(0380) 881580

info@undana.ac.id

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Ditjen Dikti Bantu Korban Bencana Alam NTT Kepada Undana

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) peduli korban bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT) memberikan bantuan kepada Universitas Nusa Cendana (Undana). Bantuan sebanyak 92 kotak tersebut diserahkan langsung Koordinator Umum Humas dan Kerjasama Dirjen Dikti, Yayat Hendayana bersama tim dan langsung diterima Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D di Lobi Rektorat Undana, Jumat (16/4/2021).

Hadir, Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Warek Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Ir. Jalaludin, M. Si, Warek Bidang Kemahasiswaan Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc, Warek Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, Ph. D.

Yayat Hendayana mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Ditjen Dikti yang membawahi Satker Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta ( PTS)

Ia juga meminta, Rektor Undana untuk memberikan laporan kerusakan dan rencana anggaran rehabilitasi gedung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Dikti maupun Sekjen Kementerian Pendidikan.

“Saya nanti akan mempersilahkan Pak Rektor untuk titipkan laporan tentang apa yang seharusnya dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ditjen Dikti dan Sekjen Kementerian,” ujarnya.

Koordinator Umum Humas dan Kerjasama Dirjen Dikti, Yayat Hendayana saat memberikan secara simbolis bantuan kepada Undana yang diterima oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D di Lobi Rektorat Undana, Jumat (16/4/2021).

Yayat katakan, sejak tiga hari lalu, pihaknya diminta pimpinan untuk segera mengirimkan bantuan. “Sejalan dengan itu, kami baru tiba siang ini. Bantuan yang kami kirim ada 92 kotak. Baru tiba 10 sisanya akan segera menyusul. Bantuan ini berupa bahan makanan; susu formula, pakaian, selimut dan beberapa barang lain,” jelasnya.

Pihaknya juga tengah menunggu informasi dari Jakarta tentang rencana perbaikan nomenklatur Kemendikbud. Menurutnya, siapa pun yang menjadi Mendikbud adalah pemegang amanah dan tetap menjaga marwah pendidikan tinggi.

Rektor Prof. Fred dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian Mendikbud melalui Ditjen Dikti. Menurutnya, bantuan yang diberikan tersebut berkenaan dengan banyak warga Undana yang terdampak badai tropis seroja tanggal 4-5 April lalu.

Pihaknya menyebut, bantuan tersebut akan diberikan kepada warga Undana, baik mahasiswa maupun pegawai yang layak menerima bantuan. “Bantuan ini akan segera kami distribusikan kepada tiap orang yang dipandang perlu mendapat bantuan,” tandasnya.

Prof. Fred menjelaskan, dua hari pasca badai seroja, pihaknya langsung menghubungi pihak Ditjen Dikti guna melaporkan kerusakan sejumlah gedung dan fasilitas lainnya di Undana. Karena itu, bantuan yang diberikan tersebut merupakan perhatian serius Ditjen Dikti bagi masyarakat NTT atau warga Undana. “Sampaikan salam hormat kami kepada Mas Menteri, Sekjen dan Dirjen bahwa respons sangat peduli dan cepat atas musibah yang kami alami,” ungkap Rektor.

Rektor, Prof. Fred Benu saat menyerahkan dokumen laporan kerusakan gedung di lingkungan Undana kepada Koordinator Umum Humas dan Kerjasama Dirjen Dikti, Yayat Hendayana untuk diberikan kepada Mendikbud, Sekjen Dikti dan Dirjen Dikti.

Pada kesempatan itu, Rektor langsung menyerahkan dokumen laporan kerusakan gedung di lingkungan Undana kepada Koordinator Umum Humas dan Kerjasama Dirjen Dikti, Yayat Hendayana untuk diberikan kepada Mendikbud, Sekjen Dikti dan Dirjen Dikti.

“Melalui perbaikan dari Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Undana, kami laporkan kerusakan fisik dan anggaran yang ditujukan kepada Mendikbud dengan tembusan ke Sekjen dan Dirjen Dikti,” ujarnya. Prof. Fred berharap, laporan tersebut bisa diterima Kemendikbud, Sekjen dan Dirjen Dikti, guna perbaikan pelayanan pendidikan tinggi di Undana yang lebih baik (rfl).

 

 

 

 

 

Comments are closed.
Translate »