya kesehatan ibu dan anak serta penanganan stunting yang baik. Selain itu, ia juga menilai upaya percepatan penanggulanangan kesehatan tersebut, untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak bahkan sejak masa neonatal. Ia mengisahkan, Dinkes NTT telah menyukseskan kegiatan bidang kesehatan, seperti imunisasi rubella. Dan, menurutnya, hal itu telah berhasil dilaksanakan. Karena itu, dirinya optimistis, upaya penurunan angka kematian ibu, anak bahkan neonatal juga bisa berhasil. Hal itu, lanjut dia, harus didukung dengan kerjasama semua stakeholders. Salah satunya dengan kerjasama yang telah dilakukan tersebut. Ia juga meminta agar Undana menyediakan tenaga dosen di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat agar membantu melakukan penelitian dan pendekatan dengan masyarakat.

Sementara UNICEF Perwakilan NTT/NTB, Yudhisira G. Yewangoe dalam sambutannya menyatakan UNICEF sebagai lembaga PBB telah diberi mandate dalam upaya pemenuhan hak-hak anak, termasuk pendidikan dan kesehatan serta potensi yang dimilikinya. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah pada 1000 hari pertama, yakni pendekatan awal yang baik terhadap anak dalam rangka mencegah anak dari penyakit, termasuk stunting. Pendekatan itu, kata dia, akan dilakukan sejak anak dalam kandungan ibu hingga anak memasuki 2 tahun. “Sehingga kita itu konsepnya dari sisi pencegahan sehingga anak dapat memeperoleh kehidupan yang lebih baik,” kata dia. Ia mengaku, merasa senang dan bersemangat melakukan kerjasama tersebut, karena kerja sama tersebut merupakan yang pertama kalinya UNICEF NTT/NTB melakukan kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi dalam hal ini para akademisi.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D, Dekan Fakultas Kedokteran, dr.Bobby Koamesah, para Wakil Dekan FK, serta stakeholders terkait UNICEF dan Dinas Kesehatan NTT. [rfl/ds]

Comments are closed.