(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

07:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

Universitas Nusa Cendana

Gubernur dan Wagub NTT Audiens Bersama Pimpinan Undana

  • Bahas Pembangunan Dibidang Perikanan, Peternakan dan Pertanian

Pertengahan September lalu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), bersama Wakil Gubernur, Yosef A. Nae Soi  melakukan Audiens  dengan jajaran pimpinan Universitas Nusa Cendana (Undana)  guna membahas pembangunan dibidang Perikanan, Peternakan dan Pertanian, untuk menopang pembangunan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hadir dalam acara audiens tersebut, selain gubernur dan wakil gubernur, hadir pula Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Bupati Sumba Barat serta Bupati TTU dan Kepala Biro Humas, Dr.

Sementara dari kalangan akademisi Undana, hadir Rektor Undana, Prof.Ir.Fredrik L. Benu,M.Si.,Ph.D, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Maxs U.E.Sanam,M.Sc, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Ir.I Wayan Mudita,M.Sc.,Ph.D, Dekan Fakultas Kelautan dan Perikan (FKP), Dr.Ir.Marcelin Dj.Ratoe Oedjoe,M.Si, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta), Dr.Ir. Damianus Adar,M.Ec dan Dekan Fakultas Peternakan (Fapet), Dr.Ir. Arnol Manu,M.Si.

“Kita akan terus kembangkan pembangunan dibidang pertanian. Misalnya untuk lahan di Sumba Tengah dengan luas 3000 Ha itu akan dibangun 50 sumur bor untuk mendukung kebutuhan air.  Sumba itu daerah yang kaya untuk potensi pertanian harus dikembangkan infrastrukturnya dengan baik sehingga lahan yang kosong itu bisa dimanfaatkan. Jadinya masyarakat akan senang dan tidak malas untuk menanam, Kemudian wilayah Sumba bagian selatan itu juga akses jalannya belum bagus dan harus dikerjakan untuk juga membantu mobilisasi, ” jelas Gubernur.

“Untuk peternakan juga harus kita dukung. Kita lihat untuk daerah Sumba sendiri masih impor telur ayam dari luar. Ke depannya jangan lagi seperti itu. Peternakan akan kita kembangkan lebih baik untuk Sumba, Timor dan Flores mulai dari produksi ayam, telur ayam, babi dan sapi. Kita juga tingkatkan terus pengembangan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan saya mau pihak Universitas Nusa Cendana untuk dukung program ini,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur juga ingin agar pelaku akademik dalam hal ini mahasiswa untuk bisa turun langsung kepada masyarakat dengan memiliki program terapan  di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

“Mahasiswa yang dibina di bangku perguruan tinggi harus bisa menjalankan program ditengah masyarakat. Misalnya untuk mahasiswa pertanian punya program tanam porang atau jagung, mahasiswa peternakan punya program pengembangan produksi sapi, dan juga budidaya ikan oleh mahasiswa fakultas peternakan. Harus ada hasilnya dan menjadi salah satu ukuran kelulusan mahasiswa. Kami pihak pemerintah dukung itu dengan anggaran yang kami siapkan. Hal ini baik sehingga ilmu dari kajian ilmiah itu bisa dirasakan langsung masyarakat dan ada hasilnya untuk pembangunan,” katanya.

“Kita harus kerja sama antara Pemerintah dan juga Perguruan Tinggi dalam kajian pengembangan tiga sektor ini. Kita juga akan kontrol ke lapangan melihat pelaksanaan dengan masyarakatnya dan juga produksinya. Harus ada hasil yang baik,”katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan ditengah masyarakat tidak boleh dihambat karena semuanya untuk peningkatan kesejahteraan. “Saya ingin juga pembangunan kita terus lanjutkan dan jangan pernah dihambat. Walaupun kita sekarang sedang dilanda pandemi covid 19 namun harus tetap kita bekerja dengan jalankan protokol kesehatan juga mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas dan kekebalan tubuh. Saya minta Undana mendesignya secara komprehensif bekerjasama dengan pemerintah provinsi,” kata gubernur Viktor yang disambut positif oleh Rektor dan jajaran pimpinan Undana.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Fred Benu mengatakan siap mendukung program pemerintah tersebut. Untuk saat ini juga kami mendesain kurikulum dimana setiap mahasiswa akan mengambil program kuliah 20 SKS di luar kampus dalam hal ini akan turun langsung ke masyarakat dan kami wajibkan itu semua.

“Disamping itu  para Dekan dari masing-masing Fakultan Pertanian, Peternakan, serta Kelautan dan Perikanan akan berkoordinasi dengan setiap kepala dinas terkait untuk membangun kerja sama secara teknis dilapangan,” ujarnya. [ds]

Comments are closed.