logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

08:30 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

(0380) 881580

info@undana.ac.id

Jl. Adisucipto, Penfui

Kupang, NTT 85001

Universitas Riset Dalam Bidang Lahan Kering Kepulauan

Gubernur Resmikan Gedung Student Center Undana

  • Rektor: Ini Sumbangsih ‘Anak Kandung’ Undana

Gedung Student Center (SC) Universitas Nusa Cendana (Undana) akhirnya diresmikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya. Peresmian gedung SC ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh gubernur, disaksikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D, dan sejumlah pimpinan Undana yang hadir. Gubernur Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengaku senang dengan kehadiran gedung SC Undana.

Menurutnya, gedung itu dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) NTT sebesar Rp 8,4 miliar untuk satu paket pembangunan gedung. Namun, Gubernur terkejut karena dalam pengerjaan gedung itu, sisa anggaran dikembalikan kepada pemerintah  “Luar biasa, sisa anggaran dikembalikan ke Pemprov. Ini baru pertama kali. Ini serius,” ujarnya. Ia mengatakan, tak hanya dengan kemewahan gedungnya, tetapi diharapkan SC menjadi tempat pengembangan minat dan bakat mahasiswa, dosen Undana maupun masyarakat luas. Ia juga berpesan agar para mahasiswa dan dosen menggunakan gedung itu dengan sebaik-baiknya.

Dengan adanya fasilitas yang memadai, seharusnya generasi sekarang bisa lebih hebat dari generasi masa lalu. “Dulu kami mengalami keterbatasan fasilitas, namun saat ini ada yang sudah jadi gubernur dan rektor, seharusnya generasi sekarang harus lebih hebat dari kami,” cetus Gubernur yang sebentar lagi meletakkan masa jabatan periode ke dua itu. Ia juga menyinggung soal lahan kering kepulauan yang dimiliki Undana.  Ia berharap, lahan kering Undana yang telah diresmikan beberapa waktu lalu, bisa diolah agar berproduktifitas unggul demi kesejahteraan masyarakat. Terkait BLU, jelas Gubernur, Rektor Undana, Prof. Fred harus memikirkan bagimana menciptakan pendapatan. Menurutnya, pendapatan Undana secara akademik melalui mahasiswa belum cukup. “Jadi Undana perlu membangun Rumah Sakit, Hotel, mini market, dan lainnya agar bisa mendatangkan pendapatan, serta memberi kontribusi bagi daerah NTT,” ujar alumnus FKIP Undana itu.

Rektor Undana, Prof. Fred dalam sambutannya menyebut Undana sebagai ibu kandung para alumni Undana. Sehingga Gubernur Frans, menurutnya, adalah ‘anak kandung’ dari Undana yang pada sisa masa jabatannya menyempatkann diri kembali menemui ‘ibu kandung’, karena gubernur telah memberikan sumbangsih berupa bantuan APBD untuk pembangunan gedung SC. Karena itu, sebagai wujud rasa terima kasih, Rektor, Prof. Fred mengaku kotribusi pemb angunan yang telah diberikan Gubernur NTT akan menjadi catatan sejarah bagi perjalanan Undana ke depan. Pasalnya, sejak tahun 1962 Undana sudah merindukan pusat aktifitas mahasiswa, namun baru kali ini, hal itu terwujud. Hal itu, menurutnya, merupakan sumbangsih dan kontribusi penting bagi terlaksananya kegiatan-kegiatan mahasiswa di Undana.

Rektor menyebut, Undana bukan hanya milik orang tertentu, namun Undana adalah milik semua masyarakat NTT. Untuk menghargai para tokoh yang telah berkontribusi dalam kemajuan Undana, maka Undana akan memberi nama atau tanda pada sejumlah gedung yang ada di Undana dengan mengambil nama para tokoh, seperti beberapa mantan pimpinan Undana, yakni Prof. Frans Likadja, Muh Syah, Prof. Tulihere, Prof. Agus Benu, Prof. Frans Umbu Data, Prof. Herman Tiluata Dr. Hendrik Ataupah dan nama tokoh penting lainnya. Rektor sangat berterima kasih kepada Gubernur Frans atas bantuan yang diberikan.

Pada kesempatan itu, Prof. Fred juga mengisahkan masa kuliah sekitar tahun 1987 di Undana, dimana dirinya menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian, dan Gubernur Frans Lebu Raya sebagai Ketua Senat FKIP. Sehigga kala itu keduanya adalah sahabat hingga kini. Prof. Fred mengaku, beberapa kali ia dan rekannya (Gubernur NTT) diutus mengikuti forum-forum kemahasiswaan tingkat nasional. Kini nasip menentukan lain, Drs. Frans Lebu Raya menjadi Gubernur dan dirinya menjadi Rektor Undana.

Sementara Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Undana, Ir. Markus Bunga pada kesempatan itu, menceritakan cikal bakal pembangunan SC Undana. Menurutnya, pembangunan gedung itu sudah diinisiasi pada era Rektor Prof. Frans Umbu Data, namun terhambat pembiayaan, maka pembangunan yang semula menggunakan dana CSR Pertamina tidak bisa selesaikan pembangunan itu. Saat Prof. Fred Benu menjabat menjadi rektor, maka dirinya diminta untuk memasukan proposal ke Pemprov NTT. Alhasil, proposal itu direspon Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan beberapa anggota dewan pada komisi yang menangangi anggaran bidang pendidikan. Anggaran untuk pembangunan gedung SC senilai Rp 8,4 miliar. Namun, kata dia, yang di pakai hanya 7,931 miliar. Sisanya anggaran dalam pembangunan SC, sekitar 478 juta. Sisa anggaran itu kemudian dikembalikan ke Pemprov NTT.

Dengan hasil pembangunan saat ini, maka ia menyampaikan terima kasih kepada beberapa pihak, yakni Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Anggota DPRD NTT, Bappeda NTT, Konsultan Perencanaan, Kontraktor PT. Dua Sekawan serta semua civitas Undana. Ia mengaku, lama pengerjaan gedung itu pada awalnya ditargetkan 225 hari, pada kontrak awal. Namun lama waktu kemudian menjadi 150 hari, karena adanya addendum berkaitan dengan kondisi internal, yakni tenaga kerja dari luar NTT yang kembali menghabiskan waktu di Jawa guna merayakan Lebaran, serta kualifikasi beton. Hadir pada kesempatan itu, Calon Gubernur NTT, Vicor Laiskodat, sejumlah pimpinan tingkat Universitas, Fakultas, Biro, Unit, bagian maupun dosen dan mahasiswa. [rfl/ovan/ds]

One Response to “Gubernur Resmikan Gedung Student Center Undana”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *