(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Dorong Pemenuhan EBT, PLN Gandeng Undana Tanam Pohon

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menanam sebanyak 2.000 bibit pohon Lamtoro dan Kaliandra guna menghasilkan bahan baku energi baru terbarukan (EBT) untuk pemenuhan bahan bakar pembangkit listrik di provinsi setempat.

Penanaman 2.000 bibit pohon itu dilakukan simbolis oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Rektor Undana Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko, dan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dalam kegiatan peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 yang digelar di Pusat Instalasi Pertanian Undana, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa, (27/10) petang.

General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT, Agustinus Jatmiko, dalam sambutannya menjelaskan, 2.000 bibit pohon yang ditanam berupa tumbuhan lamtoro dan kaliandra.

“Hasil batang dari pohon ini akan kita cacah dengan mesin yang ada untuk menghasilkan bahan baku EBT dari sampah kayu yang menjadi bahan bakar bagi pembangki listrik PLN yang ada di NTT,” katanya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan bahan bakar dari dari hasil olahan sampah pertanian dapat menggantikan pemanfaatan batu baru mencapai 5-10 persen. Pihaknya telah berhasil melakukan uji coba pemanfaatan EBT dari sampah untuk mengurangi pemanfaatan batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kabupaten Kupang.

“Untuk itu kami bekerja sama dengan Undana untuk penanaman lamtoro dan kaliandra ini melalui program CSR PLN. Ini sebagai tahap awal karena PLTU bisa beroperasi hingga puluhan tahun,” katanya.

Ia mengatakan, kebutuhan bahan baku dari cacahan kayu kering mencapai sekitar 30 ton setiap hari sehingga ia berharap pohon-pohon yang ditanam ini bisa membantu pasokan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Rektor Undana Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, mengatakan pihaknya memiliki lahan sekitar 4 hektare lebih yang dimanfaatkan untuk penanaman bibit pohon lamtoro dan kaliandra dalam program kerja sama ini. “Hasilnya nantinya akan dipangkas dan diolah sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik PLN di NTT,” katanya.

Ia menambahkan, penamaman pohon ini merupakan program kerja sama untuk mengembangkan EBT sebagai bagian dari wujud komitmen pemerintah meningkatkan pemanfaatan potensi EBT. “Ini suatu terobosan untuk wilayah NTT dan Undana siap bekerja sama dengan PLN maupun semua pihak dalam pengembangan EBT,” katanya.

Adapun dalam kesempatan itu juga dilakukan demonstrasi pencacahan batang pohon pada mesin pencacah untuk menghasilkan serbuk kayu yang disaksikan langsung Gubernur NTT bersama berbagai pihak lainnya.

Pada kesempatan penanaman anakan pohon di Desa Mata Air, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengajak PLN untuk melupakan fosil dan mulai memanfaatkan EBT. “Saya memberikan apresiasi kepada Undana dan PLN dalam mengembangkan EBT yang menjadi energi masa depan. Presiden telah mencanangkan EBT 24% pada 2024. Saat ini, bauran EBT secara nasional baru antara 10-12%,” ujarnya.

Oleh karena itu, tambah Viktor, pengembangan EBT menjadi mutlak dalam menyikapi kebutuhan energi. Menurut Viktor, NTT akan menjadi EBT terbesar di dunia. Selain energi matahari terbesar di Sumba, Timor, dan Sabu, di seluruh NTT, angin juga merupakan salah satu potensi EBT. “Saat ini sudah bergeser paradigmanya siapa memegang EBT memegang dunia. Potensi EBT NTT selain biomasa juga tersedia energi angin dan matahari. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan Selamat Hari Listrik Nasional ke-75, terus semangat menerangi nusantara,” ucap Victor. [rfl/ds]

Comments are closed.