(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Dokter Hewan Lulusan FKKH Undana Diingatkan Tetap Belajar

Sebanyak 35 (tiga puluh lima) lulusan Program Studi (Prodi) dan Profesi Kedokteran Hewan pada Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana (Undana), diambil sumpah dan dilantik menjadi dokter hewan (drh).

Meski telah menyandang status sebagai dokter hewan. Namun, lulusan FKKH diingatkan agar tetap belajar meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri guna bisa bersaing menghadapi perubahan zaman dan perkembangan zoonosis di dunia, khususnya di Indonesia dan Nusa Tenggara Timur.

Demikian sari sambutan yang disampaikan Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, Ketua Pengurus Besar Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) Dr. drh. M. Munawaroh, MM dan Dekan FKKH Dr. dr. Christina Olly Lada, M. Gizi pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan yang dilakukan di Graha Cendana, Undana, Jumat (18/11/2022).

“Dokter hewan muda yang baru dilantik harus tetap belajar sepanjang hidup. Terus meningkatkan kompetensi dengan dua hal sederhana, baca, baca, baca dan bakti, bakti, bakti. Tidak boleh tinggalkan (dua hal) itu,” tandas Rektor Undana di hadapan para dokter hewan, orangtua/wali, rohaniwan, Ketua Persatuan Dharma Wanita Undana, drh. Hembang Murni Pancasilawati, serta hadirin lainnya.

Pada kesempatan itu, Rektor mengapresiasi prestasi yang ditunjukkan 35 dokter hewan muda itu. Sebab, meski di tengah pandemi covid-19. Namun, hal itu tidak mempengaruhi skill dan keterampilan.

“Saya juga meminta agar lulusan dokter hewan baru yang didominasi perempuan ini jangan sampai dibatasi. Biarkan mereka memilih bekerja di mana saja, di seluruh Indonesia, maupun luar negeri,” ajak Dr. Maxs.

“Berikanlah kesempatan kepada mereka mewujudkan mimpi dan meraih talenta terbaik mereka. Jangan batasi mereka mewujudkan kemampuan mereka,” ujar Rektor Undana menambahkan.

Rektor juga menjelaskan, alasan dua fakultas digabungkan menjadi FKKH, yakni Fakultas Kedokteran (FK), dan Kedokteran Hewan. Penggabungan itu, bukan sesuatu yang baru. Sebab, beberapa universitas besar di dunia pun melakukan hal yang sama. Misalnya, Universitas Miyazaki Jepang, yang menggabungkan semua bidang ilmu kesehatan ke dalam satu fakultas. Penggabungan itu, jelas Dr. Maxs, walaupun miskin struktur, namun kaya fungsi. Penggabungan tersebut bukan pada substansi keilmuan. Namun, pada tataran organisasi dan administratif.

Salah satu hasilnya, kata Rektor, saat ini Prodi Kedokteran Hewan dan Profesi Kedokteran Hewan, kini meraih akreditasi unggul. Bahkan, menurut Rektor Prodi dan Profesi Kedokteran harus menjadi lokomotif bagi Prodi dan Profesi lainnya di Undana.

Pada akhir sambutannya, Rektor meminta lulusan dokter hewan tetap mengingat almamater, dengan menjaga citra dan nama baik FKKH Undana.

Ketua PB PDHI, Dr. drh. M. Munawaroh, MM juga meminta dokter hewan muda agar tetap belajar. Sebab, ilmu tetap dan akan terus berkembang. Selain itu, ia juga meminta dokter hewan agar mengabdi untuk kesehatan manusia melalui ilmu hewan.

Dr. drh. Muhammad Munawaroh meminta para dokter hewan muda agar mendaftarkan diri menjadi anggota PDHI Cabang NTT, agar mudah melakukan praktik dan bisa mendapat perlindungan ketika berhadapan dengan masalah hukum. Selain itu, para dokter hewan muda dapat memberikan sumbangsih masyarakat, bangsa dan negara.

Ia juga mendorong lulusan FKKH, agar bekerja sesuai dengan profesinya. “Jangan saya dengar kalian bekerja di bidang lain. Saya sangat sedih ketika ada yang bekerja di luar dari profesinya,” ungkapnya.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Kes juga mengingatkan lulusan dokter hewan untuk tetap belajar, agar bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya, karena 34 dokter yang dilantik menjadi dokter seluruhnya lulus dalam Ujian Kompetensi Mahasiswa Profesi Pendidikan Dokter Hewan (UKMPPDH). Dalam catatannya, sebanyak 647 mahasiswa yang mengikuti UKMPPDH secara nasional. Dan diikuti mahasiswa FKKH Undana sebanyak 35 orang, dan semuanya lulus 100 persen. “Hari ini 34 orang disumpah dan dilantik, hanya satu orang yang berhalangan mengikuti acara ini,” jelasnya.

Dengan keberhasilan mahasiswa Prodi Kedokteran Hewan pada UKMPPDH, maka secara persentase, keberhasilan tersebut melampaui rerata nasional, yakni 85,87 persen. Artinya, kualitas penerimaan dan kelulusan dokter hewan Undana sangat luar biasa.

Hingga saat ini, sebut Dr. dr. Christina, lulusan dokter hewan yang dihasilkan Undana sebanyak 231 orang, yang sudah tersebar di Indonesia, bahkan luar negeri. “Ini menunjukkan bahwa standar pendidikan kita bukan hanya penuhi kebutuhan nasional, tetapi untuk kebutuhan negara lain. Apalagi ada 4 orang lulusan dokter hewan hari ini yang berasal dari Timor Leste,” bebernya.

Sementara itu, Theresia Bano, S.St., M. Kes selaku perwakilan orangtua/wali dokter hewan muda, pada kesempatan itu mengaku bangga, karena putra-putri mereka akhirnya bisa disumpah dan dilantik menjadi dokter hewan.

Ia berharap, dengan profesi mulia tersebut dapat memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan NTT, khususnya.

Dari semua perjalanan dan lika-liku dokter hewan sejak menjadi mahasiswa, ia menyimpulkan bahwa hal itu sebagaimana janji Tuhan bahwa orang yang menabur dengan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai.

 Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan Undana, khususnya almamater FKKH Undana, yang telah memberikan ilmu, pengetahuan, dan karakter kepada para dokter hewan. Oleh karena itu, ia juga meminta agar para dokter hewan menjaga nama baik Undana.

“Jangan puas dengan capaian saat ini. Ini merupakan babak awal untuk menjadi dokter yang baik dan profesional. Dokter hewan harus mengaplikasikan ilmu kedokteran kepada masyarakat peternak baik yang adai di NTT, maupun Indonesia,” harapnya.(rfl)

Foto-foto

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Koleksi
Tags

Your browser doesn't support the HTML5 CANVAS tag.

Translate »