(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Eratkan Silaturahmi, Undana Gelar Halal Bihalal

 

Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Halal Bihalal, Jumat (13/5/2022) di Ruang Teater, Rektorat Undana. Momentum ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antara civitas akademika; dosen dan mahasiswa, serta pegawai di lingkungan Undana. Halal Bihalal tersebut mengusung tema “Kefitrahan Mewujudkan SDM Unggul Berdaya Saing Global”.

Hadir pada kesempatan itu, Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc, Wakil Rektor (WR) Bidang Umum dan Keuangan, Ir. Jalaludin, M. Si, WR Bidang Kemahasiswaan, Dr. Siprianus Suban Garak, M. Sc, WR Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistim Informasi, Ir. I Wayan Mudita, M. Sc., Ph. D, beserta jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Undana, Dewan Pengawas (Dewas) Undana, Direktur Pascasarjana, Prof. Drs. Tans Feliks, M.Ed., Ph. D, Plt. Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas, Imanel Saduk, SH., M. Hum, para dosen, mahasiswa dan pegawai.

 

Kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh petugas dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Reinner Ishaq Lerrick, S.Si., M.Sc., Ph. D ketika menyampaikan Hikmah Halal Bihalal menjelaskan 4 (empat) alasan mengapa Halal Bihalal perlu dilakukan. Pertama, silahturahmi. Ia mengatakan, silahturahmi berarti mempererat apa yang selama ini renggang dan menyambung apa yang selama ini terputus.  Kedua, setelah silahturahmi, terjadi saling maaf memaafkan.

“Yang paling mulia adalah pemberi maaf. Minta maaf gampang, tetapi yang paling sulit adalah memberi maaf,” ungkapnya. Ketiga, mendoakan. “Ketika kita bertemua saat hari raya minimal kita akan saling mendoakan: Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidzin Wal Faidzin,” urainya. Kemudian, yang keempat adalah merayakan kebahagiaan bersama, yang ditandai dengan hidangan yang disediakan.

 

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Si dalam sambutannya meminta civitas akademika harus tulus dan iklas menerima tanpa melihat perbedaan, termasuk perbedaan keyakinan. Rektor merasa senang, karena tema yang diangkat sangat menarik. Sebab, saat ini salah satu konsennya dalam memimpin adalah meningkatkan kualias Sumber Daya Manusia (SDM). “Ada satu syarat bagaimana membangun SDM unggul sesuai visi Undana, adalah bahwa manusia harus fitrah, suci dan bersih,” tandas Rektor Dr. Maxs.

Karena itu, Rektor juga menegaskan agar civitas akademika bisa menghindari 3 (dosa) utama pendidikan, yakni intoleransi, perundungan (bullying) dan kekerasan seksual. Terkait intoleransi, menurutnya, bisa dilakukan atas nama perbedaan suku, budaya, status sosial dan lainnya. “Kewajiban civitas akadmika memberi zero tolerance yaitu intoleransi,” ujarnya.

 

Perundungan, jelas Rektor, bukan saja dilakukan antar mahasiswa, tetapi dosen kepada mahasiswa. Karena itu, ia meminta agar civitas akademika tidak melakukan perundungan. Sebab, perundungan sebagai bentuk upaya merendahkan martabat manusia. Selain itu, untuk menghindari kekerasan seksual, ungkap Rektor, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk task force guna menekan dan mencegah adanya kekerasan seksual.

Sementara, Ketua Panitia, Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si dalam laporanya mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setelah kaum muslimin melaksanakan puasa penuh selama sebulan, dan merayakan Idul Fitri 1442 H.  “Salah satu pesan penting dari pesan ramadhan adalah mereka diharapkan akan mencapai derajat orang bertakwa atau kembali fitrah atau suci, serta memiliki energi yang kuat yang dapat mempengaruhi aktivitas,” ungkapnya (*/rfl)

 

Tim Humas, Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas,

Contact Person (CP): 0813 4331 7070

Kunjungi Media Sosial Undana

YouTube: Official Universitas Nusa Cendana: https://www.youtube.com/channel/UCtB1iZTSBH9etwVDCeeD2yw

Facebook: Universitas Nusa Cendana: https://web.facebook.com/nusacendana1962

Instagram: universitas.nusa.cendana https://www.instagram.com/universitas.nusa.cendana/

 

Comments are closed.
Translate »